Tampilkan postingan dengan label Ac Milan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ac Milan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

Foto Eksklusif Derbi Dellamadonina

Suasana Curva Nord menjelang Derbi Di mulai    
Mengheningkan Cipta Untuk korban kapal tenggelam Costa Concordia Di lepas pantai Palermo Italia

Rabu, 18 Mei 2011

Rekam Jejak Ac Milan


Ac Milan baru saja mengukuhkan gelar domestik ke-18 dua minggu yang lalu setelah mengalahkan rival sekotanya Internazionale Milan. Ac Milan merupakan tim tertua di kota Milan. Tim ini didirikan 16 desember 1899 oleh dua orang ekspatriat asal daratan Inggris Alfreds Edwards dan Helbert Kilpin dengan nama awal Milan Cricket and Football Club ( klub kriket dan sepakbola Milan ).

Pada awal pendirian klub tersebut, Edwards berperan sebagai presiden klub, sementara Kilpin menjadi kapten tim merangkap sebagai pelatih. Sebelum melanglang buana ke Italia dan mendirikan Ac Milan, Kilpin terlebih dahulu malang melintang di  klub Inggris seperti di Notingham Forest serta beberapa klub lainnya. Kilpin lahir 14 Januari 1870 di kota Notingham.

Selasa, 10 Mei 2011

Milan Scudetto ke-18

Setelah puasa gelar di liga domestik sejak 2004, dini hari tadi AC Milan mampu menyudahi puasa tersebut. Datang ke kota Roma dengan keyakinan besar, Milan menyudahi pertandingan di Olimpico Roma tersebut dengan hasil imbang. Hasil ini cukup bagi Milan untuk mengunci gelar ke-18 mereka di Liga Italia.
Partai ke-36 serie-A Italia yang berlangsung antara tuan rumah AS Roma vs AC Milan ini sebenarnya pertandingan sarat kepentingan. Roma berkepentingan memenangkan partai ini untuk mengejar satu tiket  sisa liga Champion. Sementara AC Milan berupaya mengamankan scudetto yang sudah di depan mata. Hanya bedanya Roma hasru memenangkan partai ini, sementara Milan cukup menahan seri AS Roma maka scudetto akan mereka raih. Karena dengan tambahan 1 poin saja, Milan sudah pasti juara meski kalah di partai sisa dan Inter memenangkan seluruh partai.
Sejak kick off babak pertama Roma terlihat lebih ngotot mengejar kemenangan untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen yang masih bertengger di posisi ke-6 dan berselisih satu poin dari peringkat 4 serie-A. Pertandingan baru memasuki menit ke-13 saat upaya Roma mulai terlihat melalui aksi Rodrido Taddei yang melebar.
Tekanan dari Roma masih terus berlanjut. Beberapa menit kemudian, kesalahan Iganzio Abate membaca arah umpan silang hampir membuat Roma unggul. Umpan yang berhasil dipotong Abate tersebut malah mengarah ke Taddei yang berdiri bebas. Tak menyia-nyiakan kesempatan Taddei melepaskan tendangan kerasnya yang masih mampu diblok Abbiati dengan baik.
Memasuki menit ke-23 ancaman Roma kembali datang. Umpan tarik Casetti kepada Vucinic yang berdiri bebas mampu dipotong dengan baik oleh Nesta. Di akhir babak pertama Simplicio berhasil merangsek masuk kotak penalti Milan, namun bola berhasil dikuasi dulu oleh Abbiati.
Selama babak pertama Milan tidak melakukan tendangan yang tepat ke arah gawang sama sekali. Milan hanya melakukan 3 kali percobaan yang semuanya meleset dari arah gawang. Tendangan pertama dilepaskan Boateng di menit ke-10, sayang tendangannya melambung tipis di atas gawang Doni. Di menit ke-39 Ibrahimovic membuang peluang percuma. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Milan mencoba mengambil inisiatif serangan. Pertandingan baru berjalan semenit, saat aksi Robinho digagalkan tiang gawang. Setelah menerima umpan terobosan, Robinho mencungkil bola melewati jangkauan Doni yang sayangnya bola tertahan tiang gawang.
Belum sampai semenit dari gebrakan Robinho, upaya Ambrosini menyambut umpan tendangan bebas digagalkan oleh aksi bek roma. Di menit ke-60, Boateng membuang percuma peluang yang dia dapatkan. Memanfaatkan umpan terobosan Ambrosini, tendangannya masih meluncur tipis di sisi kiri gawang Doni.
Roma sendiri bukan tanpa peluang. Setelah ancaman Robinho, Totti dan Simplicio membuat lini belakang Milan berjibaku. Sayang tendangan Totti berhasil diblok, sementara Simplicio tendangannya meleset dari sasaran.
Untuk meningkatkan daya serang, Montella menarik keluar Vucinic dan memasukkan pemain pinjaman dari Milan, Marco Brorriello. Masuknya pemain yang di partai pertama di San Siro tahun lalu menciptakan gol kemenagan Roma tersebut membuat permaianan semakin menarik. Milan tak lagi sedominan di awal babak kedua. Meski secara statistik Milan masih menguasai ball Possesion.
Di pertengahan babak kedua, Milan berupaya mencetak gol kemenangan. Sayang tendangan bebas Ibrahimovic dari luar kotak penalti mampu digagalkan oleh Doni. Bola rebound yang dikejar Seedorf berhasil diblok oleh pemain bertahan Roma.
Setelah moment tersebut, Milan lebih banyak memainkan ball possesion. Hal ini membuat Roma seakan mendapatkan angin. Beberapa kali kesalahan kecil dilakukan oleh pemain Milan. Van Bommel sempat kehilangan bola beberapa kali dan hal ini sempat mengancam gawang Milan. Beruntung sampai akhir pertandingan Abbiati mampu menjaga keperawanan gawangnya.
Dengan hasil ini, Milan memastikan gelar domestiknya yang ke-18. Apapun hasilnya, meski diakhir musim inter berhasil menyamai poin Milan, mereka tetap juara. Karena Milan unggul dalam head to head dari Inter yang telah kalah di dua pertemuan musim ini.
Sementara bagi Roma, hasil ini membuat upaya mereka mengakhiri musim ini dengan duduk manis di peringkat ke-4 terancam batal. Untuk sementara Roma naik ke peringkat 5 dengan 60 poin. Tapi jika Lazio dan Udiniese memenangkan partai minggu sore, maka roma akan kembali turun ke peringkat 6.
Forza Milan
Note : Diolah dari berbagi sumber, Foto pinjam di kompas

Senin, 14 Maret 2011

Benarkah Kaka telah Sepakat ke Milan?

