Minggu, 10 Juni 2012

Perih

Aku tertegun. Kata-katamu menusuk ke relung hatiku. Kukuatkan hati ini untuk mendengarnya, untuk mencernanya. Namun semakin dalam aku mencernanya, semakin dalam katamu menusuk.
Aku Ingin teriak, aku ingin memaki. Tapi lidahku telah terkunci. Telingakupun terpatri, untuk selalu terpaku dengan kata-katamu yang begitu kubenci. 

Minggu, 03 Juni 2012

( Bukan ) pemuja Setan

Barisan orang berjubah hitam semakin merapat. Degup jantungku bertalu menghentak dada, mengiring kerumunan yang makin memekat. Desa Rangkat baru saja kulalui, langkahku kembali telah tertutup pengepungku
“ Mau apa kamu kesini? “ tanya salah seorang dari mereka sambil memutar tongkat besi di tangannya.

Penerbangan Terakhir

Debaran jantungku perlahan kembali normal. Katakutanku menjelang take off tadi begitu keras menghentak. Pertama kalinya aku mencoba menerbangkan pesawat di lokasi ini. Lokasi yang indah dan berbukit-bukit.
Pesawat melayang tenang dalam kendaliku. Desa Rangkat yang indah menggodaku di sela-sela bebukitan. Aku terlena, tak kusadari sebuah tebing menantang kepakan sayap pesawat terbaruku.

Selasa, 01 Mei 2012

Jalang Liarku

Desah nafasmu masih terasa
Membaluri buluh perindu yang terjaga
Bersama nafas yang tak henti terpompa
Mengiringi liarnya rasa yang berkuasa

Wangimu masih terbaca
Dersama ion-ion udara yang menyapa bulu penciumanku
Mengantar sejuta rasa mengembara
Tuk menyingkap rahasia yang belum terjamah

Kamis, 26 April 2012

Rindu Tak Bertuan

Kalimaya art galery

Kau tinggalkan rasa selaksa bara
Membakar nadi menyentuh rongga
Mengulum jiwa pada ruang hampa
Saat ragamu tak lagi berada

Selasa, 24 April 2012

Pelukis Mimpi

Ingin kusibak jelaga yang menari di wajahmu
Agar kulihat lagi birunya langit menghias bola matamu
Menyapu debu-debu lusuh di hatimu
Yang tlah membunuh pancaran sinarmu

Senin, 16 April 2012

Esok Tak Pernah Ada

Esok?
Masih adakah kata yang terucap
Saat ujung titiap makin kental mengendap
Menyergap pandang mata yang tak bisa lagi berhenti menatap

Esok?
Masihkah kan kau berharap hadirnya
Saat matahari beranjak tersia-sia tanpa prestasi nyata
Sementara dia tak pernah bisa memutar arahnya
Hanya bergerak setapak demi setapak langkahnya
Hingga akhir dunia kan tiba waktunya

Rabu, 11 April 2012

Bourjuis Narsis

Kita tidak sedang mematut diri di papan catur
Melihat setiap langkah untuk dicounter
Dengan berbagai muslihat yang terpikir nalar
Liat meliuk tarian liar
Demi sebuah kata bermakna kemenangan besar

Kita tidak sedang bersandiwara
Memainkan kisah seribu muka
Berwajah cantik bengis menggoda
Ataupun melankolis mengundang iba

