Tampilkan postingan dengan label Sepakbola lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Peningkatan Kualitas Wasit, Penting Untuk Pembinaan Pemain Muda


            Pembinaan pemain muda usia yang sedang digalakkan oleh PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husein merupakan salah satu cara memperbaiki kualitas pemain di masa yang akan datang. terlepas apakah nantinya Beliau akan tetap bertahan mengurus PSSI atau digantikan dengan pengurus yang lain, seharusnya program ini terus dilakukan. Namun ada hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam pembinaan pemain usia muda, yakni sektor wasit beserta aparat pendukungnya yakni Komdis.

            Kita semua sudah mengetahui, bahwa bibit-bibit usia muda yang bangsa ini miliki sejujurnya punya skill individu yang baik dan mampu bersaing dengan Negara-negara lain. Kita tentu masih ingat saat SSB yang berlokasi di Makasar pernah menembus 4 besar piala Danone. Atau keberhasilan kakak-kakak mereka selama dua tahun berturut-turut menjuarai AC Milan Throphy di Italia. Itu semua bukti bagaimana kualitas anak-anak muda Indonesia dalam bermain bola.

Pentingnya Pembinaan Usia Dini

                    Setelah masa-masa menjelang kejatuhan NH dan kawan-kawannya di PSSI dulu, saya memilih vakum menulis tentang PSSI. Bukan kecewa karena NH dijatuhkan, tetapi sejujurnya saya sudah melihat banyak teman-teman yang mengangkat masalah PSSI dan perjuangan melawan lupa. Perjuangan yang menurut saya tak akan pernah usai, karena pengusung rezim lama masih ada dan berkeliaran untuk membuat PSSI baru terlihat buruk di depan penikmat bola tanah air. Saya menyadari itu, karena mereka memang mengusai setidaknya 2 media televisi dan beberapa portal pemberitaan yang mampu menjadi corong mereka untuk menjegal PSSI dan semua programnya. Mereka berpegang pada prinsip “ Berita salah, jika diberitakan terus menerus lambat laun akan tertanam menjadi kebenaran bagi yang tidak bisa memilah dan memilih berita".

Rabu, 28 September 2011

City Kalah Tevez Berulah

www.mirrorfootbal.com
Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah yang dialami oleh tim Manchester City di musim debutnya di liga Champions. Pada partai kedua yang berakhir dengan kekalahan 2-0 dari tuan rumah, The Citicenz memanas dengan aksi top skor mereka musim lalu Carlos "Carlitos" Tevez. Tevez menolak untuk dimasukkan sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Kamis, 10 Maret 2011

Arsenal Terhadang, AS Romapun Pulang Kandang

Partai second leg liga Champion dini hari ini mempertemukan wakil Spanyol Barcelona Vs Arsenal yang bermain di Nou Camp dan Shaktar Donestk Vs As Roma yang bermain di kandang Donestk. Pada partai pertama  Barca berhasil mengatasi  Arsenal dengan skor 3-1. Sedangkan di partai lainnya, Shaktar Donestk memastikan maju ke babak delapan besar dengan mengandaskan AS Roma 3-0.

Barcelona Vs Arsenal

Seperti yang telah banyak pengamat perkirakan sebelum partai ini digelar, jika pertandingan ini sepertinya akan didominasi tuan rumah. Sepanjang 45 menit babak pertama saja dominasi Barca terlihat sangat kentara. Bola hampir selalu bergulir di daerah Arsenal. Robin Van Persie yang dipasang sebagai striker tunggalpun oleh Arsene Wenger lebih banyak berlari-lari tanpa mendapat bola.
Pada partai ini, tanda-tanda kemenangan Barca terlihat saat pertandingan memasuki menit ke-16, kiper muda Arsenal yang sekarang lebih dipercaya untuk menjadi kiper utama mengalami cedera pada pergelangan tangannya. Cedera  Wojciech Szczesny dapatkan saat berusaha menahan tendangan bebas Danny Alves. Tendangan keras dari luar kotak penalti ini memang bisa dihentikan oleh Szcesny, tapi sayang dia malah mendapatkan cedera. Akibat cedera tersebut, memaksa Wenger menurunkan kiper utama Arsenal musim lalu yang sudah lama tidak tampil.
Selama babak pertama, lini pertahanan Arsenal bekerja keras menahan laju gempuran para pemain Barca. Bahkan sang kapten Fabregas dan Samir nasri yang sejatinya berfungsi sebagai gelandang serang dipaksa ikutan membantu lini pertahanan Arsenal. Tercatat berkaliui-kali pergerakan pemain Barca baik dengan dan tanpa bola membuat lini pertahanan Arsenal pontang - panting. Duet konscielny - Djourou harus jatuh bangun menahan serangan tersebut. Beruntung kesigapan Almunia mampu meminimalkan jumlah kebobolan Arsenal.
Tampil dominan dengan penguasaan bola 67% berbanding 37%, kombinasi permainan indah Barca membawa hasil saat injury time babak pertama memasuki menit ke-2. Umpan terobosan Xavi Hernandez mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Messi. Dengan cerdik Messi mengangkat  umpan manis tersebut  melewati tubuh Almunia yang terlanjur jatuh. Djourou yang berusaha memblok bola, kalah cepat dengan gerakan kaki Messi yang berhasil mendorong bola masuk ke jala gawang Arsenal. Gol tersebut bertahan sampai babak pertama berakhir.
Di awal babak kedua, Arsenal menccoba memberi tekanan kepada lini pertahanan Barca. Penetrasi Nasri disisi kiri pada menit ke - 52, mengakibatkan bola meninggalkan lapangan permainan dan mengakibatkan tendangan sudut buat Arsenal. Nasri yang bertindak sebagai penendang mengirim bola ke depan gawang Valdes. Malang bagi Basqiets yang hendak membuang bola, Bola sundulannya malah meluncur ke dalam gawangnya sendiri tanpa mampu ditahan Valdes.
Selepas gol tersebut, kembali Barcelona tampil dominan. Meski begitu Arsenal masih rajin melakukan serangan balik memanfaatkan kecepatan Nasri di sisi kanan pertahanan Barca dan juga penempatan posisi yang bagus dari Van Persie. Melalui serang balik cepat di menit ke 5, Arsenal sempat mengancam gawang Valdez. Sayang Van Persie terlebih dahulu terperangkap Off side. Entah mendengar suara peluit atau tidak, Van persie tetap menendang bola tersebut. Hal ini ditanggaip sebagai pelanggaran serius oleh wasit dan wasit segera memberi kartu kuning ke-2 buat Van Persie, sehingga Persie harus keluar lapangan.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Barca semakin gencar menyerang lini pertahanan Arsenal. Bahkan Eric Abidal yang malam ini bertindak sebagai central defender bersama Basquets pun ikut-ikutan maju ke depan gawang Arsenal. Serangan bertubi-tubi ini membuahkan hasil, saat Xavi berhasil memanfaatkan kerjasama Iniesta - David Villa menjadi gol. Iniesta yang lolos dari kawalan Whillshere dan Rosicky serta sliding Djorou, mengirim umpan ke Villa. Dengan sekali sentuhan, Villa memantulkan bola ke Xavi yang sedang berlari masuk ke kotak penalti. Dengan tenang Xavi mengirim bola ke gawang Arsenal tanpa mampu diblok oleh bek Arsenal dan juga Almunia.
Belum lagi Arsenal membalas gol tersebut, aksi Pedro di menit ke 71 memaksa Konscielny menjatuhkannya. Meski terlihat seperti diving dan mendapat protes dari pemain Arsenal, namun wasit tetap meutuskan hadiah penalti kepada Barcelona. Messi yang bertindak sebagai ekskutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Gol ini menjadikan skor keunggulan 3-1 untuk Arsenal.
Untuk mengejar ketertinggalan, Arsene Wenger memasukkan Arshavin dan Bedtner untuk menambah daya gedor. Pergantian ini memang sedikit merubah alur serangan Arsenal, meski tak mampu memperkecil ketertinggalan. Di Menit ke-90  kerjasama Whillshere - Bedtner mampu digagalkan penyelamatan gemilang Valdes. Dengan kekalahan ini Arsenal tersingkir dengan agregat 4-3 sekaligus mengandaskan missi balas dendam Arsenal yang tak pernah bisa melewati Barca.
Susunan pemain Barcelona: Victor Valdés; Eric Abidal, Sergio Busquets, Adriano, Dani Alves; Javier Mascherano (Keita 89), Andrés Iniesta, Xavi; David Villa (Afellay 82), Lionel Messi, Pedro
Arsenal: Wojciech Szczesny (Manuel Almunia 18); Laurent Koscielny, Johan Djourou, Gaël Clichy, Bacary Sagna; Jack Wilshere, Abou Diaby, Samir Nasri, Tomas Rosicky (Andrei Arshavin 74); Robin Van Persie, Cesc Fábregas (Nicklas Bendtner 78)

AS Roma Pulang

Sementara di partai lainnya, salah satu wakil Italia AS Roma kembali menderita kekalahan dari tuan rumah. Jika di partai pertama mereka kalah 3-2, di partai ini Roma kembali terjungkal dengan skor yang lebih parah 3- 0. Gol kemenangan Donestk dibukukan oleh Thomas Hubcsman, Willian dan Eduardo. Dengan kekalahan ini Roma, agregat menjadi 6-2.
Sebenarnya Roma mengawali pertandingan dengan baik. Selama 15 menit pertama mereka setidaknya mempunyai 4 percobaan tendangan, namun tak ada yang mengarah ke gawang. Di  menit ke-6, tendangan Marco Borriello berhasil diblok oleh Dimitryo Chygrinsky.
Keasikan menyerang, Srigala Ibukota malah kecolongan oleh gol Thomas Hubschman. Menanfaatkan crossing yang dikirim Willian, Hubschman yang tak terkawal menendang bola tanpa mampu dihadang oleh Doni.
Di menit ke-28 Roma mendapat hadiah penalti.  Marco Borriello yang dilanggar oleh Henrik Mkihtryan. Borriello yang mengambil penalti tersebut tak mampu menaklukkan kiper Andrey Pyatov.Keadaan semakin memburuk bagi Roma, saat Mexes harus keluar lapangan setelah menerima kartu kuning keduanya diakhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, Roma bermain lebih ngotot. Borriello yang gagal penalti berusaha meebus kegagalannya. Saat pertandingan memasuki menit ke 48 dan 52 tercatat Borriello mengancam gawang Pyatov. Sayang peluang tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol.
Keasyikan menyerang, Roma kembali tersengat gol Willian di menit ke-66 memanfaatkan umpan Darijo Srna. Kemenangan tersebut semakin terasa lengkap, saat pemain pengganti Eduardo membobol gawang Doni di menit ke-87. Kemenangan ini menorehkan sejarah baru bagi Donestk yang untuk pertama kalinya tampil di babak delapan besar. Kelahan ini juga menjadi kekalahan pertama bagi pelatih Vincenzo Montella sejak menangani Roma beberapa waktu yang lalu.
Susunan Pemain
Donetsk:
Andriy Pyatov, Yaroslav Rakitskiy, Dmytro Chigrynskiy, Razvan Dinca Rat, Darijo Srna, Henrik Mkhitaryan (Alex Teixeira 67), Tomás Hubschman, Willian, Douglas Costa (Eduardo 60), Luiz Adriano (Marcelo Moreno 75), Jadson
Roma: Doni, Philippe Mexes, Juan, John Arne Riise, Nicolás Burdisso, David Pizarro, Daniele De Rossi, Mirko Vucinic (Matteo Brighi 66), Rodrigo Taddei (Aleandro Rosi 46), Marco Borriello, Simone Perrotta (Gianluca Caprari 85)

Selasa, 01 Maret 2011

Akhirnya Jebol Juga Tameng Statuta FIFA


Sebenarnya sudah sejak beberapa hari ini secara pribadi saya sudah malas untuk komentar ataupun membahas masalah suksesi kepemimpinan di tubuh PSSI. Sebagaimana kita tahu, sejatinya PSSI bulan ini mengadakan Kongres di Bali dengan Agenda memilih pengurus PSSI periode 2011-2015. Kongres yang rencana awalnya akan diadakan di Pulau Bintan tersebut batal, setelah FIFA meminta lokasinya dipindahkan ke tempat yang lebih mudah dijangkau sarana transportasi.

Setelah melalui pengajuan bakal calon ketua umum dan wakil serta komite eksekutif , akhirnya tim verifikasi PSSI meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie sebagai calon ketua dan wakil ketua PSSI, serta menganulir pencalonan Arifin Panigoro dan Goerge Toisutta dengan dalih tidak sesuai dengan statuta PSSI dan Statuta FIFA. Tim verifikasi juga memberi hak untuk bakal calon ketua umum PSSI yang tereliminir mengajukan proses banding.

Masalah justru muncul saat komisi banding PSSI dengan alasan adanya intervensi, intimidasi dan tekanan dari pihak-pihak tertentu menganulir pencalonan ke-empat bakal calon ketua umum PSSI tersebut. Menurut komisi banding ke tiga calon dianulir karena bermasalah, sementara yang seorang yakni Nirwan Dermawan Bakrie dianulir karena menurut mereka saat diwawancara komisi banding PSSI, Nirwan mengaku tidak pernah dan tidak punya keinginan untuk menjadi ketua Umum PSSI.

Buntut dari penganuliran ke-4 balon ketua umum PSSI tersebut serta mengembalikan pengambilan sikap kepada pengurus PSSi tersebut menuai berbagai aksi protes baik yang pro maupun yang kontra. Yang pro menilai itu adalah keputusan terbaik untuk saat ini. Sementara yang kontra, menilai jika komisi banding bersikap seperti itu karena tak ingin tersangkut masalah.