Semalam saat buka kompas bola mata saya terkejut membaca berita tentang deal Milan dan Madrid tentang transfer Kaka. Dalam berita tersebut Madrid setuju jika Kaka balik lagi ke Milan dengan nominal transfer antara 20-30 juta euro. Hal ini diperkuat dengan kehadiran sang ayah Bosco Leite menyaksikan partai Milan vs Napoli.
Berita ini seperti hiburan yang menyenangkan bagi para milanisti setelah kegagalan Milan di ajang liga Champion Eropa. Seperti yang kita tahu, isu transfer Kaka kembali ke Milan sudah rame sejak november tahun lalu. Waktu itu beredar kabar jika Kaka akan balik di Milan pada  bursa tranfers januari. Namun seiring berakhirnya waktu, akhirnya berita tersebut tidak terbukti.
Kini setelah Kaka kembali mengalami cedera dan dipastikan absen selama 15 hari, isu tranfers Kaka ke Milan kembali mengemuka.  Kaka yang setelah sembuh dari cedera lebih banyak menghuni bangku cadangan, menurut beberapa sumber sudah mendapat lampu hijau dari mourinho untuk meninggalkan Madrid. Hal  ini tak lepas dari performa Kaka yang kalah mengkilap dibandingkan Oziel dan Di Maria.
Beberapa waktu lalu Galliani menyatakan jika Milan tak akan sanggup membayar gaji Kaka yang dalam setahun mencapai 9 juta euro. Namun seiring dengan akan berakhirnya kontrak 9 pemain Milan di akhir musim nanti, bisa jadi deal transfer tersebut akan tercapai.
Meski kompas.com dan Tv one memberitakan jika deal transfers telah terjadi, namun setelah saya kunjungi beberapa situs berita online hal itu hanya sebatas rumor. Detik.com dan tribunnews.com serta harian topskor belum memberitakan tentang deal tersebut. Bahkan situs berita Ac Milan di Indonesia, milanku.com pun belum memberitakan  tentang transfers tersebut.
Beberapa waktu lalu secara tersirat Berlusconi menyatakan jika Kaka benar-benar kembali ke Milan maka itu adalah hadiah yang indah buat para Milanisti tentunya. Dan masih menurut Berlusconi jika kemungkinan itu selalu ada meski sekecil apapun.
Menarik untuk kita ikuti proses transfer Kaka ke Milan. Setelah itu akankah Kaka bernasib seperti Shevchenko yang gagal bersinar saat kembali nanti? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban akan kebenaran hal tersebut.
Forza Milan
Denpasar, 11032011.1419
Masopu

Minggu, 06 Maret 2011

Tribute to Paolo "Ill Capitano" Maldini

Paolo Maldini pemain yang setia membela Milan dari awal karirnya di tahun 1986 sampai pensiun pada tahun 2009 lalu
Metamorfosa penampilan Paolo dari awal karir sampai pertengahan dekade "90'an

Selasa, 01 Maret 2011

Aksi Pato Menangkan Milan


Menjelang partai big match antara tuan rumah AC Milan VS Napoli di pekan ke 27 lega calcio serie A, Napoli bertekad memupus tabu kemenangan mereka atas tim kota mode tersebut. Namun sayang tekad Napoli untuk memupus tabu kemenangan saat menyambangi markas Ac Milan Stadion San Siro tersebut gagal dilakasanakan. Aksi gemilang Pato di partai tersebut membuat Napoli pulang dengan kepala tertunduk.

Partai antara pemuncak klasemen melawan tim peringkat 3 tersebut awalnya berawal seimbang dan terkesan membosankan sepanjang babak pertama. Agresivitas Milan harus menemui halangan tembok kokoh Napoli yang bermain dengan kolektivitas tinggi. Sepanjang babak pertama tersebut, Milan hanya melepaskan 5 usaha tembakan ke arah gawang De Sanctis dengan satu usaha yang tepat ke arah pelukan penjaga gawang. Satu-satunya usaha tersebut dilakukan oleh bek Thiago Silva dari dekat garis tengah lapangan.

Kokohnya koordinasi lini tengah dan belakang Napoli membuat Milan sedikit kesulitan menembus area pertahanan Napoli. Trio defender Campagnaro-Cannavaro-Aronica begitu disiplin mengawal pergerakan para pemain Milan. Ketatnya lini pertahanan Napoli membuat bola lebih banyak bergulir di tengah lapangan. HIngga babak pertama berakhir skor imbang tanpa gol tak terelakkan.

Memasuki babak kedua, Ac Milan langsung menggebrak lini pertahanan Napoli. Baru 2 menit pertandingan berjalan, Van Bommel hampir saja menyarangkan gol pertamanya di Serie A, andai De Sanctis tidak sigap menepis bola tandukkannya.

Tekanan Milan membuahkan hasil di menit ke-48 saat secara kontroversial wasit menunjuk titik putih setelah melihat bola menyentuh tangan Salvatore Aronica. Bermula dari tendangan sudut Robinho, bola diperebutkan oleh Ibra dan Cannavaro. Akibat perebutan tersebut, terjadi skrimit di sebelah kanan gawang Napoli, bola yang hampir keluar dari area permainan tersebut berhasil disundul ke tengah kotak penalti. Sayang upaya Aronica menutup sundulan Pato, malah menyebabkan bola menyentuh tangannya. Tak ayal wasit menunjuk titik penalti. Tendangan 12 pas tersebut diselesaikan dengan baik oleh Ibra untuk merubah skor 1-0.

Selepas penalti kontroversial tersebut, permainan berlangsung sedikit lebih terbuka. Napoli mulai bermain terbuka dan menyerang. Namun kokohnya duet Nesta-Silva di lini pertahanan Milan, membuat serangan Napoli sering tertahan di kaki mereka.

Keasyikan menyerang, Napoli kembali dikejutkan oleh gol Boateng. Memanfaatkan umpan tarik Pato, Boateng yang baru masuk menggantikan Robinho mengirimkan sontekan pelan ke gawang Napoli yang tak mampu di jangkau oleh De Sanctis. Gol di menit ke 77 tersebut, membuat Napoli bermain semakin terbuka.

Belum lagi Napoli mengejar ketinggalan 2 golnya dari Milan, Pato kembali menjadi mimpi buruk untuk Napoli. Menerima umpan sundulan dari Van Bommel di daerah pertahanan sendiri, Pato berlari menggiring bola sambil mendapat kawalan dari pemain Napoli. Melihat De Sanctis agak maju, dengan dingin Pato mengirim bola ke sisi kiri gawang Napoli saat masih dalam kawalan ketat 2 pemain Napoli.