Selasa, 27 Maret 2012

Cakar - Cakar Hitam Masa Lalu

kalimayaartgalery

            Adzan isya’ telah berlalu. Jamaah sholat isya masjid al Ikhlas pun berangsur-angsur kembali ke rumahnya. Pun dengan Xixi yang telah berada di masjid sejak waktu ashar tadi. Dengan irama yang teratur, diayunkan langkah kakinya menuju rumah yang ditempatinya. Rumah mungil bercat kuning yang bertempat di ujung gang dekat masjid al-Ikhlas. Rumah yang dibelinya dari sisa uang tabungannya.
“ Dasar sundal. “ maki seorang ibu ketika  berpapasan dengannya.
            Xixi tak menjawab makian tersebut. Hanya suara istighfar yang terlontar dari bibirnya. Seulas senyum yang setengah dipaksakan tersungging dari bibirnya yang mungil. Senyuman untuk menutupi luka hatinya, setiap kali kata-kata hinaan menghampirnya. Telinganya yang terbungkus jilbab serasa sudah kebal, karena setiap hari mendengar makian dan cemoohan warga. Namun dia selalu berusaha bersabar menghadapi semua hinaan itu. Setiap cemoohan yang diterimanya, dibalasnya dengan do’a-do’a kebaikan. Do’a-do’a yang selalu dipanjatkannya di setiap waktunya. Tak ingin dia berlama-lama terlarut rasa dendam dan sakit hati.
“ Hee Sundal, ditunggu sama pelangganmu itu. “ kata seorang ibu lain saat berpapasan di dekat rumahnya. Tatap mata sinis dan penuh kebencian terlihat di matanya.

Minggu, 25 Maret 2012

Anakku Bukan Esktrimis II


http://icus2ays.blogspot.com/2009/01/intifadah.html
“ Dorrr…..dorrr….dorrr “ bunyi tembakan dari sniper yang berlindung di beberapa gedung terus memburu langkah-langkah kecil Ali yang lincah berlarian di atas puing-puing bangunan. Tumpukan batu bata dan bahan bangunan lainnya merupakan pemandangan harian yang selalu menyambut sinar matahari di bumi Gazza. Pun dengan bunyi tembakan yang yang terus memburu tubuh kurus Ali Bin Suhail, bocah kurus berusia 15 tahun bersenjatakan ketapel yang selalu tergantung di lehernya.
                        Ali adalah putera Abu Suhail yang mati terbunuh dua tahun yang lalu. Abu Suhail terbunuh saat pasukan Israel menyerang sebuah masjid di Gazza. Abu Suhail yang sedang sholat subuh berjamaah menjadi korban berondongan senapan mesin bersama puluhan jamaah lainnya. Bangunan masjid tempat mereka sholat rata dengan tanah dihujani tembakan mortir dan bom yang dijatuhkan pesawat pembom Israel.
        

Selasa, 20 Maret 2012

Keteguhan Hati


Hari-hari terus berganti. Hubungan Xixi dan Iqbal semakin dekat. Kedekatan yang mereka jalani semakin membuat warga di sekitar tempat tinggal Xixi panas. Bagaimanapun mereka tahu siapa Iqbal. Berasal dari keluarga seperti apa pemuda tampan tersebut. Sejujurnya di hati kecil ibu-ibu sekitar rumah Xixi, menganggap hubungan itu tidak sepantasnya. Iqbal, putera seorang pemuka agama yang mereka hormati menjalin hubungan dengan seorang mantan pelacur.
Banyak ibu-ibu yang merasa, Iqbal lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik. Bahkan ada beberapa orang ibu yang rela menyodorkan anak gadis ataupun saudara perempuannya yang masih gadis agar Iqbal mau mengawininya. Namun tak ada tanggapan dari pemuda tersebut.

Kamis, 15 Maret 2012

Belenggu Masa Lalu


kalimayaartgallery
             Mentari yang perlahan mulai meninggi mengiring langkah-langkah kaki Iqbal dan Xixi yang berjalan bersisian meninggalkan masjid Agung Al Akbar Surabaya. Langkah-langkah kaki yang menuntun mereka ke area taman di depan masjid. Sambil berbincang mereka terus berjalan menjauh dari halaman masjid.
“ Kita duduk di sini saja ya? “ tanya Iqbal sambil menjatuhkan pantatnya ke pangkuan kursi taman yang kosong. Kursi kayu bercat hitam yang berdiri kokoh di atas pijakan ke empat kaki-kakinya. Semilir hembusan angin membawa aroma bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya.
            Xixi tak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya mengikuti langkahnya dengan duduk di kursi sebelah Iqbal. Tempatnya yang terbuka dan dipayungi sebuah pohon yang menawarkan kesejukan.   Tangannya yang terlindung baju kurung panjang tersembunyi di balik kerudung birunya yang panjang.