Pihak yang kontra pun akhirnya semakin giat mengadakan demo dan juga melakukan lobi terhadap FIFA melalui mantan manajer PSIS semarang Sukawi Sutarip yang berkirim surat ke kantor komite etika FIFA di Zurich, Swiss. Tindakan Sukawi Sutarip tak hanya berhenti disitu, dengan bantuan beberapa orang yang ingin menyelamatkan persepakbolaan Indonesia dan tergabung dalam gerakan Save Our Soccer rajin melobi pengprov, pengda serta pengurus klub pemilik hak suara untuk mencabut dukungan mereka atas pencalonan Nurdin sebagai ketua PSSI.

Usaha kelompok ini semalam membuahkan hasil dengan beredarnya berita yang dilansir beberapa media cetak maupun Online yang merilis berita jika 81 pemilik hak suara di kongres telah mencabut surat dukungan mereka kepada Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI. Mereka di bawah komando Sukawi Sutarip membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia dengan anggota antara lain: Saleh Muqoddar, Umuh Bachtiar, Syahrial Damopolli, Tuty Dau, Algia Abu Bakar, Bons Rumbruren, Dirk Soplanit, Adnan Dambea, serta Ujib Abdal Sender Ijong dengan ketua Sukawi Sutarip. Komite ini mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid cs. Bunyi mosi tersbut bisa di cek disini.

Setelah mosi tersebut mengemuka, segera diikuti oleh wacana akan digelarnya kongres luar biasa PSSI baik dengan adanya Nurdin Cs ataupun tanpa kehadiran mereka. Menurut Syahrial Damopoli, komite segera melapor kepada FIFA mengenai pencabutan mandat kepada Nurdin Cs serta berjanji dalam tempo kurang dari 60 hari, akan segera mengadakan kongres luar biasa tanpa lapor kepada Nurdin yang secara de facto telah dicabut mandatnya oleh sebagian besar pemilik hak suara.

Buntut lain dari kasus ini adalah komisi X DPR RI yang kemarin memanggil menegpora Andi Malarangeng yang menurut mereka telah ikut campur menangani kisruh PSSI. Menurut komisi X, tindakan menegpora tersebut tidak bisa mereka benarkan, karena akan menyeret Indonesia untuk menpata sanksi dari FIFA sebagaimana yang selama ini beberapa kali disampaikan oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Entah hanya sekedar ikut-ikutan NB yang suka menakut-nakuti para demonstran yang kontra PSSI dan menegpora yang selalu mengkritis PSSI, atau memang bertujuan memancing ikan di keruhnya masalah yang melilit PSSI.

Selama ini kita semua sudah tahu dan mahfum jika Statuta FIFA dan statuta PSSI selalu dijadikan tameng untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Karena sebenarnya pengurus PSSI juga telah melanggar beberapa Statuta FIFA dengan menafsirkan Statuta sesuai kepentingan mereka sendiri..

Saya tadi sempat heran melihat cuplikan berita di televisi saat salah seorang anggota DPR dari PKS menyoroti warning dari menegpora tentang kisruh di PSSI sebagai intervensi serta mengait-ngaitkan isu tersebut dengan kenaikan harga cabe dan minyak dunia. Padahal sebagaimana kita tahu, jika hal tersebut merupakan wilayah menteri perindustrian dan perdagangan,bukan wilayah tugas menegpora.

Hampir berbarengan dengan pengumuman penarikan dukungan untuk pencalonan Nurdin sebagai ketua umum PSSI serta mosi ketidakpercayaan mereka, Nurdin didampingi oleh beberapa pengurus PSSI mengumumkan penundaan kongres PSSI di Bali tanggal 26 maret ini. Menurut Nurdin, hal itu dilakukan karena ketiadaanya calon ketua umum. Dan menurut dia hal tersebut juga telah dilaporkan ke FIFA. Masih menurut dia, kongres akan diadakan nanti setelah pengurus PSSI mendapat masukan dari FIFA.

Sementara itu dalam sesi wawancara Nurdin kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. Pencalonannya semata-mata atas desakan dan dorongan dari anggota PSSI lainnya. Padahal sebagaimana kita tahu, waktu munas PSSI di Bali beberapa waktu yang lalu, beredar surat dukungan untuk pencalona Nurdin sebagai ketua PSSI yang ditempeli materai 6000,-. Sebagaimana telah saya ulas ditulisan terdahulu ( disini ).

Saat itu dia juga menyatakan jika surat dukungan tersebut murni atas inisiatif para pendukungnya yang ingin dia menjabat sebagai ketua PSSI lagi. Dan Nurdin sama sekali tidak tahu menahu tentang syarat tanda dukungan terhadap dirinya. Padahal beberapa nama mengakui jika hal itu sepengetahuannya.

Menilik begitu banyak demo yang merebak menentang kepemimpinannya di PSSI dan semakin terbukanya kasus-kasus yang ada di masa kepemimpinannya tersebut, maka secara pribadi saya berpendapat sudah selayaknyalah Nurdin mendengar dan menuruti keinginan para pengunjuk rasa penentangnya. Apalagi sekarang telah terbukti bahwa dukungan untuknya semakin berkurang.

Demi kemajuan dan kebaikan sepakbola Indonesia mundurlah. Biarkan orang lain yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PSSI. Jika memang anda dicintai dan benar-benar berprestasi, tak akan begitu besar demo menentang anda. Sadarlah hal itu.

Denpasar, 01032011.0836

Masopu

Note : Diolah dari berbagai sumber diantaranya Tribun news, Detik dan kompas.
Sebelumnya saya publish di Kompasiana dan jadi HL

Surat Palsu PSSI Jateng Vs Tanda Tangan Palsu Sekjen FIFA

Baru saja mosi ketidakpercayaan 83 pemilik hak suara di kongres PSSI atas kepemimpinan Nurdin Halid bergulir, Nurdin sudah langsung membalas dengan menyatakan jika surat PSSI Jateng yang dikirm ke komite etik FIFA di Zurich adalah surat aspal ( asli tapi palsu ) karena dia tidak menandatangani surat tersebut. Dia juga yakin jika surat tersebut tidak pula ditandatangani Sukawi Sutarip selaku ketua pengprov PSSI Jateng.

" Saya tidak pernah menandatangani surat tersebut. Jadi surat tersebut aspal" demikian kata Nurdin halid dalam sebuah wawancara dengan Okezone.com.

Menurut okezone lagi, surat kepada FIFA tersebut berisi permohonan agar FIFA menurunkan tim investigasi untuk menangani kasus penyelewengan statuta FIFA di tubuh PSSI. Penyelewengan tersebut terutama pada pasal 15.4 kode etik FIFA tentang pemberian yuridiksi FIFA untuk menangani kasus-kasus nasional yang berbunyi "Jika asosiasi, konfederasi dan organisasi olahraga lainnya gagal mengadili pelanggaran atau gagal mengadili mereka sesuai dengan dasar-dasar hukum.”

Berdasarkan pasal tersebut, Okezone membuat membuat prakiraan poin-poin isi surat PSSI Jateng tersebut yang berisi 4 poin, antara lain :
1. Keyakinan kegiatan kriminal yang melanggar Kode Etik FIFA.
2. Pelanggaran prinsip netralitas politik sepakbola yang melanggar undang-undang FIFA.
3. Sebuah rekor yang melampaui kesalahan manajemen PSSI dan sepakbola Indonesia.
4. Manipulasi proses pemilihan umum

Menurut beberapa berita media massa baik cetak maupun online, Sekretaris PSSI Jateng Johar Ling Eng mengaku tidak tahu menahu tentang surat tersebut. Sedangkan Sukawi Sutarip selaku ketua Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional ( KPPN ) tidak bisa dihubungi. tiap kali dihubungi, no hp-nya tidak pernah aktif.

Sementara saat menghadiri panggilan DPR menyangkut kemelut PSSI, seorang anggota dewan bernama I Gede Pasek Suardika kembali mempertanyakan kejanggalan-kejanggalan surat FIFA yang ditujukan kepada PSSI. Setidaknya sudah dua kali PSSI menerima surat dari FIFA yang menurut PSSI asli, tapi ada kejanggalan dalam kedua surat yang sama-sama ditandatangani oleh sekretaris jendral FIFA Jerome Valcke.

Menjawab pertanyaan tentang perbedaan tanda tangan Valcke tersebut, dengan sigap Nurdin menjawab jika surat tersebut asli. Dan mengenai perbedaan tanda tangan menurutnya silahkan ditanyakan kepada FIFA, karena mereka lebih tahu.

Nurdin Halid dengan sigap menjawab, "Interupsi Pak Ketua. Soal itu silakan konfirmasi saja ke FIFA. Kita jamin 100 persen, seribu, sejuta, bahkan setriliun persen, tidak ada anggota kami yang membuatnya. Silakan konfirmasi ke FIFA."

Masih di gedung DPR, Menanggapi maraknya demo menuntut pengunduran dirinya, Nurdin balik menuduh jika demo tersebut marak karena terbakar pernyataan menegpora Andi Alfian Malarangeng. Menurut Nurdin, sebelum ada pernyataan-pernyataan Menegpora tidak pernah ada demo yang menuntut pengunduran dirinya sebagai ketua umum PSSI.

"Saya perlu jelaskan, sebelumnya tidak ada satu pun yang protes atau pun turun ke jalan terkait dengan pencalonan Ketua Umum PSSI. Tapi setelah adanya press conference dari Menpora, banyak yang turun ke jalan dan melakukan protes," kata Nurdin Halid

Tak hanya menyalahkan Menegpora atas demo-demo anti dirinya, Nurdin yang didampingi Nugraha Besoes juga menyalahkan kasus penyegelan kantor PSSI senayan oleh demonstran adalah ulah menegpora juga.. Selain itu Nurdin juga melaporkan kasus tersebut kepada FIFA dan menganggapnya sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap indepensi PSSI melalui pernyataan menegpora.

Dengan begitu gigihnya Nurdin mencari kambing hitam atas tuntutan mundur yang dialamatkan kepadanya dengan menyalahkan pernyataan menegpora, menuduh para demonstran anti dirinya sebagai orang bayaran serta menuduh surat PSSI Jateng ke FIFA sebagai surat aspal serta pembelaanya mengenai perbedaan tanda tangan Jerome Valcke, menurut saya semakin menunjukkan kalau sebenarnya dia merasa tertekan dengan semua kebohongan publik yang dilakukannya yang ternyata telah terkuak lebar.

Semoga dengan lapang dada dia mau dan ikhlas mengundurkan diri dari ketua umum PSSI untuk kebaikan semuanya.

Denpasar, 01032011.1455

Masopu

Kamis, 27 Januari 2011

Terbukti Nurdin Galang Dukungan

Teriakan CEO Persebaya 1927 Saleh Mukoddar beberapa hari yang lalu ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Seorang pengurus Persija Jakarta Toni Tobias menyatakan jika memang ada lembar pernyataan yang minta di tanda tangani oleh Pengurus PSSI mulai dari Pengcab, Pengprov dan juga manajemen Klub. Menurut Toni surat itu memang ada untuk menggolkan Nurdin Halid untuk menjadi ketua PSSI di periode 2011-2015dalam Munas di kepulauan Bintan 19 maret nanti.

Menurut Toni ada 2 selebaran surat dukungan yang harus ditandatangani oleh pengurus yang bersangkutan. Satu surat untuk dukungan terhadap Nurdin dan satu lenbar lagi untuk dukungan terhadap executive comitioen PSSI. Untuk memuluskan dukungan yang dibutuhkan oleh Nurdin Halid, Dia menjanjikan untuk masing-masing klub peserta ISL akan mendapatkan dana rp 2 miliar pertahun, sementara divisi utama 300 juta rupiah.Bahkan kedua surat tersebut juga dilampiri dengan materai senila 6000 ruppiah.

Dalam surat dukungan itu tertera tulisan dukuang terhadap Nurdin, yang berbunyi sebagai berikut: ”Pernyataan Dukungan Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015. Nama kandidat: Drs HAM Nurdin Halid. Tanggal Lahir: 17 November 1958. Dengan ini menyatakan bahwa kami menominasikan dan memilih Drs HAM Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015,”

Masih menurut Toni, surat dukungan itu sebenarnya sudah diserahkan oleh pengurus klub, pengcab dan pengprov hari jum’at tanggal 21 januari kemarin. Hal ini menurut Toni menunjukkan jika pengurus klub, Pengcab dan pengprov masih setia memberi dukungan kepada Nurdin. Meski sebagian besar insan sepakbola Indonesia sudah berharap adanya pergantian pengurus PSSI, tapi pengurus klub, pengcab dan pengprov yang punya hak suara malah masih mendukung Nurdin.

Pernyataan Toni tersebut seakan mementahkan bantahan yang diberikan oleh Nurdin Halid beberapa hari ini. Nurdin dengan lantang menyatakan bahwa tidak ada penggalangan dukungan untuk memuluskan keinginannya menduduki jabatan sebagai ketua umum PSSI lagi. Dia berdalih semua itu murni dari pemilik hak suara di Munas PSSI, bukan atas inisiatif Dia ataupun pengurus PSSI yang lain. Tapi nyatanya surat dukungan itu ber-op surat resmi PSSI, jadi mustahil apabila dia mengaku tidak tahu adanya penggalangan dukungan untuknya.

Jadi dengan beredarnya surat meminta anggota pengurus klub, pengcab dan pengprov umtuk mendukung Nurdin Halid sebagai ketua Umum PSSI yang baru, bisa dipastikan pada Munas di pulau Bintan nanti Nurdin bisa terpilih secara aklamasi. Hal ini sekaligus menutup peluang calon-calon lain yang lebih berkompeten untuk mencalonkan diri apalgi menduduki jabatan ketua umum PSSI.