Gol ke-3 Milan tersebut benar-benar meruntuhkan kolektivitas permainan Napoli. Mereka semakin tergesa-gesa melakukan serangan. Sehingga serangan mereka banyak tertahan di kaki pemain tengah dan pemain belakang Milan.

Dengan kekalahan ini, pupus sudah keinginan Napoli memupus tabu kemengan atas Milan yang telah berlangsung selama 25 tahun sejak 1986 lalu. Selain itu gagal pula keinginan Napoli menyamai perolehan poin Milan. Kekalahan ini juga membuat posisi Napoli melorot ke posisi 3 di bawah Ac Milan dengan 58 poin dan Inter Milan di posisi dua dengan poin 53. Sedang Napoli di posisi tiga dengan 52 poin.

Susunan pemain:
Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Alessandro Nesta, Marek Jankulowski (Urby Emanuelson 72), Ignazio Abate (Massimo Oddo 81); Mark van Bommel, Robinho (Kevin-Prince Boateng 63), Mathieu Flamini, Gennaro Gattuso; Zlatan Ibrahimovic, Alexandre Pato

Napoli: Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica, Hugi Armando Campagnaro; Walter Gargano (Hassan Yebda 84), Michele Pazienza, Andrea Dossena, Christian Maggio (José Ernesto Sosa 79); Edinson Cavani, Giuseppe Mascara (Juan Zuniga 65), Marek Hamsik

Wasit: Gianluca Rocchi
Note : Sudah dipublish di Kompasiana sebelumnya

Jumat, 07 Januari 2011

Milan Menang Lazio Imbang


Laga pekan ke-18 lega Calcio serie A baru saja berakhir. Beberapa kejutan terjadi di laga pertama serie A di tahun 2011 ini. Di Turin tuan rumah Juventus dipermalukan Ac Parma dengan skor telak 4-1 melalui aksi pemain pinjaman dari Juventus yang sempat digadang-gadang sebagai ” The New Alex Del Piero” Sebastian Giovinco dan striker gaek asal argentina Hernan Crespo. Sementara Lazio ditahan imbang oleh genoa dengan skor 0-0.

Sementara di partai lainnya si stadion Saint Elia Cag;iari harus mengakui keperkasaan pemuncak classifica Ac Milan dengan skor 0-1 melalui gol yang dicetak oleh pemain muda dari akademi sepakbola Milan Rodney Stresser di menit ke-82. Dengan raihan poin sempurna ini, Ac milan berlari meninggalkan perolehan angka Lazio di tempat kedua dengan selisih 5 poin.

Pada partai tersebut sebenarnya Milan tidak turun dengan kekuatan terbaiknya. Beberapa pemain sedang menjalani perawatan akibat cidera yang menerpa mereka. Setidaknya 5 pemain inti mereka tidak dapat tampil di partai tersebut karena cedera, mereka yang masih dalam tahap pemulihan adalah Alesandro Nesta, Andrea Pirlo, Mathiue Flamini, Kevin Prince Boateng dan Gianluca Zambrotta. Sementara Zlatan Ibrahimovic menjalani skorsing laranga sekali tampil akibat terkena akumulasi kartu kuning.

Untuk mengisi beberapa posisi kosong tersebut, Alegri membuat sedikit perubahan dengan memasukkan darah muda asal jerman Alexandre Merkel di posisi barisan tengah. Merkel bermain bersama dengan tiga gelandang senior Ill Diavolo yakni Ambrossini, Seedorf dan Gattuso. Sementara untuk mengisi barisan pertahanan Alaegri mempercayakan pada kuartet Abate, Tiago, Bonera dan Antonini. Sementara Pato yang baru pulih dari cedera mengisi lini depan bersama kompatriotnya Robinho untuk mengisi pos yang ditinggalkan oleh Ibrahimovic.

Pertandingan sendiri berjalan agak monoton dengan begitu banyaknya guliran bola yang berpusat ditengah lapangan. Sepanjang 45 menit babak pertama hanya ada satu peluang yang tercipta melalui pemain tuan rumah Michele Canini, sayang tendangannya masih membentur mistar gawang Milan yang dijaga oleh Cristian Abbiati. Sementara Milan yang tampil tanpa Pirlo hampir tanpa peluang sepanjang babak pertama tersbut.

Memasuki babak kedua jalannya pertandingan agak lebih baik dibandingkan dengan babak sebelumnya. Pertandingan baru berjalan beberapa menit saat sundulan Pato berhasil diblok oleh kiper Cagliari. Memasuki menit ke-53 Nene hampir saja menjebol gawang Milan andai tandukannya tidak dibelokkan oleh kaki Abbiati. Peluang ini berawal dari blunder yang dilakukan oleh Abbiati sendiri yang salah memberikan umpan kepada pemain Milan.

Melihat permainan Milan tidak berkembang, Alegri mencoba merubah keadaan dengan memasukkan darah muda di lini tengah Milan. Rodney Stresser masuk di menit ke-58 untuk menggantikan peran yang dipegang oleh Merkel. Menit ke-74 akhirnya Alegri memberi kesempatan Antonio Cassano melakukan debut resmi bersama Milan. Cassano masuk menggantikan Gattuso. Masuknya Cassano membawa perubahan pada pola serangan Milan. Baru 8 menit Cassano masuk, dia sudah beraksi memberikan asissts yang diselesaikan dengan lesakan gol oleh pemain pengganti lainnya Rodney Stresser.

Alegri mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Dia memberi catatan khusus untuk permainan yang ditampilkan oleh dua pemain muda didikan akademi Milan. Menurut Alegri penampilan kedua pemain muda tersebut sangat membanggakan klub. Sementara untuk Casano dia juga menyampaikan pujiannya. Dengan kondisi fisik yang belum seratus persen Cassano mampu membawa perubahan yang signifikan pada pola permainan Milan.

Dengan hasil-hasil pertandingan sampai sejauh ini, maka peluang Milan untuk mempertahankan posisinya dipuncak klasemen semakin terbuka lebar. Apalagi dengan hasil yang diperoleh oleh Juventus dan Lazio. Sementara itu Roma memetik kemengan 4-2 atas Catania dan Inter mengalahkan Napoli 3-1.

Selasa, 23 November 2010

Barbara Berlusconi, Presiden Masa Depan Milan

Milan - Kekuasaan Silvio Berlusconi di AC Milan masih akan bertahan cukup lama. Meski belum merencanakan mundur dari jabatannya, sang presiden sudah mengelus calon penerus yang tak lain adalah anaknya sendiri.
Milan - Kekuasaan Silvio Berlusconi di AC Milan masih akan bertahan cukup lama. Meski belum merencanakan mundur dari jabatannya, sang presiden sudah mengelus calon penerus yang tak lain adalah anaknya sendiri.