Rabu, 07 Maret 2012

Pertemuan

tausiyah.wordpress.com


            Diiringi sinar matahari yang masih panas membakar kulit, Iqbal menuju ke masjid al Ikhlas. Secarik kertas yang diperoleh dari petugas adminitrasi rumah sakit kemarinlah yang menuntun langkahnya ke masjid tersebut. Xifana Adestya Maharani, nama yang tercantum di kertas tersebut begitu menarik perhatiannya. Terbayang wajah wanita yang kemarin pingsan saat terserempet angkot. Wajahnya yang putih dipadu dengan kerudung biru sungguh suatu pemandangan yang menyejukkan hati. Meski hanya sesaat melihatnya, kenangan itu membekas di hatinya.
            Namun sesungguhnya bukan hal itu yang membuatnya ingin bertemu. Keinginannya bertemu murni hanya ingin tahu bagaimana keadaan gadis yang kemarin diantarnya ke rumah sakit. Seberapa parah luka yang dideritanya saat ini.  Hembusan angin seakan ikut mendorong langkahnya untuk segera bertemu dengannya.
“ Assalamu alaikum.” Iqbal menyapa seorang bapak-bapak tua yang tengah duduk di teras masjid. Tangannya terus memutar tasbih. Bibirnya yang dipait kulit pipi yang mulai mengeriput terus berkomat-kamit membaca dzikir.

Minggu, 26 Februari 2012

Peningkatan Kualitas Wasit, Penting Untuk Pembinaan Pemain Muda


            Pembinaan pemain muda usia yang sedang digalakkan oleh PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husein merupakan salah satu cara memperbaiki kualitas pemain di masa yang akan datang. terlepas apakah nantinya Beliau akan tetap bertahan mengurus PSSI atau digantikan dengan pengurus yang lain, seharusnya program ini terus dilakukan. Namun ada hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam pembinaan pemain usia muda, yakni sektor wasit beserta aparat pendukungnya yakni Komdis.

            Kita semua sudah mengetahui, bahwa bibit-bibit usia muda yang bangsa ini miliki sejujurnya punya skill individu yang baik dan mampu bersaing dengan Negara-negara lain. Kita tentu masih ingat saat SSB yang berlokasi di Makasar pernah menembus 4 besar piala Danone. Atau keberhasilan kakak-kakak mereka selama dua tahun berturut-turut menjuarai AC Milan Throphy di Italia. Itu semua bukti bagaimana kualitas anak-anak muda Indonesia dalam bermain bola.

Pentingnya Pembinaan Usia Dini

                    Setelah masa-masa menjelang kejatuhan NH dan kawan-kawannya di PSSI dulu, saya memilih vakum menulis tentang PSSI. Bukan kecewa karena NH dijatuhkan, tetapi sejujurnya saya sudah melihat banyak teman-teman yang mengangkat masalah PSSI dan perjuangan melawan lupa. Perjuangan yang menurut saya tak akan pernah usai, karena pengusung rezim lama masih ada dan berkeliaran untuk membuat PSSI baru terlihat buruk di depan penikmat bola tanah air. Saya menyadari itu, karena mereka memang mengusai setidaknya 2 media televisi dan beberapa portal pemberitaan yang mampu menjadi corong mereka untuk menjegal PSSI dan semua programnya. Mereka berpegang pada prinsip “ Berita salah, jika diberitakan terus menerus lambat laun akan tertanam menjadi kebenaran bagi yang tidak bisa memilah dan memilih berita".

Rabu, 15 Februari 2012

Sang Malaikat Penolong

https://www.facebook.com/people/Malaikat-Penolong/100002627415138
Putaran roda mobil terus berpacu membelah hitamnya aspal jalanan. Iqbal yang duduk di belakang kemudi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sejuknya udara di pagi itu menggodanya untuk menurunkan kaca avanza-nya. Hanya separuh saja yang menutupi jendela mobil yang selalu setia menemaninya. Pandang matanya terus memperhatikan jalanan yang dilauinya. Sementara alunan lembut lagu-lagu dari letto lembut menyapu gendang telinganya.

Laju mobilnya melambat saat melewati sebuah pasar. Aktifitas yang lumayan padat sedikit banyak berpengaruh pada kelancaran lalu lintas di jalan itu. Riuh rendah berbagai suara sedikit banyak mengganggunya. Perlahan laju mobil yang dikemudikannya semakin lambat hingga hampir ke titik 10 km/jam.