NOTE : Foto surat dukungan untuk Nurdin Halid meminjam dari kompas.com

Rabu, 12 Januari 2011

Edin Dzeko dan Revolusi Mancini


Simpang siur rumor kemana striker Bosnia yang bermain di VFL Wolfsburg telah berkahir. Dengan nominal transfer yang masih dirahasiakan akhirnya Dzeko resmi menjadi bagian Manchester City. Konon Striker bertinggi badan 192 cm ini akan menerima gaji sebesar 150.000 poundsterling setiap pekannya selama dia berseragam City. Kesepakatan itu disampaikan oleh manager City Roberto Mancini.

Dengan kehadiran Dzeko, Mancini berharap akan adanya banyak variasi serangan yang dilakukan oleh the Citizen. Jika selama ini pundi-pundi gol City selalu bertumpu pada kelihaian Tevez dalam menjebol gawang lawan, maka dengan kehadiran Dzeko mancini berharap setidaknya Dzeko mampu meringankan tugas Tevez sebagai goal getter City. Karena selama ini striker yang ada dianggap kurang bisa menjawab kebutuhan klub akan goal getter pendamping Tevez. Jo, Santa Cruz dan Adebayor dianggap gagal memberi warna serangan City.

Dzeko yang sebenarnya sudah hampir bergabung dengan The Bavarian Bayern Munchen, akhirnya berlabuh ke City of manchester setelah striker Mario Gomes kembali menemukan ketajamannya seperti saat masih di Stutgart. Selain itu Dzeko juga sempat dikaitkan dengan Ac Milan dan terakhir Juventus dari Italia.

Dengan bergabungnya Dzeko ke City, apakah nantinya Mancini akan merubah taktiknya untuk mengakomodir kemampuan yang dipunyai Dzeko. Karena selama ini kita sering melihat tim ini lebih suka menaruh seorang striker tunggal sebagai targetman dan peran itu lebih sering diperankan oleh Tevez. Dengan adanya Dzeko dan mulai membaiknya penampilan Balotelli beranikah Mancini memainkan pola 4-3-3 atupun pola 4-4-2 dengan menempatkan duet Dzeko-Tevez dengan menempatkan Balotelli di sisi sayap kiri seperti saat Mancini menukangi Inter beberapa waktu yang lalu. Harusnya dengan materi pemain tengah yang cukup bagus, Mancini berani melakukannya, karena tak ada yang meragukan kualitas yang dipunyai oleh Barry, Milner, SIlva ataupun Adam Jonshon.

Menarik kita tunggu nasib Dzeko di City of Manchester, akankah sukses seperti Tevez ataukah terpuruk seperti Adebayor, Jo dan juga Santa Cruzz.

Senin, 27 Desember 2010

Politik Dan Media Penyebab Timnas Kalah


Partai final AFF cup 2010 leg pertama sudah usai dengan kekalahan telak Timnas dari tuan rumah Malaysia. Seperti yang diduga sebelumnya, Teror sinar laser kembali mewarnai partai antara dua negara ini. Berkali-kali kita bisa melihat sorot laser yang mengarah ke pemain Timnas Indonesia. Sedikit banyak hal itu mengganggu konsentrasi dan perhatian pemain timnas. Memang pertandingan sempat dihentikan beberapa saat ketika memasuki menit ke-53, tapi sekitar 5 menit kemudian partai ini dilanjut lagi. Setelah terhenti inilah konsentrasi pemain yang telah terprovokasi oleh ulah suporter tak bertanggung jawab tersebut menjadi kacau. buntut dari menurunnya konsentrasi terlihat saat pemain Timnas sangat mudah kehilangan bola dan akhirnya kemasukan 3 gol.
Bukan kekalahan ini yang sebenarnya mau saya soroti disini. Di sini yang perlu kita perhatikan bersama adalah adanya pemanfaatan keberhasilan Timnas oleh pihak-pihak tertentu untuk memperoleh simpati masyarakat Indonesia. Kita bisa lihat mulai media cetak, telivisi, politikus dan pejabat negara semua berlomba untuk ikut-ikutan menikmati jerih payah perjuangan pemain timnas yang belum usai.
Media cetak dan Telivisi seakan berlomba-lomba memberitakan setiap sisi dari masing-masing individu yang terlibat di Timnas saat ini. Bagaimana hampir setiap hari kita bisa melihat liputan tentang pemain sampai pelatih, mulai dari prestasi di atas lapangan, sampai hal-hal pribadi yang tidak berhubungan dengan profesi mereka sebagai pebola. Media massa terlalu memblow up perjuangan mereka yang masih belum menorehkan prestasi sebagai juara. Hal ini mereka lakukan hanya demi rating yang semu.
Beberapa pemain timnas seringkali muncul di berita gosip seperti layaknya artis-artis Indonesia yang sarat dengan sensasi. Masih segar dalam ingatan bagaimana infotainment mengejar berita tentang pacar Irfan Bachdim ataupun menelisik kehidupan keluarga Cristian Gonsalez. Hal itu masih diperparah dengan seringnya media massa mengajukan diri untuk melakukan wawancara dengan beberapa pemain Timnas saat sebelum ataupun sesudah latihan, padahal kejuaran belum selesai. Hal ini yang tanpa mereka sadari malah mengganggu konsentrasi dan jadwal personel timnas untuk berlatih dan istirahat.
Kita bisa belajar menangani dan mengarahkan keinginan media massa untuk wawancara dari sosok pelatih Manchester United. Sir Alex sangat membatasi pemainnya untuk diwawancara oleh media massa selain di sesi khusu yang ada sebelum dan sesudah pertandingan. Di luar sesi khusus itu, Fergie akan sangat selektif menerima permintaan wawancara. Masih belum lekang dari ingatan, saat Fergie meminta Media masaa untuk berhenti menelisik kehidupan pribadi Wayne Rooney saat tersangkut suatu skandal. Bahkan dia pernah membuat larangan untuk semua pemain MU untuk tidak mempunyai akun di situs jejaring sosial semacam facebook dan twitter, hal itu bertujuan untuk menjaga konsentrasi pemain dan waktu istirhatnya agar tidak terganggu. Sehingga kondisi fisik dan Psikis pemain selalu prima baik itu sebelum dan sesudah pertandingan.
Dari contoh di atas kita bisa belajar, bagaimana seharusnya media massa dan kita selaku suporter memperlakukan para atlet yang sedang berjuang untuk mencapai puncak prestasinya. Boleh saja mereka terus-menerus memberitakan para pemain, tapi sesuaikan porsinya. Karena para pemain yang masih dalam taraf berkembang, jika terus diekspos secara tidak sengaja para awak media telah menghambat bahkan menghancurkan karir pemain tersebut dengan pemberitaannya. Kadang pemberitaan yang berlebih membuat para pemain sudah merasa menjadi bintang dan enggan untuk berlatih keras lagi. Sehingga pada akhirnya karir mereka mandeg dan membuat pemain semakin gila pujian.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya beberapa element di masyarakat yang berusaha menarik para atlet lapangan hijau ini ke panggung politik untuk kartu kampanye mereka. Kita tentu masih ingat beberapa hari lalu mereka diundang berkunjung ke kediaman seorang ketua partai politik. Padahal hal itu sebenarnya bukan jalur mereka. Biarkan para pemain berjuang mengharumkan prestasi mereka melalui bidang olahraga yang ditekuni. Karena undangan itu berapa waktu yang seharusnya bisa digunakan oleh pemain untuk berlatih dan istirahat terbuang untuk acara seremonial tiada bermanfaat seperti itu. Sementara di tempat lain Timnas Malaysia malah sibuk berlatih dan berlatih untuk mematangkan taktik dan strategi untuk membalas kekalahan meraka di penyisishan grup.
Jadi intinya adalah biarkan timnas berkembang terus tanpa adanya campur tangan politik dan keinginan kotor para politikus, awak media massa dan orang-orang yang hanya memanfaatkan olahraga untuk kepentingan pribadinya. Mari kita belajar untuk menyanjung para atlet yang berprestasi secara obyektif. Kalau memang ada sisi negatifnya, mari bicarakan dengan sejujurnya agar bisa diperbaiki. Jangalah membiasakan mereka menjadi gila sanjungan. Sudah saatnya olahraga dipegang oleh orang yang ahli di bidangnya, bukan politikus yang sekedar menumpang nama untuk meraih simpati.
Kekalahan timnas bukan melulu karena serangan laser, tapi kesalahan kita yang terlalu memberi sanjungan berlebih. Sadar atau tidak kita harus introspeksi diri bagaimana cara terbaik memberi dukungan kepada timnas.
MAJU TERUS SEPAKBOLA INDONESIA
KALAH ATAUPUN MENANG AKU TETAP MENDUKUNGMU
SAY NO TO NURDIN HALID CS
BILANG TIDAK UNTUK POLITISASI OLAHRAGA

Sabtu, 25 Desember 2010

Balada Persebaya dan Bonek di Pentas Sepakbola Nasional


Persebaya dan Bonek. Tentu semua orang sudah tahu kalau dua kata ini kemana-mana selalu bersama-sama. Bagaikan sepasang sepatu yang lucu kalau hanya dipakai sebelah. Ataupun laksana sayur gak mungkin enak tanpa dikasih garam. Persebaya sebagai klub sepakbola kebanggaan sebagian besar warga Surabaya dan tentunya sebagian besar warga Jawa Timur juga. Sedangkan Bonek adalah sebutan untuk suporter mereka yang terkenal kefanatikannya kepada klub. Mungkin kefanatikan mereka bisa dikatakan sebagai yang paling mengakar di Indonesia ini. Oleh karena itu tiap Persebaya main di dalam dan di luar kandang pasti ada saja pendukungnya. Mau main di Aceh ataupun di Jayapura, walau hanya beberapa orang mereka akan tetap hadir mendukung Timnya walau hanya dengan modal seadanya. Itulah militansi Bonek dalam mendukung timnya yang tak perlu diragukan.

Karena Kemilitannya itu kadang bukan hasil positif yang didapat dari dukungan yang Bonek berikan untuk Persebaya. Seringkali dukungan mereka yang terlalu fanatik tersebut malah menjadi bumerang untuk Persebaya dan para pemainnya. Bukan rahasia lagi kalau pengurus, pelatih, Pemain dan juga Bonek sebagai suporter Persebaya seringkali berseberangan dengan PSSI dan jajaran pengurusnya. Mereka seringkali malah seperti dimusuhi oleh pengurus PSSI yang tidak mau kevokalan yang dianut Persebaya dan jajaran pengurus, pemain dan suporternya diikuti oleh klub-klub dan suporter lainnya. Jika hal ini terjadi maka akan menyebabkan pengurus PSSI harus lengser dari jabatannya dan juga terbongkarnya beberapa ketidakberesan yang selama ini sudah ada di tubuh PSSI.

Kita tentu masih ingat bagaimana PSSI musim kemarin membuat keputusan plin-plan yang terkesan hanya untuk menyelamatkan suatu tim tertentu saja agar tetap bertahan di ISL. Seperti kita tahu di aturan manual liga Indonesia ( ISL ) PSSI membuat aturan, jika tuan rumah tidak bisa/mendapat ijin untuk menggelar partai kandangnya karena alasan kemanan, maka secara otomatis kemenangan akan diberikan kepada tim tamu. Tapi hal itu dilanggar PSSI di akhir musim kompetisi kemarin. Saat Persik Kediri yang tidaj mendapat ijin menggelar pertandingan akhirnya dinyatakan kalah WO oleh PSSI, tapi di akhir musim keputusan berubah dengan diadakan partai ulangan untuk partai tersebut dan ternyata kembali Persik tidak bisa menggelarnya.

Dengan berbagai alasan PSSI memaksakan pertandingan diulang di Stadion Jakabaring, karena waktu dan perencanaan pertandingan yang dianggap Persebaya bertentangan dengan buku manual PSSI, maka Persebaya menolak untuk bertanding dan keputusan ini akhirnya menguntungkan Pelita Jaya yang akhirnya nangkring diatas Persebaya dan Persik, sehingga berhak mengikuti Playoff melawan tim peringkat 4 divisi utama untuk satu tempat di ISL musim ini.

Konspirasi itu ternyata masih berlanjut di musim ini. Persebaya melalui tangan orang-orang yang pro kepemimpinan Nurdin Halid dengan berbagai cara mencoba merusak Persebaya dari dalam. Maka dibentuklah Persebaya tandingan pimpinan Wisnu Wardhana untuk memecah belah Persebaya pimpinan Saleh Iskandar Mukhodar yang ingin menyeberang ke kompetisi Indonesia Primer League yang digagas Arifin Panigoro. Dan usaha itu sempat berhasil saat klub-klub internal Persebaya hampir terlibat polemik. Akhirnya masalah terpecahkan dengan diadakannya musdalub yang akhirnya mengganti kepemimpinan Wisnu Wardhana di kubu PSSI pengcap Surabaya dan Persebaya kubu Saleh Iskandar tetap ikut LPI dengan nama Surabaya FC dan Persebaya tetap ikut ISL.