Nama anak perempuan yang tengah disiapkan Berlusconi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Milan adalah Barbara Berlusconi. Wanita berambut pirang dan berwajah cantik tersebut saat ini masih berusia 26 tahun dan sudah memiliki dua orang anak.

Barbara saat ini tidak menduduki jabatan apapun di banyak perusahaan yang dimiliki ayahnya itu. Inilah yang kemudian menguatkan indikasi kalau dia bakal dijagokan untuk menjadi presiden Diavolo Rosso di masa mendatang.

Barbara bahkan tak sekalipun melewatkan pertandingan Milan di awal musim ini dari tribun penonton. Anak Berlusconi dari perkawinan keduanya dengan Veronica Lario itu bahkan ikut berkunjung ke Santiago Bernabeu saat Rossoneri bertarung di Liga Champions menghadapi Real Madrid.

Dikutip dari Elmundodeportivo, sebagai tahap awal Barbara akan membantu divisi pemasaran klub pemilik tujuh gelar Liga Champions itu. Seiring berjalannya waktu, sarjana filosofi tersebut bakal masuk jajaran dewan direksi.

Nama anak perempuan yang tengah disiapkan Berlusconi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Milan adalah Barbara Berlusconi. Wanita berambut pirang dan berwajah cantik tersebut saat ini masih berusia 26 tahun dan sudah memiliki dua orang anak.

Barbara saat ini tidak menduduki jabatan apapun di banyak perusahaan yang dimiliki ayahnya itu. Inilah yang kemudian menguatkan indikasi kalau dia bakal dijagokan untuk menjadi presiden Diavolo Rosso di masa mendatang.

Barbara bahkan tak sekalipun melewatkan pertandingan Milan di awal musim ini dari tribun penonton. Anak Berlusconi dari perkawinan keduanya dengan Veronica Lario itu bahkan ikut berkunjung ke Santiago Bernabeu saat Rossoneri bertarung di Liga Champions menghadapi Real Madrid.

Dikutip dari Elmundodeportivo, sebagai tahap awal Barbara akan membantu divisi pemasaran klub pemilik tujuh gelar Liga Champions itu. Seiring berjalannya waktu, sarjana filosofi tersebut bakal masuk jajaran dewan direksi.

Kamis, 04 November 2010

Rekor-rekor Inzaghi

Pertandingan antar AC Milan Melawan Real Madrid yang berkesudahan dengan hasil imbang 2-2 mungkin akan menjadi malam indah yang tak akan dilupakan oleh striker gaek tim tuan rumah. Di partai ini Inzaghi yang masuk di menit ke 60 menggantikan Ronaldinho menghadirkan 3 rekor pribadi untuknya. Memang Milan gagal menjaga keunggulan yang diraih melalui 2 gol Inzaghi yang dibalas oleh gol Pedro Leon.
Ketiga rekor yang dibukukan oleh bomber gaek berjuluk super pippo ini adalah pencetak gol tersubur di partai resmi Eropa,rekor pencetak gol tertua di liga Champion, serta rekor pencetak gol tersubur tuk Ac Milan.
Rekor pencetak gol terbanyak di ajang liga antarklub Eropa sampai sebelum pertandingan ini berlangsung dipegang oleh striker gaek Schalke 04 yang juga mantan kapten tim Rel Madrid yakni Raul Gonzales dengan torehan 70 gol yang dia cetak di matchday ketiga liga champion musim ini 2 minggu lalu. Dengan tambahan 2 golnya semalam Inzaghi kini telah mencetak 70 gol di kancah antarklub benua biru tersebut sama dengan rekor gol Raul.
Rekor kedua yakni pencetak gol tertua di liga champion. Rekor tersebut dicetak setelah mematahkan rekor yang dibukukan oleh kapten tim Inter Milan saat meraih kemenangan 4-3 atas Totenham 2 minggu yang lalu. Saat mencetak gol di partai ini Super Pippo telah berumur 37 tahun 87 hari, terpaut 8 hari lebih tua dari Zanetti yang mencetak gol saat berusia 37 tahun 79 hari di matchday ketiga liga champion 2010-2011.
Rekor ketiga yang dicetak oleh Bomber yang merupakan kakak kandung mantan bomber timnas Italia dan Lazio Simone Inzaghi ini adalah melampui rekor gol klub yang dicetak oleh Marco Van Basten. Meski rekor gol Inzaghi masih kalah dari rekor gol legenda Milan era 1950-an Gunnar Nordhal dengan 232 golnya, tapi setidaknya dia bisa berbangga bisa melampui rekor salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki oleh Ac Milan tersebut.
Forza Rossonerri