Minggu, 12 Februari 2012

Terror Rawagede

http://rioardi.wordpress.com/2011/12/01/foto-foto-langka-agresi-militer-belanda-di-indonesia/rioardi.wordpress
            Lelah belum lagi lunas terbayar, saat sayup gemuruh tank berderak mendekat. Derap sepatu boot mengiringi pergerakannya. Getaran-getaran yang ditimbulkannya serasa mengguncang bale bambu tempatnya merebahkan diri. Baru kemarin perjanjian renville ditanda tangani, kini mimis-mimis rakus KNIL dan pasukan Belanda mengancam ketenangan penduduk Rawagede tempatnya tinggal.

" Kenapa selarut ini tank-tank Belanda sudah memasuki perkampungan ini. " gumam lelaki muda berusia sekitar 30 tahun tersebut sambil mengucek-ucek matanya. Suara adzan isya' dari surau telah berlalu tanpa sempat dirinya mendengar iqomat yang terlindas pusaran rantai-rantai tank dan derap sepatu boot. " Adakah mereka hanya ingin menempatkan pasukannya di sini? " kembali sebuah tanya berkumandang di benaknya.

Kamis, 09 Februari 2012

Malaikat Pembimbing

http://animaker131.deviantart.com/art/Guardian-Angel-147904735
Sejak peristiwa kedatangan ibu-ibu wali murid ke TPQ, Xixi terus mengalami teror. Kata-kata tak sedap sering terdengar ketika dirinya melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang bercengkerama di sore hari. Mulai dari sindiran halu sampai kata-kata kasar. Meski dirinya tak menghiraukannya, namun dirinya khawatir hal itu akan diikuti oleh beberapa orang anak-anak TPQ yang melihatnya.

" Assalamualaikum " sapa Xixi saat dirinya melewati beberapa orang ibu yang sedang duduk-duduk di teras rumah warga.

Senin, 06 Februari 2012

Taman Ujung, Istana Air Dari Timur

Tanggal 2 februari kemarin saat menikmati libur hari raya Galungan, saya menyempatkan diri melali ( Jalan-jalan = bahasa bali-red ) ke ujung timur pulau Bali. Tujuan awal saya dan teman-teman adalah Taman Soekasada Ujung  yang terletak di desa Tumbu kecamatan Karangasem. Taman ini berjarak sekitar 2-2,5 jam perjalanan darat dari Denpasar.
Koleksi Pribadi

Taman Ujung merupakan salah satu situs peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di lereng Gunung Agung. Taman yang didirikan oleh raja Karangasem terakhir I Gusti Bagus Jelantik ( 1909-1945 ) yang saat memimpin bergelar Anak Agung Agung AngLurah Ketut Karangasem . Taman yang mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikam tahun 1921 ini awalnya memiliki luas sekitar 400 hr. Namun kini tinggal 10 hr saja karena dibagikan ke warga sekitar saat adanya "Land Reform".

Jumat, 03 Februari 2012

Penentangan

http://penabuluan.multiply.com/journal/item/597/Lena_Lena
Seminggu telah berlalu sejak pertama kali Xixi mulai mengajar anak-anak TPQ. Pelan tapi pasti berita tentang dirinya segera menyebar ke orang tua murid. Ada pro dan kontra yang datang menghampiri dirinya. Jamaah masjid terbelah karena peristiwa tersebut. Bagaimanapun mereka tahu siapa dia. Apa latar belakang dirinya. Dan hampir semua yang ada pada dirinya jamaah masjid tahu.

Matahari sore baru saja menyapa mayapada, setelah sejak pagi bersembunyi di balik awan. Pelataran masjid yang baru saja sepi ditinggalkan jamaah sholat ashar kembali ramai oleh sekumpulan ibu-ibu yang datang dengan suaranya yang berisik. Pak Kiai dan Xixi yang sedang mengawasi anak-anak TPQ belajar membaca Al Qur'an hanya mengira jika itu suara orang-orang sedang lewat di dekat masjid.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...