1293177122193051680Perjuangan Persebaya dan Bonek untuk melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh PSSI NH terus berlanjut, berkali-kali Bonek dan aliansi suporter Indonesia menggugat PSSI untuk mengadakan KLB yang berujung untuk menurunkan Nurdin Halid Cs dari jabatannya di PSSI, tapi semua selalu gagal dan sirna bagai debu tersapu angin. Tapi Bonek tidak pernah menyerah, mereka terus mengadakan demo untuk menentang kepemimpinan NH yang dinilai telah merusak PSSI. Bonek tetap berdemo walau hanya tinggal mereka sendiri yang masih terus berdemo. Bukan hanya di dalam negeri saja Bonek melakukan demo, pada tanggal 12 desember kemarin 5 orang perwakilan Bonek berdemo di depan gedung FIFA di Swiss. Di sana mereka membagikan selebaran kepada peserta kongres FIFA yang berisi tentang kedzaliman pengurus PSSI dalam memimpin organisasi ini. Mereka banyak dibantu oleh aliansi suporter dari negara Serbia dan klub Luzerne Swiss yang pernah dibela Kurniawan DJ. sumber ( http://surabaya.detik.com/read/2010/12/06/102841/1509688/466/cerita-bonek-cari-keadilan-di-markas-fifa ).

Sementara di dalam negeri kesewenang-wenangan untuk Persebaya dan Bonek berlanjut dengan rencana akan diusirnya para pemain Persebaya LPI dari wisma Eri Irianto di jalan Karanggayam Surabaya. Namun dengan semangat Bonek masih terus berjuang untuk mempertahankan mess tersebut dari tangan orang-orang suruhan walikota Surabaya Tri Rismaharini. Rencana penggusuran ini sontak membuat banyak elemen masyarakat di Surabaya yang tergerak untuk berjuang mempertahankan mess dari rencana ekskusi tersebut. setidaknya 20 element masyarakat tergabung untuk menentang rencana yang bakal dilakukan tanggal 30 desember nanti. Meski walikota sudah menyatakan tak akan mengusir para pemain Persebaya LPI dari mess, tak urung rencana ini menambah panas bara yang telah menggerogoti tubuh dan keutuhan Persebaya. ( http://surabaya.detik.com/read/2010/12/20/172528/1529178/466/pengusiran-pt-persebaya-dari-mes-karanggayam-disesalkan ) ( http://surabaya.detik.com/read/2010/12/23/123746/1531561/466/puluhan-bonek-dari-20-elemen-kembali-geruduk-balai-kota )

Sementara di tempat lain para suporter Persebaya/ Bonek terus berkoordinasi untuk terus menyuarakan tuntutan KLB dan penggantian pengurus PSSI. Bahkan perwakilan Bonek se Jabodetabek pernah mengadakan demo menuntut turunnya Nurdin Halid dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI. Tak hanya menuntut penurunan Nurdin, perwakilan Bonek se-Jabodetabek juga menuntut diadakannya kompetisi yang lebih profesional dan tidak lagi terlibat sama kepentingan lain di luar sepakbola yang bisa merusak jalannya kompetisi. Tuntutan itu dituangkan dalam pernyataan sikap tertanggal 26 oktober 2010 ( Disini ).

Semoga pergerakan Bonek ini segera diikuti oleh element suporter lain di seluruh Indonesia untuk bergerak bersama menurunkan pengurus PSSI yang telah merusak sistem kompetisi yang Fair Play dengan kepentingan di luar sepakbola. Apapun hasil dari piala AFF tahun ini, mari seluruh pencinta sepakbola Indonesia untuk berjuang bersama memperbaiki PSSI dengan terus mengoreksi kebijakan PSSI yang menyimpang. Menurut saya pribadi pengurus PSSI yang benar-benar profesional sejauh ini tinggal sosok Iman Arief saja, yang berani memperbaiki Timnas dan memadukan IPTEK untuk kemajuan TIMNAS.

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA
SAY NO TO NURDIN HALID

Denpasar, 24 desember 2010

Memory Indah Timnas 2004 di Bukit Jalil


Partai final Piala AFF 2010 antara Timnas malaysia melawan Timnas Indonesia adalah partai ke-6 selama digelarnya piala piala AFF. Di 5 pertemuan sebelumnya timnas Indonesia meraih kemenangan sebanyak 3 kali dan sisanya dimenangkan oleh tim Timnas Malaysia. Rekor gol pertemuan kedua negara adalah 12 gol memasukkan berbanding delapan 8 gol kemasukan untuk keunggulan produktifitas Timnas Indonesia.

Kemenangan paling mengesankan bagi timnas Indonesia terjadi di partai semfinal kedua piala AFF 2004 yang lalu. Di partai tersebut sebanarnya Timnas Malaysia lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan karena keberhasilan mereka meraih kemengan 2-1 saat melawat ke Gelora Bung Karno pada tanggal 28 desember 2004. Pada partai pertama malaysia yang sudah ketinggalan melalui gol yang dicetak oleh Kurniawan DJ di menit ke-6 berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 2 gol saat pertandingan berakhir.

Namun pada partai kedua di Stadion Nasional Bukit Jalil, keadaan berbalik. Timnas Indonesia yang tidak diunggulkan mampu bermain baik dan memporakporandakan pertahanan Malaysia. Timnas yang saat itu dilatih oleh Peter White berhasil menang dengan skor sangat meyakinkan 4-1. Ke empat gol Timnas pada partai yang digelar 2 januari 2005 itu dilesakkan oleh Kurniawan DJ, Charis Yulianto, Ilham Jayakesuma dan Rising Stars Timnas saat itu Boaz Saloza yang pada partai sekarang tidak diikut sertakan. Gol itu seakan membalaskan dendam kekalahan yang diderita Timnas di depan publik sendiri, sekaligus membalas gol yang dicetak terlebih dahulu oleh Timnas Malaysia melalui kaki pemainnya Muhammad Khalid Jamlus di menit ke-28.

Dengan kemenangan tersebut akhirnya Timnas Indonesia maju ke partai final menantang Timnas Singapura dengan kemengan agregat gol 5-3. meski akhirnya di final timnas gagal meraih gelar juara karena kalah dari Singapura, setidaknya kemenangan tersebut mampu mengobati kekecewaan timnas Indonesia saat dikalahkan di depan pendukungnya oleh Timnas Malaysia.

Berikut rekor head to head kedua tim selama sejarah piala AFF sampai pertandingan penyisihab grup kemarin

Piala AFF 1996 – Malaysia 3 – 1 Indonesia
Piala AFF 2002 – Indonesia 1 – 0 Malaysia
Piala AFF 2004 (semifinal) – Indonesia 1 – 2 Malaysia
Piala AFF 2004 (semifinal) – Malaysia 1 – 4 Indonesia
Piala AFF 2010 – Indonesia 5 – 1 Malaysia

Link Video kemenangan Indonesia 4-1 atas Malaysia di Stadion Bukit Jalil ( http://www.youtube.com/watch?v=84sDCpukZAA&feature=related )

Semoga rekor manis kemenangan Timnas atas Malaysia akan terus berlanjut dan menjadi modal penting untuk menambah semangat dan mental bertanding Timnas Indonesia.

Bravo sepakbola Indonesia

SAY NO TO NURDIN HALID Cs
Tulisan ini telah saya publish di kompasiana tanggal 25 des 2010
http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/25/memory-indah-timnas-2004-di-bukit-jalil/

Kamis, 23 Desember 2010

Paulinho Alcantara Legenda Barca Berdarah Filipina



Kita tentu tahu nama klub Barcelona dengan permainan indahnya yang mampu mendatangkan prestasi yang sangat bagus dan banyak. Sudah banyak pemain-pemain bagus yang pernah dan sedang merumput disana. Di masa lalu kita tahu ada Diego Maradona, Michel Laudrup, Ronald Koeman, Hristo Stoickov, Georghe Hagi, Luis Enrique sampai Ronaldinho pernah merasakan bagaimana main disana dengan dukungan lebih dari 90.000 penonton. Di masa kini kita tentu tahu bagaimana aksi seorang penyihir kecil Leonel Messi, aksi duet midfielder terbaik dunia saat ini Xavi - Iniesta, ataupun duet bek Pique dan Puyol. Mereka semua adalah pemain-pemain kelas satu saat ini dan masa lalu.

Tapi apakah di antara kita ada yang tahu atau setidaknya pernah mendengar nama Paulinho Alcantara? Mungkin baru sedikit yang tahu siapa dia, bermain untuk Barcelona selama berapa tahun? atau berapa gol yang telah dia bukukan selama bermain? tentu hanya sedikit diantara kita yang mengetahuinya.

Paulinho Alcantara adalah seorang pemain Barcelona yang lahir 07 oktober 1896 di kota Iloilo filipina. Dia membela Barcelona selama 15 tahun dari 1912-1927. Alcantara bermain sebanyak 357 partai dengan torehan 357 gol. Dengan rasio 1 gol per partai, maka sangat sulit bagi pemain bola di era modern ini untuk menyamai rasio gol yang telah dia bukukan. Selama memperkuat Barcelona, Alcantara telah mempersembahkan 5 gelar Copa Del Rey dan 10 gelar kejuaraan lokal di Catalan. Sambil bermain bola dia masih bisa menekuni studinya hingga memperoleh gelar dokter.

Selain bermain dengan seragam Barcelona, dia pernah bermain untuk klub di tanah kelahirannya dengan membela bendera klub Bohemians Sporting Club yang dibawanya meraih title juara kompetisi lokal tahun 1917 dan 1918. Setelah itu, Alcantara yang merupakan putera seorang tentara spanyol beribu Filipina tersebut kembali bermain untuk Barcelona sampai saat dia gantung sepatu di usia 31 tahun pada tahun 1927.

Di karir Internasional dia pernah memperkuat 3 bendera negara, yakni Filipina, Timnas Catalan dan juga Timnas Spanyol tanah kelahiran bapaknya. Saat bermain untuk Filipina dia pernah mempersembahkan kemenanga spektakuler untuk negaranya dengan angka 15-2 saat Filipina mengalahkan Jepang di Tokyo. Rekor yang merupakan kemenangan terbesar negara itu dalam partai Internasionalnya. Dan sampai saat ini belum bisa terpecahkan.

Setelah Pensiun dari sepakbola, Alcantara memilih untuk menekuni bidang kedokteran. Dia juga pernah menjadi pelatih klub Barcelona. Selain itu juga pernah menjabat sebagai direktur olahraga klub tersebut dan juga sebagai pelatih timnas Spanyol. Alcanntara akhirnya tutup usia di tahun 1964 pada usia 67 tahun di kota Barcelona.

Metode Kepelatihan Riedl Dan Kedisiplinan Pemain

Di piala AFF tahun ini Timnas Indonesia kembali masuk final untuk yang ke-4 kalinya sepanjang keikutsertaan tim ini di pentas sepakbola tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini Indonesia akan bertemu dengan Timnas Malaysia yang menembus final setelah mengalahkan juara bertahan kejuaraan ini sebelumnya. Mereka mengalahakn Vietnam dengan skor agregat 2-0 ( 2-0, o-o ).

Keberhasilan Timnas Indonesia tahun ini serasa lengkap dengan keberhasilan tim ini menjadi tim yang paling produktif selama turnamen dengan torehan 15 gol sekaligus sebagai tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini dengan kebobolan hanya 2 gol. Selain itu kita juga patut berbangga, karena sejauh ini tim kita telah menempatkan seorang pemain yakni Cristian Gonzales sebagai top skor dengan koleksi 3 gol. Disusul oleh Bambang, Irfan Bachdim, Arief Suyono, M Ridwan, dan Firman utina dengan koleksi sama 2 gol.

Kebehasilan para pemain Timnas melangkah sampai final sejauh ini mungkin di luar ekspektasi kita sebagai insan bola tanah air yang sudah tahu bagaimana kualitas pemain kita selama ini. Sejauh yang kita tahu memang Timnas kita dihuni oleh banyak pemain dengan skill dan talenta yang cukup baik. Bahkan seorang Boaz Salosa beberapa tahun yang lalu skillnya sempat membuat pelatih tim yunior Barcelona menyatakan kekagumannya. Tapi selain bakat yang mumpuni tersebut, ada beberapa pemain Timnas dan kebanyakan pemain yang merumput di liga Indonesia terkendala oleh kedisiplinan. Mereka merasa dengan skill yang mereka miliki, mereka bisa bermain bagus terus menerus tanpa harus menjaga apalagi mengasahnya agar bisa lebih baik.

Kita tentu tidak bisa melupakan bagaimana nasib pemain-pemain top dunia yang hancur karena sikapnya yang tidak disiplin. Siapa yang tahu nama Ronadinho, mantan pemain terbaik dunia ini karirnya seakan mandeg begitu dia tidak bisa disiplin berlatih, menjaga kondisi tubuhnya. Hampir tiap malam dia keluyuran ke klub malam ataupun pesta minum. Perlahan tapi pasti karirnya mandeg karena hal itu. Di saat usianya baru menginjak 28 tahun dia sudah di depak dari tim Barcelona. Di Ac Milan dia kembali bermasalah dengan disiplin, sehingga jarang mendapatkan tempat di starting eleven tim. Padahal skill pemain ini merupakan salah satu yang terbaik, tapi karena kedisiplinannya yang buruk lama-lama skillnyapun tergerus oleh kondisi fisik yang kurang prima. Selain Ronaldinho ada Paul Gascoigne yang bermasalah dengan Alkohol, Maradona dengan Narkotika ataupu El Hadji Diouf dengan temperamennya. Padahal skill mereka jauh diatas pemain yang kita punya.

Sadar bahwa kelemahan para pemain timnas adalah masalah fisik, kedisiplinan dan beberapa masalah lainnya. Maka pelatih Timna Alfred Riedl sejak hari pertama menangani timnas mulai menerapkan skala prioritas untuk memperbaiki para pemain timnas. Untuk itu Riedl menganggap bahwa pemain timnas perlu diajari dan dididik tentang kedisiplinan baik itu di dalam maupun di luar lapangan. Setiap pemain di timnas dilarang untuk pergi dugem ataupun keluyuran di malam hari. setiap hari pemain harus istirahat minimal 8 jam sehari. Oleh karena itu Riedle menerapkan jam malam saat pemain menjalankan pemusatan latihan. Minimal jam 11 malam para pemain harus sudah tidur. Siang hari pun pemain harus tidur minimal 2 jam.