Rabu, 20 Oktober 2010

Ronaldo bawa Madrid bekuk Milan

Pertarungan dua tim peraih terbanyak gelar liga champion terjadi di Santiago Barnebue antara Real Madrid vs Ac milan. Laga yang terjadi di grup neraka ini dimulai dengan kick off yang dilakukan oleh Ibrahimovic dan Pato. Seperti yang telah diduga sebelumnya Milan yang kebanyakan dihuni pemain yang sudah berumur agak kewalahan menghadapi pemain madrid yang bermaterikan pemain muda bertalenta hebat.
Saat laga memasuki menit ke 12 berawal dari kesalahan yang dilakukan Pato dalam memarking Alonso, sehingga madrid memperoleh tendangan bebas tepat didepan gawang yang dijaga oleh Marco Amelia. Ronaldo yang bertindak sebagai algojo tendangan bebas tersebut berhasil memanfaatkan celah yang ada saat pagar betis yang dilakukan pemain Milan terbuka. dengan tendangannya yang terarah Ronaldo membidik sisi kiri gawang amelia melalui sela-sela pemain Milan yang keburu melompat untuk menahan bola.
Gol ini menambah semangat pemain Madrid dalam melakukan serangan, berselang 1 menit dari gol pertama tersebut, Madrid menggandakan kemenangan melalui tendangan Mesut Ozil yang dibelokkan arahnya oleh badan Bonera. Amelia yang sudah terlanjur menjatuhkan badan ke kiri hanya bisa terpaku melihat bola bergulir pelan ke gawang yang dia kawal.
Tertinggal 2 gol, para pemain Milan tidak tinggal diam, beberapa kali peluang diciptakan pemain Milan sepanjang babak pertama. Bahkan dari statisitik sepanjang babak pertama Milan mempunya 3 kali shoot on goal berbanding 4 yang dimilik Madrid. Peluang terbaik terjadi di menit ke 30 ketika tendangan bebas pirlo ke sudut kanan atas gawang masih bisa diblok dengan baik oleh Casillas.Berselang 3 menit seedorf yang lepas dari kawalan Carvalho melepaskan tendangan yang masih melambung diatas gawang Casillas.
Di menit-menit selanjutnya banyak peluang yang diciptakan pemain Madrid. Dimenit 36 tendangan keras CR7 masih mampu diblok dengan baik oleh Amelia., Begitupun tendangan keras ozil yang kembali mampu diblok oleh amelia. Milan hanya memiliki satu peluang memalui Pato yang sayangnya tendangannya masih melebar.
Di babak ke dua pemain Milan yang sudah kehabisan tenaga berusaha untuk membalas 2 gol Madrid di babak pertama.Namun tak juga dapatkan peluang bagus. Hal ini membuat Allegri melakukan beberapa pergantian pemain yakni memasukkan Prince Boateng di menit ke 58 untuk menggantikan Gatuso dan Robinho menit ke 71 masuk untuk menggantikan ronaldinho. Serta di menit ke 71 striker gaek Inzaghi masuk menggantikan Pato. Masuknya ke tiga pemain ini membawa sedikit perubahan alur serangan dari Milan. Puncaknya di menit ke 82 tendangan Robinho mengarah ke gawang Madrid, beruntung Casillas masih mampu menahannya.
Sebelumnya di menit ke 80 berawal dari pergerakan Robinho yang memberikan umpan terobosan  ke Super Pippo di sisi kiri pertahanan Madrid, Bola kemudian di umpan ke mulut gawang madrid. sayang umpan terukur dari Pippo tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Ibra yang dikawal dengan ketat oleh Pepe. Bola bergulir dengan pelan di sisi kanan gawang Casillas.
Madrid sendiri bukannya tanpa peluang di babak kedua. di menit ke 51 hampir saja Higuain menambah gol, andai tendangannya tidak melebar. Begitupun dengan tendangan Ronaldo yang masih melambung di menit ke 70. Serta tendangan Pepe di menit ke 89 memanfaatkan kemelut di depan gawang MIlan. Kemelut terjadi saat tendangan keras Ronaldo dari tendangan bebasnya masih membentur pagar yang dibuat pemain Milan. Bola liar yang dicocor Pepe masih melebar di sisi kiri gawang.
Sepanjang 90 menit permainan berjalan dengan baik. Terbukti hanya 2 kartu kuning yang mewarnai partai ini. Keduanya diberikan kepada pemain MIlan yakni bek Daniel Bonerra di menit ke 73 dan Kevin Prince Boateng di menit ke 75. Perbandingan ball possesion 58% untuk Madrid berbanding 42% persen untuk Milan.
Satu kredit khusus patut diberikan kepada Amelia yang melakukan debut di liga Champion. Dia berulang kali menggagalkan tendangan keras CR7, ozil dan juga Higuain. Serta Luca Antonini yang begitu gigih menjaga daerah kiri MIlan. Sayang tidak adanya Thiago Silva menyebabkan Nesta harus berjuang sendirian di belakang.

Selasa, 19 Oktober 2010

Ancaman Trio Milan

Menjelang bergulirnya laga bigmatch liga champions antara juara liga chanpion 9 kali Real Madrid Vs Ac Milan di Santiago Barnebue rabu dinihari besok. direktur olahraga Real Madrid, Jorge Valdano mengungkapkan ketakutannya terhadap ancaman trio pemain MIlan yang merupakan eks pemain la liga yakni Ibrahimovic, Ronaldinho dan Robinho.
Ibrahimovic yang hanya setahun merasakan panasnya persaingan di la liga, pastinya sangat termotivasi untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemain hebat yang patut untuk tetap diperhitungkan, sekaligus memupus anggapan dari pelatih Barcelona ( Pep Guardiola - klubnya di la liga musim kemarin ) yang telah menganggap dia sebagai pemain selfish/individual. Sejak main di Milan permainan Ibra lebih kolektif dan tidak terlihat egois lagi.
Ronaldinho yang sempat merasakan dua gelar la liga, 1 liga champion bersama Barcelona tentu juga mempunyai motivasi lebih untuk membuktikan diri, kalau dia belum habis dan masih bisa bermain di level tinggi. Selain itu dia juga saat ini merasa enjoy main bersama milan. Ronaldinho merasa bermain di Milan serasa seperti saat awal dia bermain bola, hanya enjoy menikmati setiap menit pertandingan dan tidak merasa terbebani dengan hal-hal diluar lapangan.
Robinho adalah mantan punggawa Madrid dari 2006-2008 sebelum akhirnya dijual ke Manchester City senilai 32,5 juta poundsterling.Robinho ingin membuktikan bahwa keputusan Madrid membuang ke Manchester City adalah keputusan yang salah. Dia merasa masih mampu untuk bersaing dengan para punggawa baru Madrid, sekaligus memberi tamparan keras kepada Florentino Perez dan Jorge valdano sendiri untuk menghargai pemainnya lebih baik lagi.
Selain ketiga pemain tersebut Madrid juga harus mewaspadai kebangkitan kembali Alexandre Pato yang pada partai terakhir serie A mencetak 2 gol ke gawang Chievo Verona. Pemain yang selama musim kemarin sampai awal musim ini bolak-balik dirundung cidera tentu ingin membuktikan diri kalau dia lebih layak untuk disandingkan dengan Ronnie-Ibra di lini depan MIlan.
Bagaimanapun juga meski Madrid dihuni pemain kelas satu, tatap harus mewaspadai Ac milan yang musim kemarin dengan keadaan pemain yang tidak sebaik musim ini mampu mengalahkan Madrid di kandang sendiri melalui gelontoran goal dari Pato.
Semoga partai di Santiago Barnebue menjadi partai yang menarik dan layak menjadi tontonan yang kita tunggu dan kita nantikan.

Minggu, 17 Oktober 2010

Silva Absen Hadapi Madrid?

Foto: Thiago Silva (Daylife)
MILAN - Dibalik kemenangan atas Chievo di laga serie A, AC Milan harus menerima kenyataan yang kurang menyenangkan. Thiago Silva yang mengalami cedera kemungkinan akan absen saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions.

Pemain asal Brazil itu mendapatkan cedera di babak kedua. Ketika itu Silva mengalami keseleo pada pergelangan kaki kirinya setelah terjatuh canggung dengan Cyril Thereau yang mendarat tepat di atasnya.