Untuk membiasakan para pemain disiplin, dia tidak segan-segan untuk menindak pemain yang melanggar peraturan yang dibuatnya dengan hukuman denda uang. Menurut beberapa sumber besarnya uang bervariasi. Ada yang mengatakan uang denda rp 50000,100000 bahkan 200000. Semua uang yang terkumpul dari hasil denda tersebut oleh Riedl disumbangkan untuk kegiatana sosial. Dengan diberlakukannya aturan ini, awalnya banyak pemain yang merasa berat menjalankannya. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka bisa mengerti dan menyadari bahwa itu semua untuk kebaiakn para pemain di masa yang akan datang.

Kedisiplinan yang diterpakan oleh riedl bukan hanya dalam urusan jam tidur, tapi juga dalam berbagai aspek keseharian para pemain timnas. Okto Maniani pemain termuda timnas asal Papua mengungkapkan bahwa riedl juga menerapkan kedisiplinan tersebut saat jam makan. Setiap pemain harus bersiap di tempat makan di waktu yang telah ditetapkan. tidak boleh terlambat. Begitupun saat berlatih, mereka harus datang tepat waktu, jika terlambat meraka akan dijatuhi denda. Denda yang berlaku adalah permenit. Menurut asisten pelatih Wolfgang Pikal, setiap satu menit keterlambatan maka pemain akan dikenai denda sebesar 50,000. Jadi bisa dibayangkan jika pemain terlambat lebih dari 5 menit silahkan dikalikan 50.000 denda yang harus didapatkannya.

Dengan disiplin dalam istirahat dan makan tersebut, kita bisa lihat selama pertandingan piala AFF tahun ini, terlihat sekali kondisi pemain kita yang jauh lebih fit dibanding masa-masa sebelumnya. Jika di masa lalu para pemain seringkali kalau kita lihat saat pertandingan memasuki kisaran menit 60-an terlihat lelah dan sudah kehabisan tenaga. Di piala AFF tahun ini mereka terlihat terus bermain spartan selama hampir 90 menit pertandingan. Saat bermain pun pemain kita tidak mudah terprovokasi untuk bermain kasar seperti ciri khas permainan timnas kita selama 20 tahun terakhir ini. Jadi dengan kondisi fisik yang baik, sangat mudah bagi para pemain untuk mengontrol permainan agar tetap enak dilihat, sekaligus menjaga emosi agar tidak mudah terprovokasi oleh tindakan kasar lawan.

Sampai sejauh ini hanya dua kali saya melihat para pemain kita agak terprovokasi saat bermain. Kebetulan kedua kejadian terjadi di leg kedua babak semifinal melawan Philipina. Kedua pemain yang terprovokasi adalah Ahmad Bustomi dan M. Ridwan. Dan buntut dari kelalaian mereka mengontrol emosi adalah diberikannya hukuman kartu kuning oleh sang wasit.

Selain kedisiplinan, Riedl selalu menjaga anak asuhnya untuk tidak selalu melayani ajakan wawancara yang dilakukan oleh media baik media elektronik maupun media cetak tanpa seijin dan sepengetahuan sang pelatih. Hal ini tentu untuk menjaga kondisi fisik dan konsentrasi pemain kita dari hal-hal yang bisa merusak mood mereka bertanding.

Masih ada juga sikap low profile sang pelatih saat menerima pujian ataupun sanjungan sangat berdampak juga terhadap pemainnya. Kita tentu masih ingat saat pers mengelu-elukan Cristian Gonzales saat menjadi man of the match 2 partai semifinal, dengan sikap rendah hati dia mengatakan itu adalah kerjasama tim dan dia tidak ada apa-apanya tanpa bantuan dari rekan-rekan di tim. Saat ditanya tentang peluang timnas mengalahkan Malaysia pun, hampir semua pemain timnas menyatakan jika mereka jauh lebih baik dibandingkan saat dikalahkan dengan skor 5-1 di penyisihan grup yang lalu.

Di dalam tubuh Timnas sekarang hampir bisa dikatakan tidak ada lagi pemain yang menjadi anak emas seperti yang lalu-lalu. Bagi Riedl tidak ada pemain bintang, jika dia bisa bermain bagus dalam tim dan membawa dampak yang baik untuk tim, maka tak segan-segan dia mempertahannkannya. Tapi jika dia tidak berdampak baik untuk timnas dan keberadaannya di timnas hanya merusak suasana tim yang sudah terjalin, maka tak segan-segan dia tuk mencoretnya. Itulah mengapa saat ini para pemain begitu terlihat kompak baik di dalam dan di luar lapangan. Tidak ada lagi pemain yang merasa dianak emaskan, pemain yang dititipkan oleh oknum PSSI. Semua berjuang untuk tim.

Semoga dengan metode kepelatihan yang sudah diterapkan dengan baik, Timnas mampu meraih kemenangan dan menjadi JUARA AFF tahun ini. Apapun yang terjadi salut untuk pelatih yang berani merubah kebiasaan pemain yang selama ini memang bermasalah dengan rendahnya kedisplinan. Dan juga mampu menaikkan kondisi fisik dan kerjasama tim ini dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk pengurus PSSI apapun hasil yang diperoleh di piala AFF tahun ini, beri kepercayaan pelatih untuk terus menangani Timnas sampai beberapa tahun mendatang. Prestasi tidak dapat diraih hanya dalam waktu 1 atau dua tahun. Kita bisa mencontoh bagaimana Ferguson membangun kekuatan MU menjadi salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Dia butuh waktu 5 tahun untuk meraih piala pertamanya dengan memanfaatkan pemain muda binaannya. Begitupun Riedl, dia butuh waktu untuk merubah kebiasaan pemain agar bisa berprestasi di masa yang akan datang. Ingat prestasi tidak ada yang instan. perlu waktu dan proses untuk mendapatkannya.

berikut biodata Alfred Riedl dan karir kepelatihannya

Nama: Alfred Riedl
Kelahiran: Vienna, Austria/2 November 1949 (60)
Tinggi: 184 cm
Posisi: striker
Profesi saat ini: Pelatih

Karier kepelatihan klub Alfred Riedl
1. Melatih klub asal Maroko, Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994
2. Melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995
3. Melatih Al Salmiya klub asal Kuwait tahun 2001-03

Karier kepelatihan Tim Nasional Alfred Riedl
Berikut daftar Kepelatihan Alfred Riedl mengawali karier sebagai pelatih
1. Austria pada tahun 1990-1992
2. Liechtenstein tahun 1997-1998
3. Palestina tahun 2004-05
4. Vietnam tahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007)
5. Laos (2009)
6. Indonesia 2010 sampai sekarang

Bravo sepakbola Indonesia

Jayalah Negeriku

SAY NO TO NURDIN HALID

Minggu, 07 November 2010

Komposisi pemain klub Liga Inggris

liga utama Inggris
Peraturan baru Liga Utama Inggris hadang klub besar
Arsene Wenger menyebutnya keputusan "membawa bencana" sementara Wayne Rooney memandang langkah itu sebagai "bagus dan penting".
Namun suka tidak suka, peraturan baru Liga Inggris soal pembatasan anggota tim dan kuota pemain didikan dalam negeri mulai diterapkan dalam musim kompetisi 2010/2011, dan dampaknya terhadap kegiatan transfer di periode tengah tahun pun jelas terlihat.
Mulai tanggal 1 September, satu tim sepakbola harus mengajukan 25 nama pemain yang setidaknya terdiri dari delapan pemain 'produk dalam negeri', dan boleh menambah sebanyak mungkin pemain berusia di bawah 21 tahun.
Seorang pemain dianggap sebagai produk dalam negeri jika dia telah berada di satu klub anggota asosiasi sepakbola Inggris atau Wales setidaknya selama 36 bulan sebelum berusia 21 tahun - atau berusia 21 tahun di akhir musim kompetisi.
Peraturan ini membuat banyak klub Liga Primer Inggris, diantaranya Manchester City, Liverpool dan Chelsea, harus melakukan penyesuaian pemain dalam beberapa minggu ini.
Berikut komposisi pemain klub liga Inggris menjelang akhir batas waktu.

ARSENAL

Banyak sudah artikel mengenai komposisi pemain Arsenal sejak klub ini menjadi klub pertama di Liga Utama Inggris yang menurunkan 11 pemain asing pada musim kompetisi 2004/2005.
Cesc Fabregas Arsenal
Masa depan tim nasional Inggris dianggap berada di tangan para pemain Arsenal yang berusia di bawah 21 tahun seperti Theo Walcott, Kieron Gibbs, Jack Wilshere dan Emmanuel Frimpong - namun tidak satu pun pemain senior Arsenal yang bisa masuk ke tim nasional.
Meski demikian, kebijakan Arsenal untuk membeli pemain muda dari luar negeri membuat klub ini harus memiliki tujuh pemain senior yang dianggap sebagai pemain produk dalam negeri -dan dengan begitu banyak pemain muda berbakat sebagai pendukung tim ini, Arsene Wenger berharap bisa memiliki banyak opsi dalam musim kompetisi ini.
Tetap saja masih ada tugas yang harus diselesaikan oleh manajer asal Prancis itu.
Menghalau gempuran Cesc Fabregas dari incaran Barcelona merupakan urusan terbesar Arsenal selama pertengahan tahun ini, dengan keberhasilan itu tetap menghidupkan harapan merebut satu gelar pertama dalam lima tahun terakhir.
Meski klub ini membeli Marouane Chamakh dan Laurent Koscielny, tim ini dipandang masih kurang berpengalaman terutama setelah Sol Campbell dan William Gallas kelaur.
Dan dengan Manuel Almunia yang masih belum bisa tampil mantap di bawah gawang, Wenger diperkirakan akan bergerak di pasar transfer untuk membeli pemain jika harganya cocok.
PEMAIN ASING: Manuel Almunia, Andrey Arshavin, Marouane Chamakh, Abou Diaby, Emmanuel Eboue, Lukas Fabianski, Laurent Koscielny, Samir Nasri, Tomas Rosicky, Bacary Sagna, Robin Van Persie, Thomas Vermaelen.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Nicklas Bendtner, Gael Clichy, Denilson, Johan Djourou, Cesc Fabregas, Vito Mannone, Alex Song.
USIA DI BAWAH 21: Emmanuel Frimpong, Kieron Gibbs, Aaron Ramsay, Wojciech Szczesny, Armand Traore, Theo Walcott, Jack Wilshere, Carlos Vela.
PEMAIN TARGET: Brede Hangeland, Phillipe Mexes, Mark Schwarzer.
KESIMPULAN: Seharusnya menambah satu atau dua pemain.

ASTON VILLA

Ketika seluruh perhatian terpusat pada jadi-tidaknya James Milner pindah ke Manchester City, tidak mengejutkan jika pendukung Aston Villa tidak menyangka akan kehilangan seseorang yang lebih besar - kepergian manajer Martin O'Neill.
Aston Villa
Pada saat alasan dibalik pengunduran O'Neill ini masih belum jelas, bisa jadi kebijakan transfer klub menjadi, setidaknya, salah satu penyebab langkah manajer asal Irlandia Utara itu.
Kepergian Milner ke Manchester City memang sudah hampir pasti.
Namun muncul kabar burung bahwa Villa juga mempertimbangkan penjualan satu atau dua pemain lain, dan setelah masa pengeluaran besar-besaran di dua musim kompetisi sebelumnya tiba-tiba situasi di klub ini menjadi gelap menjelang musim kompetisi yang baru.
Warisan O'Neill adalah tim yang menampilkan pemain berbakat dalam negeri. Tidak ada manajer lain yang bisa menandingi manajer berusia 58 tahun ini dalam hal membeli pemain Inggris - setidaknya dari segi kuantitas: 30 dari 50 pemain yang dibeli adalah pemain produk dalam negeri.
Namun sekarang kekhawatiran terbesar yang dihadapi oleh Villa adalah di luar lapangan -dan jika penjualan Milner ini diikuti dengan sejumlah pemain lain- Aston Villa harus berlomba dengan waktu untuk mengisi posisi pemain yang dijual itu.
Dengan harus menunjuk manajer baru, perundingan untuk membeli, menjual atau meminjamkan pemain, Randy Lerner, sang pemilik asal Amerika, menghadapi minggu-minggu yang sangat sibuk.
PEMAIN ASING: Habib Beye, Carlos Cuellar, John Carew, Brad Friedel, Brad Guzan, Stiliyan Petrov, Moustapha Salifou.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Gabriel Agbonlahor, James Collins, Curtis Davies, Stewart Downing, Richard Dunne, Emile Heskey, James Milner, Isaiah Osbourne, Nigel Reo-Coker, Steve Sidwell, Stephen Warnock, Ashley Young, Luke Young.
USIA DI BAWAH 21: Marc Albrighton, Barry Bannan, Ciaran Clark, Nathan Delfouneso, Fabian Delph, Jonathan Hogg, Eric Lichaj, Andreas Weimann.
PEMAIN TARGET: David Bentley, Robbie Keane, Stephen Ireland.
KESIMPULAN: Akan melakukan aktivitas luar biasa menjelang penutupan periode transfer.

BIRMINGHAM CITY

Seperti saingan satu kotanya Aston Villa, Birmingham City adalah pendukung kuat dalam anggapan bahwa pemain Inggris adalah yang terbaik untuk berlaga di Liga Primer.
Ben Foster
Kedatangan kiper Ben Foster dari Manchester United akan menambah jumlah pemain produk dalam negeri yang memang sudah banyak, 16 pemain yang masuk kriteria itu.
Dengan hanya lima pemain yang masuk kategori "asing", pemain depan yang baru Nikola Zigic harus cepat mahir berbahasa Inggris jika dia ingin dimengerti di St Andrews -dia adalah satu dari dua pemain di kamar ganti yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
Jika the Blues memiliki kekurangan, itu adalah pada faktor pemain berusia di bawah 21 tahun, meski penamlipan Enric Valles selama tur ke Cina cukup memikat dan dia bisa masuk ke tim inti karena statusnya itu.
PEMAIN ASING: Barry Ferguson, James McFadden, Michel, Garry O'Connor, Nikola Zigic.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Marcus Bent, Lee Bowyer, Steve Carr, Scott Dann, Colin Doyle, Keith Fahey, Ben Foster, Craig Gardner, Cameron Jerome, Roger Johnson, Sebastian Larsson, David Murphy, Stuart Parnaby, Kevin Phillips, Liam Ridgewell, Maik Taylor.
USIA DI BAWAH 21: Fraser Kerr, Jordan Mutch, James O'Shea, Nathan Redmond. Enric Valles.
PEMAIN TARGET: Mauro Camoranesi, William Gallas, Fabio Grosso.
KESIMPULAN: Kuat, solid dan mantap.

BLACKBURN ROVERS

Bagi seseorang yagn sempat sangat ingin menjadi manajer tim nasional Inggris, Sam Allardyce secara mengejutkan sangat menggantungkan diri pada pemain asing di Blackburn.
Blackburn Rovers
Tiga belas pemain asing bertambah menjadi 15 setelah membeli Hugo Fernandes dari Union Deportiva Cornella dengan harga murah dan Mame Diouf yang dipinjamkan oleh Manchester United.
Namun Allardyce bisa mempergunakan jajaran pemain senior yang merupakan produk dalam negeri, dan pemain seperti Keith Andrews, David Dunn dan Paul Robinson kemungkinan akan kembali menjadi tulang punggung tim inti.
Dan karena hanya ada sedikit pemain berbakat di jajaran pemain di bawah 21 tahun -David Hoilett, Phil Jones dan Steven Nzonzi- Allardyce bisa kembali berharap timnya membuat beberapa kejutan di musim kompetisi tahun ini.
PEMAIN PEMAIN ASING: Pascal Chimbonda, El Hadji Diouf, Mame Diouf, Brett Emerton, Hugo Fernandez, Gael Givet, Vince Grella, Lars Jacobsen, Nikola Kalinic, Zurab Khizanishvili, Ryan Nelsen, Morten Gamst Pedersen, Maceo Rigters, Michel Salgado, Christopher Samba
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Keith Andrews, Jason Brown, Mark Bunn, David Dunn, Frank Fielding, Martin Olsson, Jason Roberts, Paul Robinson.
USIA DI BAWAH 21: Aaron Doran, Gavin Gunning, Grant Hanley, David Hoilett, Phil Jones, Alan Judge, Amine Linganzi, Steven Nzonzi.
PEMAIN TARGET: James Beattie, Aruna Dindane, Jo.
KESIMPULAN: Memiliki ruang untuk melakukan manuver menit-menit akhir di periode transfer.

BLACKPOOL

Hingga tanggal 11 Agustus, Blackpool menghadapi dilema dalam musim kompetisi tahun ini.
Blackpool
Seakan-akan tim baru di Liga Primer Inggris ini kekurangan masalah ketika mempersiapkan diri masuk pertama kali ke dunia yang belum mereka kenal, manajer Ian Holloway menghadapi kemungkinan hanya bisa mengajukan 15 nama pemain senior di timnya.
Kemudian pun terjadi kegiatan transfer yang bertuhi-tubi, klub ini membeli lima pemain dalam satu hari.
Pemain baru yang masuk adalah Marlon Harewood, Craig Cathcart dan tiga pemain asal Prancis, Ludovic Sylvestre, Elliot Grandin dan Malaury Martin, menambah koleksi pemain yang sangat dibutuhkan bagi klub yang sebelumnya baru membeli pemain asal Israel, Dekel Keinan.
Holloway tampaknya belum selesai melakukan aksi itu dengan target berikut adalah pemain Bolton, Chris Basham.
Akan tetapi, klub ini tidak bisa berjaya hanya dengan membeli sejumlah pemain yang relatif tidak dikenal agar bisa melawan status Blackpool sebagai klub yang difavoritkan terkena degradasi.
Yang jelas, pendukung Blackpool tidak akan kesulitan memenuhi peraturan komposisi pemain yang baru ini.
PEMAIN ASING: Charlie Adam, Stephen Crainey, Elliott Grandin, Dekel Keinan, Ludovic Sylvestre.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Alex Baptiste, Billy Clarke, Danny Coid, Rob Edwards, Jason Euell, Ian Evatt, Matthew Gilks, Marlon Harewood, Brett Ormerod, Paul Rachubka, Keith Southern, Gary Taylor-Fletcher, David Vaughan.
USIA DI BAWAH 21: Louis Almond, Craig Cathcart, Ishmel Demontagnac, Neal Eardley, Ashley Eastham, Mark Halstead, Stephen Husband, Malaury Martin.
PEMAIN TARGET: Chris Basham, DJ Campbell, Francis Jeffers.
KESIMPULAN: Harus menambah beberapa pemain lagi.

BOLTON

Owen Coyle boleh jadi meninggalkan Burnley untuk menjadi manajer Bolton musim kompetisi tahun lalu dengan keyakinan klub baru ini merupakan tempat yang lebih bagus untuk mencapai sukses di masa depan, tetapi masih menjadi pertanyaan apakah klub itu memiliki kemampuan untuk tidak lagi terlibat dalam upaya bertahan di Liga Primer musim ini.
Bolton
Gaya sepakbola Coyle memang terkadang membuat Bolton tampil lebih menghibur di pengujung musim kompetisi tahun lalu, tetapi apakah dia memiliki kemampuan untuk mengulangi periode yang relatif mudah yang dinikmati oleh Sam Allardyve di tahun 2006 dan 2007 ketika Bolton menempati posisi ke-8 dan ke-7 di Liga Inggris.
Perginya Jack Wilshire -yang dipinjamkan oleh Arsenal musim lalu- tidak akan membantu tetapi kedatangan pemain belakang Marcos Alonso dari Real Madrid dan pasangan veteran Robbie Blake dan Martin Petrov merupakan satu pemoles penting pada tim ini.
Jumlah pemain produk dalam negeri yang besar menjamin Bolton akan tetap menjadi klub yang sulit dikalahkan, satu kekuatan yang menjadi ciri khas klub ini dalam beberapa tahun belakangan.
Anggaran klub ini mungkin tidak yang terbesar, tetapi dengan kesepakatan pinjam pemain yang banyak ditawarkan dalam musim kompetisi tahun ini, Coyle masih bisa menambah pemain dalam beberapa minggu ini.
PEMAIN ASING: Marcos Alonso, Adam Bogdan, Lee Chung-Yong, Tamir Cohen, Johan Elmander, Ricardo Gardner, Stuart Holden, Jussi Jaaskelainen, Ivan Klasnic, Martin Petrov, Mustapha Riga, Gretar Steinsson.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Chris Basham, Robbie Blake, Gary Cahill, Kevin Davies, Mark Davies, Sean Davis, Zat Knight, Fabrice Muamba, Andy O'Brien, Joey O'Brien, Paul Robinson, Sam Ricketts, J'Lloyd Samuel, Danny Shittu, Matt Taylor.
USIA DI BAWAH 21: Temitope Abadeyi, Rob Lainton, Dan Ward.
PEMAIN TARGET: Tom Cleverley, Chris Eagles, Franco di Santo.
KESIMPULAN: Fondasi yang kokoh.

CHELSEA

Jauh sebelum pemilik Manchester City yang kaya raya itu melempar uang seperti bunga-bunga kertas, pemilik Chelsea Roman Abramovich merupakan sumur uang yang membuat iri semua pihak di Liga Inggris.
Yossi Benayoun
Dan ketika pengusaha asal Rusia ini tampaknya mengurangi pengeluaran dalam beberapat tahun terakhir, tim juara Liga Inggris itu merupakan bukti kekuatan uang jika dibelanjakan secara tepat.
Seperti sudah diperkirakan jumlah pemain non-domestik di Chelsea sangat besar.
Pembelian Yossi Benayoun dari Liverpool membuat jumlahnya menjadi 15, dan tidak lama lagi akan menjadi 16 jika pemain asal Brasil, Ramires, menyelesaikan proses kepindahan dari Benfica. Jika saja Chelsea tidak melepas empat pemain asing -Michael Ballack, Juliano Belletti, Deco and Ricardo Carlvaho- jumlah pemain asing pasti mencapai tingkat yang tidak bisa diatasi lagi.
Keuntungan melepas Joe Cole tanpa uang transfer agak lebih sulit dimengerti ketika Chelsea hanya memiliki lima pemain produk dalam negeri. Dan hanya tiga pemain: Ashley Cole, Frank Lampard dan John Terry yang selalu masuk tim inti.
Akan tetapi setelah tahun 2008 mengeluarkan tekad untuk bisa memakai pemain produk akademi sendiri di musim kompetisi tahun ini, Chelsea setidaknya bisa berbesar hati dengan pemain berbakat mereka yang berusia di bawah 21 tahun seperti Fabio Borini, Franco di Santo, Gael Kakuta, Josh McEachran dan Daniel Sturridge. Seluruhnya disebut-sebut akan didorong untuk bisa bermain di tim inti dalam musim kompetisi tahun ini.
Dengan gelar juara Liga Utama yang harus dipertahankan, dan ambisi merebut kejayaan di Liga Champions yang belum terpenuhi, tidak banyak yang akan bertaruh klub ini tidak akan membeli pemain menjelang periode transfer berakhir.
PEMAIN ASING: Alex, Nicolas Anelka, Yossi Benayoun, Jose Bosingwa, Petr Cech, Dider Drogba, Michael Essien, Paulo Ferreira, Henrique Hilario, Branislav Ivanovic, Salomon Kalou, Florent Malouda, Nemanja Matic, Jon Obi Mikel, Yury Zhirkov.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Ashley Cole, Frank Lampard, Michael Mancienne, John Terry, Ross Turnbull.
USIA DI BAWAH 21: Fabio Borini, Franco di Santo, Gael Kakuta, Tomas Kalas, Josh McEachran, Daniel Sturridge.
PEMAIN TARGET: Kaka, David Luiz, Ramires.
KESIMPULAN: Harus memperkuat barisan pertahanan.

EVERTON

Sejalan dengan periode transfer yang hanya melibatkan Manchester City yang mengeluarkan begitu banyak dana untuk membeli pemain, kegiatan terbesar Everton selama periode ini adalah berusaha mempertahankan pemain-pemain terbaik mereka.
Mikel Arteta
Pemain tengah Mikel Arteta, pemain Afrika Selatan, Stephen Pienar, dan pemain Inggris, Phil Jagielka, diberitakan akan pindah ke klub lain namun menjelang periode transfer berakhir ketiganya masih tetap menjadi pemain Goodison Park.
Tiga faktor yang menguntungkan Everton musim kali ini, yaitu pembelian sejumlah pemain bagus antara lain Jermaine Beckford dari Leeds; kemajuan permainan sejumlah pemain muda seperti Jack Rodwell dan Seamus Coleman; dan harapan musim tahun lalu yang penuh masalah pemain cedera tidak akan lagi terjadi.
Bahkan dengan kepergian Dan Gosling ke Newcastle karena habis kontrak tidak menghilangkah optimisme kubu asuhan David Moyes ini.
Keseimbangan yang mantap antara pemain asing dan pemain dalam negeri memastikan Moyes memiliki ruang untuk menyesuaikan diri jika ada pemain yang ingin dibeli di pasar transfer.
PEMAIN ASING Mikel Arteta, Diniyar Bilyaletdinov, Sylvain Distin, Marouane Fellaini, John Heitinga, Tim Howard, Jan Mucha, Steven Pienaar, Louis Saha, Ayegbeni Yakubu, Joseph Yobo.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Victor Anichebe, Leighton Baines, Jermaine Beckford, Tim Cahill, Tony Hibbert, Phil Jagielka, Phil Neville, Leon Osman, Iain Turner, James Vaughan.
USIA DI BAWAH 21: Kieran Agard, Jose Baxter, Seamas Coleman, Shane Duffy, Magaye Gueye, Jack Rodwell, Joao Silva, James Wallace.
PEMAIN TARGET: Stephen Ireland, Nedum Onuoha, Robbie Keane.
KESIMPULAN: Tim ini cukup mantap.