Silva yang tampak begitu kesakitan segera digotong keluar lapangan. Kemudian Massimiliano Allegri menunjuk Daniele Bonerra untuk mengantikan posisi Silva di lini pertahanan sentral.

Jelas ini mengundang kecemasan untuk kubu Il Diavolo. Pasalnya Milan akan bertandang ke Santigo Bernabeu untuk memperebutkan poin penuh dengan Madrid di Penyisihan Liga Champions Grup G, Rabu (20/10/2010) dini hari WIB.

Bonerra sendiri baru saja pulih dari masa cederanya. Meski belum dipastikan siapa yang akan menggantikannya, namun sepertinya Bonerra akan dimainkan dan dipasangkan dengan Alessandro Nesta.
(fmh)

Milan Rebut Tahta

Foto: Alexandre Pato/Reuters
MILAN – AC Milan sukses memuncaki klasemen Serie A. I Rossoneri merebut poin penuh setelah membungkam Chievo Verona 3-1.

Dengan kemenangan ini, maka untuk sementara Milan berhasil merebut puncak klasemen dari tangan Lazio. Alessandro Pirlo dkk mengumpulkan 14 angka, unggul satu angka dari Lazio yang baru bertanding besok malam.

Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (17/10/2010) dini hari WIB, pelatih Massimliano Allegri mengandalkan trio Alexandre Pato, Zlatan Ibrahimovic dan Ronaldinho untuk menggempur pertahanan lawan.

Pato menjawab kepercayaan Allegri dengan membuka keunggulan Milan pada menit 17. Memanfaatkan umpan silang Ibrahimovic, tembakan kaki kanan bomber asal Brasil membuat kiper Stefano Sorentino tidak berdaya. 1-0 Milan memimpin.

Sebenarnya Chievo bukan tanpa perlawanan. Menit 28, gelandang Kevin Constant memiliki dua peluang emas menyamakan kedudukan. Tapi, dengan cekatan Christian Abbiati memblok tendangan Constant.

Kerja sama apik Pato-Ibrahimovic kembali membuat pertahanan Chievo. Terbukti menit 30, Pato kembali berhasil menggetarkan gawang Sorentino setelah meneruskan umpan terukur Ibrahimovic. Skor berubah menjadi 2-0.

Chievo mencoba memberikan sedikit perlawanan di babak kedua. Namun, Milan sempat membuat gol lewat kaki Ronaldinho. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap pemain asal Brasil sudah berada pada posisi offside.

Chievo justru berhasil mencuri gol di pertengahan babak kedua tepatnya menit 70. Uniknya, gol dilesatkan Ibrahimovic yang justru membelokkan sundulan Thereau ke gawang Abbiati. Skor berubah menjadi 2-1.

Gol ini membuat pemain Chievo semangat. Tim berjuluk The Flying Donkey ini mencoba mencari gol tambahan untuk menyamakan kedudukan. Namun usaha keras tersebut justru menjadi sia-sia.

Pasalnya justru Milan yang menambah pundi-pundi gol. Adalah pemain yang baru masuk Robinho memastikan kemenangan I Rossoneri beberapa saat menjelang pertandingan berakhir. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain :
Milan: Abbiati; Zambrotta, Nesta, Thiago Silva (Bonera 61), Antonini; Gattuso, Pirlo, Seedorf (Boateng 78); Ronaldinho; Pato (Robinho 69), Ibrahimovic.

Chievo: Sorrentino; Frey, Andreolli, Cesar, Mantovani; Bentivoglio (Fernandez 45), Rigoni, Constant; Bogliacino; Pellissier, Granoche (Thereau 45).
(hmr)

Pato & Dinho Sambut Kemenangan Milan

Foto: Alexandre Pato, Ronaldinho dan para punggawa AC Milan Lainnya (Daylife)
MILAN - Alexandre Pato dan Ronaldinho menyambut kemenangan AC Milan atas Chievo 3-1 dengan suka cita.

Pato membuka keunggulan Milan dengan mencetak gol di menit ke 17. Tak puas menyarangkan satu gol, pemain Brazil itu kembali merobek gawang Chievo dan Milan memimpin sementara 2-0 di menit ke 30.

Meski di babak kedua skuad besutan Stefano Pioli itu sempat mengejar ketertinggalannya, namun Rossoneri tetap menunjukkan ketangguhannya. Kali ini Ronaldinho yang memastikan Milan menempati puncak klasemen serie A  sementara dengan hasil akhir 3-1.

Turut andil besar membawa kemenangan Milan, Pato pun tak mampu menyembunyikan lagi raut bahagianya. “Saya senang dengan dua gol saya. Kami harus bisa melanjutkannya seperti ini,” ujar Pato kepada Sky Sport, Minggu (17/10/2010).

Kegembiraan juga dilontarkan oleh rekan satu timnya, Ronaldinho. “Saya selalu melakukan yang terbaik untuk membantu tim dan saya berterima kasih dengan para pemain. Saya menyukai bermain di belakang striker dan sangat penting untuk membantu tim,” tandas mantan bintang Barcelona.
(fmh)

Jumat, 15 Oktober 2010

FRANCO BARRESI ILL LEGEND

MILAN adalah Franco Baresi. Demikian pula sebaliknya. Pameo itu bertahan di San Siro selama hampir 20 tahun karier Franco Baresi di AC Milan sejak 1978-1997. Tak ada yang meragukannya. Tanpa Baresi, Milan seperti tidak utuh. Sebab, dia adalah pemimpin, inspirator, penjaga, sekaligus bangunan wibawa klub tersebut.

Itulah Baresi, legenda Milan yang baru-baru ini datang ke Jakarta. Selama kariernya, Baresi telah menjadi simbol AC Milan. Dia merupakan roh klub tersebut. Orang Italia menyebutnya il bandeira. Defender yang tak hanya menjadi pilar pertahanan AC Milan, tapi juga keseluruhan permainan tim.

Wajar jika pada partai terakhirnya bersama Milan pada 1997, ribuan tifosi I Rossoneri menangisinya. Seolah, mereka telah kehilangan segala kekuatannya. Baresi pun tak sanggup menahan haru.

“Seandainya bisa, aku ingin tetap muda lebih lama. Tapi aku sudah tua dan saatnya harus memberi tempat buat yang lebih muda. Toh, aku tidak meninggalkan Milan dan tetap bersama kalian,” kata Baresi yang saat itu langsung diangkat sebagai Wakil Presiden AC Milan.

Bersama Baresi, Milan memang telah mengeruk banyak kebesaran. Selain mendominasi Liga Serie-A, geng Giuseppe Meazza ini juga menguasai kompetisi Eropa. Tiga kali menjuarai Liga Champions, puls dua gelar Piala Interkontinental.