FULHAM

Ketika sebagian masa pertengahan tahun dihabiskan untuk mencari pengganti Roy Hodgson setelah manajer itu pindah ke Liverpool, tidak banyak kesempatan bagi Fulham untuk melakukan terlalu banyak perubahan pada tim sebelum musim kompetisi baru ini.
Andy Johnson
Meski mantan bos Tottenham Hotspurs dan kini manajer Ajax, Martin Jol, menolak kesempatan kembali berkarir di London, pemilihan Mark Hughes tidak akan membuat Fulham dituduh tidak berhasil menunjuk pelatih berkualitas tinggi.
Akan tetapi bagaimana Hughes bisa mencetak prestasi lebih baik dari tahun lalu, ketika Fulham menjadi sensasi nasional dengan maju ke final Liga Eropa, merupakan satu hal yang sulit dijawab.
Pembelian Jonathan Greening dan Philippe Sanderos merupakan satu langkah bagus tapi tidak spektakuler, dan dengan berita-berita kiper Mark Schwarzer yang ingin pindah ke Arsenal masih terus beredar, Mark Hughes tampaknya memiliki tugas berat dalam beberapa minggu ini.
Fulham memiliki sejumlah masalah terkait kuota pemain produk dalam negeri dan jumlah anggota tim, bahkan kalaupun satu dari pemain senior Fulham dipastikan tidak bisa turun.
Andy Johnson yang kembali fit akan menjadi pendukung bagi manajer Mark Hughes.
PEMAIN ASING: Clint Dempsey, Kagisho Dikgacoi, David Elm, Zoltan Gera, Brede Hangeland, Eddie Johnson, Diomansy Kamara, John Pantsil, Bjorn Helge Riise, Mark Schwartzer, Fredrik Storr, Pascal Zuberbuhler.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Chris Baird, Simon Davies, Damien Duff, Dickson Etuhu, Jonathan Greening, Aaron Hughes, Stephen Kelly, Paul Konchesky, Andy Johnson, Robert Milsom, Danny Murphy, Philippe Senderos, David Stockdale, Bobby Zamora.
USIA DI BAWAH 21: Matthew Briggs, Neil Etheridge, Keanu Marsh-Brown, Matthew Saunders, Alex Smith.
PEMAIN TARGET: Curtis Davies, Eidur Gudjohnsen, Steve Sidwell.
KESIMPULAN: Tampak akan berjuang keras.

LIVERPOOL

Dengan tugas mengembalikan kejayaan Liverpool setelah tampil mengecewakan tahun lalu, tugas utama manajer baru Roy Hodgson adalah meyakinkan pemain terbaik untuk tidak pindah klub dan menambah jumlah pemain dalam negeri yang sangat sedikit.
Joe Cole
Dia langsung melakukan kedua tugas itu: membeli pemain tim nasional Inggris, Joe Cole, dengan gratis dan kemudian membujuk Steven Gerrard dan Fernando Torres untuk menyatakan siap bertahan di klub ini.
Akan tetapi Hodgson masih memimpin satu tim yang dipenuhi dengan pemain asing.
Mantan bintang Charlton, Jonjo Shelvey, orang Inggris masuk dalam kategori "pemain tambahan" karena dia berusia di bawah 21 tahun, sementara upaya membeli Luke Young gagal.
Pembelian kembali Fabio Aurelio dan mengontrak Danny Wilson dari Rangers, serta Christian Poulse dari Juventus hanya menambah jumlah pemain asing -meski Javier Mascherao tampaknya akan dijual ke klub luar Inggris.
Empat pemain senior dalam negeri di Liverpool menunjukkan kebijakan transfer pemain manajer terdahulu Rafael Benitez -meski situasi ini setidaknya bisa mendorong penggunaan pemain muda sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka.
Itu semua bisa terjadi kecuali laporan-laporan bahwa sejumlah investor tertarik membeli Liverpool terbukti benar dan ini akan mendorong aksi beli di menit-menit akhir.
PEMAIN ASING: Daniel Agger, Alberto Aquilani, Fabio Aurelio, Ryan Babel, Diego Cavalieri, Milan Jovanovic, Dirk Kuyt, Sotiros Kyrgiakos, Lucas, Javier Mascherano, Damien Plessis, Christian Poulsen, Pepe Reina, Maxi Rodriguez, Martin Skrtel, Fernando Torres.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Jamie Carragher, Joe Cole, Steven Gerrard, Glen Johnson.
USIA DI BAWAH 21: Daniel Ayala, Laurie Dalla Valle, Stephen Darby, Nabil El Zhar, Peter Gulacsi, Emiliano Insua, Steven Irwin, Martin Kelly, Krisztian Nemeth, David Ngog, Jonjo Shelvey, Jay Spearing, Danny Wilson.
PEMAIN TARGET: Maynor Figueroa, Christian Poulsen, Loic Remy.
KESIMPULAN: Perlu lebih banyak pemain dalam negeri.

MANCHESTER CITY

Klub yang jauh meninggalkan klub lain di Liga Inggris dalam hal pengeluaran uang untuk membeli pemain. Akibatnya bos Manchester City, Roberto Mancini, tidak begitu memperhatikan keharusan untuk mengurangi jumlah pemain inti.
Manchester City
Lima belas pemain kemungkinan meninggalkan klub ini, tahun ini, tetapi tidak satu pun yang merupakan pemain yang selalu rutin diturunkan sejak menit pertama di City. Akan tetapi penyebabnya adalah karena klub ini membeli pemain seperti Jerome Boateng, Aleksandar Kolarov, David Silva dan Yaya Toure.
Pada akhirnya, City dipenuhi dengan begitu banyak pemain berbakat yang juga membuat klub itu terlalu gemuk dengan pemain.
Cepat atau lambat, Mancini harus menerima kenyataan bahwa 29 pemain lebih banyak dari 25 yang ditetapkan -dan Craig Bellamy sudah menyatakan secara terbuka bahwa dia tidak akan masuk dalam jajaran pemain yang dipertahankan City.
Fakta ini akan mendorong penjualan pemain secara besar-besaran di Manchester City, dan akan terus bertambah karena manajer Italia itu belum selesai dengan kegiatan membeli pemain.
James Milner dari Aston Villa dan striker Inter Milan, Mario Balotelli, adalah dua pemain yang akan bergabung dengan Mancini, sehingga jumlah pemain asing menjadi 17 dan jumlah total pemain mencapai 31 orang.
City memegang kunci di pasar transfer pertengahan tahun ini dan jikapun mereka berhenti membeli pemain, klub ini menjadi pemegang rekor pasar transfer Liga Primer dalam hal penjualan pemain.
Salah satu hal yang pasti adalah semua perhatian akan tertumpu pada Manchester United selama beberapa waktu.
PEMAIN ASING: Emmanuel Adebayor, Jerome Boateng, Felipe Caicedo, Nigel De Jong, David Gonzales, Jo, Aleksandar Kolarov, Vincent Kompany, Robinho, Roque Santa Cruz, David Silva, Carlos Tevez, Kolo Toure, Yaya Toure, Patrick Vieira, Pablo Zabaleta.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Gareth Barry, Craig Bellamy, Wayne Bridge, Kelvin Etuhu, Shay Given, Joe Hart, Stephen Ireland, Adam Johnson, Michael Johnson, Joleon Lescott, Micah Richards, Stuart Taylor, Shaun Wright-Phillips.
USIA DI BAWAH 21: Dedryck Boyata, Greg Cunningham, Alex Henshall, Abdisalam Ibrahim, Shaleum Logan, Alex Nimely, Albert Rusnak, Javan Vidal.
PEMAIN TARGET: Mario Balotelli, Edin Dzeko, James Milner.
KESIMPULAN: Penuh pemain berkualitas tetapi apakah mereka bisa bermain sebagai satu tim?

MANCHESTER UNITED

Ketika banyak pihak memperkirakan Liga Primer Inggris sebagai yang paling kompetitif, upaya Manchester United merebut kembali gelar juara liga yang telah 11 kali dalam 17 musim kompetisi diraih akan sangat sulit.
Wayne Rooney
Juara bertahan Chelsea, Arsenal dan Manchester City merupakan favorit bandar judi sebagai klub yang bisa menjadi penantang Manchester United, tetapi Tottenham dan Liverpool pun mulai melakukan perubahan untuk menjadi salah satu klub yang bisa menjadi juara liga.
Akan tetapi sejauh ini Alex Ferguson menolak mengambil langkah untuk menghadapi ancaman itu dengan berbelanja pemain di pasar transfer.
Tiga pemain muda, Chris Smalling, Javier Hernandez dan Bebe, dibeli Manchester United untuk menambah jumlah produksi pemain berbakat Manchester United yang memang menjadi ciri khasnya, namun kecuali itu Alex Ferguson sekali lagi menggantungkan harapannya pada para pemain asing untuk membawa klub itu menguasai Liga Primer.
Sejumlah pemain berbakat produksi sendiri dikombinasi dengan pemain asing bagus yang semakin sedikit jumlahnya akan menjadi dasar upaya United mencapai kejayaan, ini artinya semua sangat tergantung pada panampilan gemilang Wayne Rooney dan pemain veteran seperti Ryan Giggs san Paul Scholes sepanjang musim kompetisi.
Tetapi, klub ini bisa jadi akan melakukan aksi pembelian pemain yang cerdik menjelang akhir periode transfer.
PEMAIN ASING: Anderson, Dimitar Berbatov, Patrice Evra, Owen Hargreaves, Javier Hernandez, Tomasz Kuszczak, Nani, Ji-sung Park, Edwin Van der Sar, Antonio Valencia, Nemanja Vidic.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Wes Brown, Michael Carrick, Jonny Evans, Rio Ferdinand, Darren Fletcher, Darron Gibson, Ryan Giggs, Gary Neville, John O'Shea, Michael Owen, Wayne Rooney, Paul Scholes.
USIA DI BAWAH 21: Ben Amos, Bebe, Tom Cleverley, Fabio da Silva, Rafael da Silva, Ritchie De Laet, Corry Evans, Federico Macheda, Gabriel Obertan, Chris Smalling.
PEMAIN TARGET: Karim Benzema, Mesut Ozil, Stephen Pienaar.
KESIMPULAN: Seberapa sering Alex Ferguson salah?

NEWCASTLE

Meski berhasil membawa Newcastle ke Liga Utama saat menjalankan tugas pertama, keberhasilan mempertahankan klub ini di liga papan atas akan menjadi hadiah yang lebih besar bagi manajer Chris Houghton.
Jonas Guiterrez
Dia menjalankan tugas ini dengan bantuan satu kenyataan bahwa timnya diperkuat dengan pemain yang memiliki pengalaman berlaga di liga papan atas -dan dia memperkuatnya dengan mengontrak mantan pemain belakang Tottenham dan Arsenal, Sol Campbell, yang kini kembali fit untuk membantu barisan pertahanan yang akan terus menerus diuji di Liga Utama.
Trio pemain asing yang merasa masih harus membuktikan diri di Liga Primer, Fabricio Coloccini, Jose Enrique dan Jonas Gutierrez, juga masih berada di Newcastle. Mereka kemungkinan tidak tampil gemilang saat Newcastle masih berada di Liga Primer, namun dengan pengalaman di divisi satu yang keras mereka berharap bisa tampil dengan lebih prima kali ini.
Chris Hougton tidak memiliki dana besar untuk membeli pemain tetapi dia sangat cerdik dengan membeli pemain muda berbakat Dan Gosling dari Everton, sementara kedatangan James Perch dari Nottingham Forest memberinya opsi untuk barisan pertahanan dan lapangan tengah.
Dengan jumlah pemain asing yang tiadk banyak, klub ini menampilkan banyak pemain dalam negeri yang pasti akan didukung kuat oleh penggemar klub ini.
PEMAIN ASING: Fabricio Coloccini, Jose Enrique, Jonas Gutierrez, Peter Lovenkrands.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Shola Ameobi, Joey Barton, Leon Best, Sol Campbell, Fraser Forster, Danny Guthrie, Steve Harper, Tim Krul, Kevin Nolan, James Perch, Wayne Routledge, Danny Simpson, Alan Smith, Ryan Taylor, Steven Taylor, Mike Williamson.
USIA DI BAWAH 21: Andy Carroll, Ryan Donaldson, Shane Ferguson, Dan Gosling, Tamas Kadar, Nile Ranger, Haris Vuckic.
PEMAIN TARGET: Hatem Ben Arfa, Jimmy Bullard, Alan Hutton.
KESIMPULAN: Prima untuk berjuang.

STOKE CITY

Meski tidak keren, tidak disukai dan tidak suka kompromi, Stoke mulai banyak disukai setelah dua musim wara wiri di Liga Primer sejak lolos dari divisi satu tahun 2008.
Stoke City
Tim ini setiap tahun selalu diperkirakan akan kembali ke divisi satu, namun prestasi di posisi papan tengah klasemen liga membuktikan hasil gaya permainan menyerang dan kasar yang diterapkan tim asukan Tony Pulis ini.
Akan tetapi bukan berarti klub ini tidak memiliki ambisi, dan meski upaya membeli pemain depan Nice, Loic Remy, gagal, Pulis berhasil melakukan aksi yang dianggap sebagai semacam kudeta dengan membeli pemain depan Sunderland, Kenwyne Jones dengan harga £ 8 juta yang merupakan rekor harga tertinggi klub ini.
Pendukung Stoke berharap pemain bertubuh raksasa asal Trinidad ini bisa menjadi mesin gol yang bisa memanfaatkan umpan baik yang menjadi kelemahan para pemain depan klub itu -dan kemungkinan akan menambah pemain lagi menjelang akhir periode transfer.
Yang jelas klub ini sangat menggantungkan diri pada kemampuan pemain dalam negeri dan pemain asing mengatasi tekanan bermain di Liga Utama Inggris.
PEMAIN ASING: Abdoulaye Faye, Ricardo Fuller, Kenwyne Jones, Thomas Sorensen, Mamady Sidibe, Sanli Tuncay.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: James Beattie, Asmir Begovic, Danny Collins, Andrew Davies, Rory Delap, Carl Dickinson, Matthew Etherington, Danny Higginbotham, Robert Huth, Dave Kitson, Liam Lawrence, Carlo Nash, Danny Pugh, Ryan Shawcross, Tom Soares, Michael Tonge, Glenn Whelan, Dean Whitehead, Andy Wilkinson.
USIA DI BAWAH 21: Florent Cuvelier, Danzelle St Louis-Hamilton, Matthew Lund, Ben Marshall, Ryan Shotton, Nathaniel Wedderburn.
PEMAIN TARGET: Jermaine Pennant, Loic Remy.
KESIMPULAN: Kembali memenuhi target posisi papan tengah.

SUNDERLAND

Awal yang bagus di musim kompetisi tahun lalu sempat membuat pendukung Sunderland bermimpi mengakhiri posisi di papan tengah klasemen akhir dan menjadi awal bagi klub ini untuk terjun di ajang sepakbola Eropa.
Darrent Brent
Namun yang terjadii adalah hanya dengan penampilan gemilang menjelang akhir musim kompetisi yang bisa membuat klub ini tidak terkena degradasi.
Dua faktor yang menjadi dasar perubahan di musim kompetisi tahun ini. Pertama, manajer Steve BRuce berharap pemain seperti Lee Cattermole tidak mengalami cedera serius seperti tahun lalu, dan pemain baru,Marcos Angeleri, Titus Bramble, Christian Riveros dan Danny Welbeck bisa mengatasi kuantitas dan kualitas klub yang terjadi musim lalu.
Kedua, kehadiran saingan keras Newcastle di Liga Utama bisa menjadi pendorong. Apapun ambisi klub ini sebelumnya, berada di posisi lebih baik dari Newcastle akan menjadi prioritas utama sekarang.
Steve Bruce tampaknya turun ke musim kompetisi tahun ini dengan tim yang lebih lengkap dengan jumlah pemain dalam negeri sesuai dengan peraturan Liga Primer.
Dan jika Darrent Bent bisa mengulangi penampilan gemilang tahun lalu, Sunderland ingin mempertahankan posisi di papan tengah lebih lama lagi sekarang.
PEMAIN ASING: Ahmed Al-Muhammadi, Marcos Angeleri, Paulo Da Silva, Craig Gordan, Steed Malbranque, John Mensah, Simon Mignolet, Christian Riveros, Boudewijn Zenden.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Phil Bardlsey, Darren Bent, Titus Bramble, Fraizer Campbell, Trevor Carson, Lee Cattermole, Anton Ferdinand, David Healy, Matthew Kilgallon, George McCartney, Nedum Onuoha, Andy Reid, Kieran Richardson, Michael Turner, Martyn Waghorn.
USIA DI BAWAH 21: Jack Colback, Jordan Henderson, David Meyler, Ryan Noble.
PEMAIN TARGET: Nedum Onuoha, Danny Welbeck, Luke Young.
KESIMPULAN: Berambisi untuk bisa meningkatkan posisi di klasemen akhir.

TOTENHAM HOTSPURS

Salah satu tokoh cerdik di dunia sepakbola Inggris, Harry Redknapp berhasil menyusun tim yang sangat seimbang di Tottenham.
Gareth Bale
Kekhawatiran soal kesehatan Jonathan Woodgate tidak akan membuat manajer itu khawatir sekarang -dia masuk dalam 25 anggota tim- sementara pemain seperti Gareth Bale, Giovani dos Santos dan pemain muda baru Sandro masuk dalam kategori pemain di bawah 21 tahun.
Fakta ini, ditambah rencana Redknapp yang masih ingin menambah satu, dua pemain, membuat pemain seperi Alan Hutton, Robbie Keane, Jamie O'Hara dan Woodgate harus mulai khawatir akan posisi mereka di klub.
Redknapp, yang berhasil membawa Tottenham ke empat besar Liga Utama untuk pertama kali, mengatakan ingin membeli tiga pemain. Dia mengatakan jika rencananya ini berhasil Spurs bisa menjadi klub yang akan bisa bersaing merebut gelar juara liga.
Lolos ke babak grup Liga Champions bisa menjadi penting bagi klub London ini untuk membeli pemain tambahan, dan setelah bermain seri oleh klub Swiss Young Boys klub ini memiliki kesempatan besar untuk melakukannya.
Sebagai klub yang secara tradisional selalu melakukan gerakan di akhir periode transfer, setidaknya kebangsaan pemain baru tidak akan menjadi satu kekhawatiran bagi Tottenham.
PEMAIN ASING: Benoit Assou-Ekotto, Sebastien Bassong, Vedran Corluka, Carlo Cudicini, Heurelho Gomes, Alan Hutton, Younes Kaboul, Niko Kranjcar, Luka Modric, Wilson Palacios, Roman Pavlyuchenko.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: David Bentley, Peter Crouch, Michael Dawson, Jermain Defoe, Dorian Dervite, Tom Huddlestone, Jermaine Jenas, Robbie Keane, Ledley King, Aaron Lennon, Jamie O'Hara, Kyle Naughton, Jonathan Woodgate.
USIA DI BAWAH 21: Gareth Bale, Giovani dos Santos, Kyle Walker, Jake Livermore, Ryan Mason, Jonathan Obika, Danny Rose, Sandro, Andros Townsend.
PEMAIN TARGET: Craig Bellamy, Scott Parker, Micah Richards, Ashley Young.
KESIMPULAN: Perlu menambah pemain untuk penuhi ambisi.

WEST BROM

Klub ini terlalu kuat untuk divisi satu tetapi tidak cukup kuat untuk berlaga di Liga Utama, sehingga West Brom menjadi klub yang terus naik turun divisi dalam beberapa tahun terakhir.
west brom
Kali ini mereka kembali ke divisi utama setelah menempati urutan kedua klasemen akhir divisi satu, dan dengan manajer Roberto Di Matreo klub ini berharap bisa menampilkan permainan "yang benar" di liga utama.
Dan satu hal yang tidak mereka perlukan adalah urutan pertandingan awal di divisi utama melawan Chelsea, kemudian Sunderland, LIverpool, Tottenham dan Arsenal.
Seperti sudah diperkirakan Di Matteo membeli pemain dalam jumlah kecil bukan dengan mendatangkan pemain baru secara berbondong-bondong -upaya untuk tidak membuat klub yang biasanya hanya bertahan satu tahun di divisi utama ini bangkrut- dengan membeli Pablo Ibanez, Boaz Myhill, Stephen Reid, Nicky Shorey dan Gabriel Tamas dengan harga murah.
Awal yang bagus mungkin terlalu berat untuk dipenuhi mengingat lawan-lawan yang dihadapi, tetapi West Brom akan menampilkan permainan gemilang musim tahun ini dan pasar taruhan menunjukkan bahwa tim ini pada akhirnya akan tetap bercokol di divisi utama.
Klub ini juga tidak menghadapi masalah dalam memenuhi peraturan jumlah pemain dalam negeri.
PEMAIN ASING: Roman Bednar, Marek Cech, Graham Dorrans, Pablo Ibanez, Gonzalo Jara, Abdoulaye Meite, Youssouf Mulumbu, Jonas Olsson, Gabriel Tamas, Gianni Zuiverloon.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Giles Barnes, Leon Barnett, Chris Brunt, Scott Carson, Luke Moore, Ishamel Miller, James Morrison, Boaz Myhill, Reuben Reid, Steven Reid, Nicky Shorey, Jerome Thomas.
USIA DI BAWAH 21: Kayleden Brown, Simon Cox, Paul Downing, Lateef Elford-Alliyu, Sam Mantom, Joe Mattock, Romaine Sawyers, George Thorne, Chris Wood.
PEMAIN TERGET: George Boateng, Calum Davenport, Rob Hulse.
KESIMPULAN: Posisi ke 17 klasemen akhir.

WEST HAM

Bermain api sudah menjadi norma di West Ham akhir-akhir ini, sehingga memasuki satu musim dengan harapan dan optimisme kemungkinan terdengar asing bagi sebagian pendukungnya.
Akan tetapi, pemilik klub David Sullivan dan David Gold berusaha membawa klub ini memiliki situasi keuangan yang lebih baik, dan manajer Avram Grant pun dikontrak. Manajer ini memiliki prestasi bagus dengan Chelsea dan Porstmouth.
Meski muncul berita mengenai hutang klub yang mencapai £ 110 juta ketika pemilik baru mengambil alih kepemilikan, kedua orang yang mengaku pendukung berat West Ham mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain seperti Pablo Barrera, Winston Reid, Frederic Piquionne and Thomas Hitzlsperger untuk membuat tim lebih seimbang.
Saat ini, West Ham memiliki delapan pemain senior dalam negeri dan semua pasti masuk ke dalam 25 anggota tim.
Jika mereka berhasil mengatasi upaya Tottenham dan mempertahankan Scott Parker, tim ini akan mulai terlihat seimbang dibanding sebelumnya, terutama jika pemain seperti Freddie Sears dan Zavon Hines bisa tampil lebih prima dalam musim kompetisi tahun ini.
Dalam beberapa minggu ini tentu akan banyak terjadi perubahan dan ketidakpastian soal situasi keuangan klub yang akhirnya membuat pemain mahal dijual masih akan terjadi.
PEMAIN ASING: Pablo Barrera, Valon Behrami, Tal Ben Haim, Manuel Da Costa, Fabio Daprela, Alessandro Diamanti, Julien Faubert, Thomas Hitzlsperger, Herita Illunga, Radoslav Kovac, Peter Kurucz, Benni McCarthy, Luis Boa Morte, Frederic Piquionne, Winston Reid.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Carlton Cole, Kieron Dyer, Danny Gabbidon, Rob Green, Mark Noble, Scott Parker, Jonathan Spector, Matthew Upson.
USIA DI BAWAH 21: Jack Collison, Zavon Hines, Frank Nouble, Freddie Sears, Jordan Spence, Junior Stansilas, Marek Stech, James Tomkins.
PEMAIN TARGET: Jamie O'Hara, Miralem Sulejamani, Yakubu.
KESIMPULAN: Optimisme terukur?

WIGAN

Wigan mengeluarkan sush panas dan dingin lebih sering dari pada sebuah ketel di salju pada musim kompetisi lalu, tetapi setidaknya mereka masuk dalam salah satu klub terdepan di Liga Primer -klub yang memiliki jumlah pemain asing terbanyak.
Rodallega
Hanya Manchester City dan Liverpool yang memiliki lebih banyak pemain asing dibanding klub asuhan Roberto Martinez ini.
Hanya satu pemain yang dibeli Martinez yang merupakan pemain dalam negeri -Victor Moses dari Crystal Palace musim lalu - dan pembelian Antolin Alcaraz, Ali Al-Habsi, Mauro Boselli, James McCarthur serta Ronnie Stam pertengahan tahun ini membuat jumlah pemain asing di Wigan berjumlah 15 orang.
Ini artinya Martinez harus membeli satu atau dua pemain jika ingin memenuhi kuota pemain dalam negeri, dan tampaknya meminjam pemain akan menjadi pilihan terbaik.
Jika tidak, jumlah pemain mereka akan terlalu sedikit dalam beberapa bulan pertama dan ini tidak bisa dilakukan oleh Wigan yang dianggap oleh para bandar judi sebagai calon klub yang akan terkena degradasi.
PEMAIN ASING: Antolin Alcaraz, Ali Al Habsi, Antonio Amaya, Mauro Boselli, Mohamed Diame, Maynor Figueroa, Steve Gohouri, Jordi Gomez, Cho Won Hee, James McArthur, Daniel De Ridder, Hugo Rodallega, Jason Scotland, Ronnie Stam, Hendry Thomas.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Emmerson Boyce, Gary Caldwell, Chris Kirkland, Charles N'Zogbia, Mike Pollitt, Ben Watson.
USIA DI BAWAH 21: James McCarthy, Callum McManaman, Joe Holt, Victor Moses, Jordan Mustoe, Jonathan Routledge.
PEMATIN TARGET: James Beattie, Tyrone Mears, Jermaine Pennant.
KESIMPULAN: Klub ini sekarang kekurangan pemain.

WOLVES

Setelah memastikan tetap di Liga Utama dengan gemilang tahun lalu, pertanyaan bagi Wolves dalam musim kompetisi ini adalah ke arah mana mereka akan bergerak sekarang; prestasi buruk yang tiba-tiba muncul seperti tahun lalu atau naik ke papan tengah yang lebih aman?
Kevin Doyle
Agak mengherankan bagi manajer Mick McCarthy untuk membeli 16, dari 24 pemain yang dibelinya di Liga Utama, pemain asing sehingga klub ini tampak lebih kosmopolitan di tahun kedua berlaga di divisi utama.
Dan pemain asing yang dibeli memang cukup banyak, enam dengan nilai hampir £ 17 juta dan ini menggarisbawahi ambisi Wolves untuk tetap menjadi klub divisi utama sepakbola Inggris.
Penampilan baik diharapkan muncul dari Steven Fletcher, Stephen Hunt, Steven Mouyokolo, Jelle van Damme and Adlene Guedioura musim ini dan demikian juga tekanan baru yang dihadapi oleh Mic McCarthy.
PEMAIN ASING: Christophe Berra, Jelle Van Damme, Kevin Doyle, Steven Fletcher, Adlene Guedioura, Marcus Hahnemann, Nenad Milijas, Steven Mouyokolo, Geoffrey Mujangi Bia, Stephen Ward, Ronald Zubar.
PEMAIN SENIOR DALAM NEGERI: Jody Craddock, Sylvan Ebanks-Blake, David Edwards, George Elokobi, Kevin Foley, Greg Halford, Wayne Hennessey, Karl Henry, Matthew Hill, Stephen Hunt, Carl Ikeme, Matt Jarvis, David Jones, Michael Kightly, Andy Keogh, Matt Murray, Richard Stearman.
USIA DI BAWAH 21: Ashley Hemmings, Scott Malone, Nathaniel Mendez-Laing.
PEMAIN TARGET: Andre Bikey, Jeremain Lens, Michael Mancienne.
KESIMPULAN: Bersiap untuk tangguh.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...