Sosoknya dianggap sakral dan tak tergantikan. Il Capitano, demikian dia disebut tifosi Milan. Dia sudah menjadi kapten sejak umur 22 dan begitu seterusnya sampai masa pensiun. Kepemimpinan panjang yang penuh kesan. Bagi mereka, sebutan Il Capitano sama halnya dengan “kamerad” buat seorang pemimpin negeri. Nomor punggungnya yang bernomor 6 pun disakrakalkan dan diabadikan.

“Nomor itu tak akan pernah dipakai pemain mana pun di Milan, karena sudah menjadi milik Franco Baresi. Dan, rasanya tak akan pernah ada lagi pemain seperti dia. Pemain yang begitu berjasa buat klub ini,” kata Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi.

Itu juga karena dedikasinya kepada klub begitu besar. Sejak masuk Milan, Baresi tak pernah melirik rumput klub lain. Baginya, Milan sudah menajdi bagian dari hidupnya. Dia begitu mencintai klub itu.

Padahal, godaan kepadanya begitu besar. Sebagai pemain yang dinilai defender terbaik saat itu, banyak klub yang membutuhkan pelayanannya. Namun, Baresi tak pernah tergoda. Sebab, semangat dan jiwanya berada di San Siro. Selain kehebatan permainan, kewibawaan, dan prestasi yang dia berikan, dedikasi serta kesetiaannya membuat sosoknya semakin sakral.

“Uang tidak akan pernah bisa menggantikan kesetiaan dan cinta. Aku tidak pernah berpikir pindah ke mana pun, meski ditawari gelimang kemewahan. Akan lebih memuaskan jika aku bisa mengakhiri karier di Milan,” katanya pada 1994, seusai membawa Milan juara Liga Champions.

DISAMAKAN BECKENBAUER
Sebagai defender, kemampuan Baresi memang luar biasa. Dia punya kecepatan, kekuatan, juga kecerdasan dalam membaca permainan. Selain itu, dia juga tenang dan berwibawa. Tak hanya teman-temannya yang hormat kepadanya, tapi juga para lawan. Faktor-faktor itu masih didukung keberanian yang besar, juga teknik yang tinggi.

“Dia defender terbaik dunia. Di masanya, tak ada pemain belakang yang bisa menandinginya. Kemampuannya bersaing dengan Franz Beckenbauer (defender Jerman, Red),” puji Giancarlo Rinaldi, pengamat sepak bola Italia.

Kebetulan, kedua legenda itu sama-sama punya inisial FB. Lagi pula, dalam bahasa sehari-hari Italia, Franco sering diucapkan dengan Franz atau Frank. Namun, bukan lantaran kebetulan itu yang membuat Baresi disamakan dengan Beckenbauer. Pemain asal Brescia ini memang memiliki gaya dan kualitas permainan yang sama dengan Beckenbauer.

“Saya kira, memang hanya dua defender yang begitu melegenda dan memiliki kewibawaan serta rekor yang hebat. Mereka adalah Beckenbauer dan Baresi. Keduanya punya kualitas yang setara,” puji Arrigo Sacchi yang pernah melatih Baresi di Milan.

Yang membedakan dari keduanya soal prestasi di timnyas. Beckenbauer begitu menonjol dan pernah membawa Jerman juara Piala Dunia 1974 sebagai pemain. Sementara Baresi belum sekali pun. Ketika Italia juara Piala Dunia 1982, dia hanya menajdi pemain cadangan dan tak pernah sekali pun bermain.

Di posisi bek tengah, nama Gaetano Scirea masih terlalu kuat. Pelatih Italia saat itu, Enzo bearzot mengatakan, “Baresi baru 22 tahun dan dia masih punya banyak wakt,” katanya.

Sayang, waktu yang dilaklui Baresi bersama Gli Azzurri kurang sukses. Dia hanya bisa membawa Italia berada di urutan ke-3 Piala Dunia 1990 dan runner-up di Piala Dunia 1994.

Meski begitu, kegagalan itu tak melunturkan kehebatannya. Sebagai kapten, dia tetap sosok berwibawa dan mampu mengatur tim dengan baik. Sebagai defender, dia benteng yang sulit ditembus. Sebagai tokoh, dia begitu menonjol hingga disebut Il bandiera. Ya, dia memang simbol sakral I Rossoneri yang sulit dicari penggantinya. (HPR)

Fakta Baresi
Nama lengkap:
 Franco Baresi
Julukan: Il Capitano, Piscinin
Lahir: Travagliato, Brescia (Italia), 8 Mei 1960
Posisi: Defender
Nomor kostum: 6
Karier klub: AC Milan (1978-1997)
Karier timnas: Italia (1982-1994)
Prestasi: Juara Serie-A (1978-79, 1987-88, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96), juara Piala Italia (1987-88, 1991-92, 1992-93, 1993-94), juara Liga Champions (1988-89, 1989-90, 1993-94), juara Piala Interkontinental (1989, 1990), juara Piala Super Eropa (1989, 1990, 1994)

Rekor-rekor Baresi
Gol di timnas: 1
Gol buat AC Milan: 12
Musim yang dijalani: 21
Jumlah pertandingan resmi: 716
Partai di Serie-A: 470
Partai di Serie-B: 61
Partai di Piala Italia: 97
Partai di timnas: 50
Partai di Liga Champions: 19
Partai di Piala Super Eropa: 6
Partai di Piala Interkontinental: 4
Partai di Mitropa Cup: 3
Partai di Piala Super Italia: 5
Partai di playoff UEFA: 1

Putra masalah
Tempat kelahiran Baresi di daerah Brescia bernama Travagliato. Dalam terjemahan bebas berarti “masalah”. Sebab itu, Baresi sering dinilai putra masalah. Bukan membawa masalah, tapi dia hidup dalam masalah yang cukup memprihatinkan.

Ketika masih 13 tahun, ibunya meninggal. Empat tahun kemudian ayahnya menyusul. Dia dan kakaknya yang juga pemain Inter Milan, Giuseppe Baresi, terpaksa merawat adik mereka, Lucia.

Itu pula sebabnya, Baresi sangat ingin menjadi pemain sepak bola untuk mengangkat derajat hidupnya. Selepas kematian ibunya, dia melamar ke tim junior Milan. Tapi, dia ditolak. Pada usaha keduanya, dia masih ditolak.

Meski begitu, dia tak putus asa. Ketika umurnya menginjak 14 tahun, Milan baru menerimanya. Keputusan tepat. Jika tidak, Milan pasti akan menyesal seumur-umur. Sebab, begitu masuk tim junior, Baresi langsung menonjol. Bahkan dia langsung menunjukkan sifat kepemimpinannya, selain menjadi pilar tim.

Empat tahun kemudian, tanpa ragu Milan langsung menariknya ke tim senior. Di musim pertamanya (1977-78), dia tampil gemilang. Setelah itu, dia selalu menjadi pemain utama. “Kerja keras dan dedikasi menjadi kunci utama untuk sukses,” demikian dia pernah berujar.

Anak yang tadinya hidup dalam kehidupan bermasalah dan di kota yang berarti masalah itu, akhirnya menyelesaikan masalah pertahanan di Milan. (*)

Kamis, 14 Oktober 2010

Milan: Bekap Chievo Dulu, Baru Pikirkan Madrid

Foto: Kevin-Prince Boateng/Getty Images
MILAN - AC Milan akan melakoni laga berat melawan raksasa Spanyol Real Madrid di ajang Liga Champions, pekan depan. Namun, sebelum itu, Zlatan Ibrahimovic dkk harus terlebih dulu meladeni perlawanan Chievo Verona di Serie A, akhir pekan ini.

Menyikapi dua laga di depan, gelandang Milan Kevin Prince Boateng enggan menyebut duel melawan Madrid di babak penyisihan Grup C menjadi prioritas utama timnya. Boateng menilai, Milan akan tetap fokus meraih hasil maksimal di dua laga tersebut, dan untuk saat ini fokus timnya hanya ke laga Chievo.

“Kami ingin meraih kemenangan melawan Chievo. Dan usai melakukannya, baru kami akan bersiap menghadapi Madrid yang pastinya bakal sulit,” ujar Boateng seperti dikutip Milannews, Kamis (14/10/2010).

“Tim sedang dalam kondisi yang bagus dan kami siap menghadapi kedua laga tersebut,” tambah gelandang 23 tahun tersebut.

Kemenangan atas Chievo memang menjadi hal yang wajib diraih Milan bila ingin terus bersaing memperebutkan scudetto. Saat ini Milan berada di posisi empat klasemen sementara dengan raihan 11 poin atau terpaut dua poin dari Lazio di puncak klasemen.

Sementara hasil maksimal juga wajib diraih Rossoneri saat bertandang ke markas El Real, Rabu (20/10/2010). Tambahan tiga poin akan membawa Il Diavolo memuncaki klasemen Grup A. Saat ini, Massimo Ambrosini dkk berada di urutan dua dengan koleksi empat angka atau tertinggal dua poin dari Madrid yang meraih hasil sempurna di dua laga awal. (acf)

Legenda Milan Nominasi Pelatih Azzuri U-21


Kegagalan timnas Italia U-21 lolos ke Piala Eropa dan Olimpiade 2012 membuat posisi pelatih Pierluigi Casiraghi terancam. Mantan striker Chelsea itu dianggap gagal dan segera dipecat oleh Federasi Sepakbola Italia (FIGC).

Seperti dilansir Tribal, Kamis 14 Oktober 2010, calon pengganti Casiraghi dirumorkan legenda AC Milan Alessandro 'Billy' Costacurta. Namanya dijagokan setelah salah satu pihak yang turut serta dalam pemilihan pelatih baru adalah mantan mentor Billy di Milan, Arrigo Sacchi.

Billy membela Milan di era 1986-2007. Mantan centre back ini pensiun di usia 41 tahun dan menjadi asisten pelatih di Rossonero. Setahun kemudian Billy menerima pinangan klub promosi Mantova untuk menjadi pelatih.

Timnas Italia U-21 yang jadi calon anak asuhnya baru saja tersingkir di babak play off Piala Eropa, Selasa 12 Oktober 2010. Azzuri muda dikalahkan Belarusia 3-0 di leg kedua. Menjadikan agregat kedua tim 2-3 setelah di leg pertama Italia menang 2-0.

Kegagalan ini juga memupus tiket Azzuri U-21 menuju Olimpiade 2012 yang akan berlangsung di London.
• VIVAnews

Rabu, 13 Oktober 2010

Allegri: Milan Memasuki Periode Krusial!


Foto: Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menegakan bahwa timnya akan memasuki periode krusial/GettyImages
MILAN - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menilai timnya akan memasuki periode yang fundamental selama sebulan ke depan. Dia menilai hasil yang dipetik I Rossononeri dalam empat pekan ke depan akan memberi gambaran terkait peluang Milan baik di kompetisi Serie A maupun Liga Champions.

Ya, komentar yang dilontarkan Alleggri kali ini merujuk pada sejumlah laga penting yang akan dilakoni Milan. Diketahui, dalam sebulan ke depan, Milan akan menghadapi lawan-lawan tangguh. Di kancah Serie A, mereka akan menghadapi lawan tangguh macam Napoli (26/10/2010), Juventus (31/10/2010) dan derby della Madonnina menghadapi Inter Milan pada 15 November 2010.

Tak hanya itu, di ajang penyisihan Grup G Liga Champions Massimo Ambrosini dkk juga bakal melakoni laga tak kalah berat. Salah satunya adalah dua kali pertemuan dengan raksasa Spanyol Real Madrid. Milan akan bertandang ke Santiago Bernabeu pada pertemuan pertama, 20 Okteber nanti, dan balik menjamu El Real di San Siro, dua pekan berikutnya.

Nah, jadwal ketat inilah yang disinyalir Allegri bakal memberikan gambaran awal dalam perjuangan skuadnya musim ini. Jika mampu melewati jadwal tersebut dengan mulus, mantan pelatih Cagliari ini percaya bila timnya bakal mampu mereguk sukses di akhir musim.

“Setelah para pemain kembali dari tugas negara, Rabu nanti, kami punya waktu dua hari untuk mempersiapkan diri melawan Chievo (lawan di akhir pekan ini). Setelahnya, kami akan menghadapi bulan yang fundamental hingga duel melawan Inter Milan, 14 November mendatang,” papar Allegri melalui situs resmi klub, Rabu (13/10/2010).

“Di periode tersebut, kami harus mampu meraih poin maksimum, karena hasil itu kemungkinan besar bakal jadi penentu hasil perjuangan kami sepanjang musim,” tandasnya.

Saat ini, Milan masih nangkring di posisi empat klasemen dengan raihan 11 poin. Skuad Il Diavolo terpaut dua poin dari Lazio yang memuncaki klasemen. Di liga Champions, Milan mengoleksi empat angka dari dua laga dan terpaut dua angka dari pemuncak klasemen sementara Grup G, Real Madrid yang akan mereka hadapi tengah pekan depan. (acf)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...