Tempatku Belajar Menuangkan Ide, Merangkai kata dan Peristiwa menjadi sebuah cerita.
Kamis, 26 April 2012
Selasa, 24 April 2012
Senin, 16 April 2012
Esok Tak Pernah Ada
Esok?
Masih adakah kata yang terucap
Saat ujung titiap makin kental mengendap
Menyergap pandang mata yang tak bisa lagi berhenti menatap
Esok?
Masihkah kan kau berharap hadirnya
Saat matahari beranjak tersia-sia tanpa prestasi nyata
Sementara dia tak pernah bisa memutar arahnya
Hanya bergerak setapak demi setapak langkahnya
Hingga akhir dunia kan tiba waktunya
Masih adakah kata yang terucap
Saat ujung titiap makin kental mengendap
Menyergap pandang mata yang tak bisa lagi berhenti menatap
Esok?
Masihkah kan kau berharap hadirnya
Saat matahari beranjak tersia-sia tanpa prestasi nyata
Sementara dia tak pernah bisa memutar arahnya
Hanya bergerak setapak demi setapak langkahnya
Hingga akhir dunia kan tiba waktunya
Rabu, 11 April 2012
Bourjuis Narsis
Kita tidak sedang mematut diri di papan catur
Melihat setiap langkah untuk dicounter
Dengan berbagai muslihat yang terpikir nalar
Liat meliuk tarian liar
Demi sebuah kata bermakna kemenangan besar
Kita tidak sedang bersandiwara
Memainkan kisah seribu muka
Berwajah cantik bengis menggoda
Ataupun melankolis mengundang iba
Selasa, 27 Maret 2012
Cakar - Cakar Hitam Masa Lalu
![]() |
| kalimayaartgalery |
Adzan isya’ telah berlalu. Jamaah sholat isya masjid al Ikhlas pun berangsur-angsur kembali ke rumahnya. Pun dengan Xixi yang telah berada di masjid sejak waktu ashar tadi. Dengan irama yang teratur, diayunkan langkah kakinya menuju rumah yang ditempatinya. Rumah mungil bercat kuning yang bertempat di ujung gang dekat masjid al-Ikhlas. Rumah yang dibelinya dari sisa uang tabungannya.
“ Dasar sundal. “ maki seorang ibu ketika berpapasan dengannya.
Xixi tak menjawab makian tersebut. Hanya suara istighfar yang terlontar dari bibirnya. Seulas senyum yang setengah dipaksakan tersungging dari bibirnya yang mungil. Senyuman untuk menutupi luka hatinya, setiap kali kata-kata hinaan menghampirnya. Telinganya yang terbungkus jilbab serasa sudah kebal, karena setiap hari mendengar makian dan cemoohan warga. Namun dia selalu berusaha bersabar menghadapi semua hinaan itu. Setiap cemoohan yang diterimanya, dibalasnya dengan do’a-do’a kebaikan. Do’a-do’a yang selalu dipanjatkannya di setiap waktunya. Tak ingin dia berlama-lama terlarut rasa dendam dan sakit hati.
“ Hee Sundal, ditunggu sama pelangganmu itu. “ kata seorang ibu lain saat berpapasan di dekat rumahnya. Tatap mata sinis dan penuh kebencian terlihat di matanya.
Minggu, 25 Maret 2012
Anakku Bukan Esktrimis II
![]() |
| http://icus2ays.blogspot.com/2009/01/intifadah.html |
“ Dorrr…..dorrr….dorrr “ bunyi tembakan dari sniper yang berlindung di beberapa gedung terus memburu langkah-langkah kecil Ali yang lincah berlarian di atas puing-puing bangunan. Tumpukan batu bata dan bahan bangunan lainnya merupakan pemandangan harian yang selalu menyambut sinar matahari di bumi Gazza. Pun dengan bunyi tembakan yang yang terus memburu tubuh kurus Ali Bin Suhail, bocah kurus berusia 15 tahun bersenjatakan ketapel yang selalu tergantung di lehernya.
Ali adalah putera Abu Suhail yang mati terbunuh dua tahun yang lalu. Abu Suhail terbunuh saat pasukan Israel menyerang sebuah masjid di Gazza. Abu Suhail yang sedang sholat subuh berjamaah menjadi korban berondongan senapan mesin bersama puluhan jamaah lainnya. Bangunan masjid tempat mereka sholat rata dengan tanah dihujani tembakan mortir dan bom yang dijatuhkan pesawat pembom Israel.
Selasa, 20 Maret 2012
Keteguhan Hati
Hari-hari terus berganti. Hubungan Xixi dan Iqbal semakin dekat. Kedekatan yang mereka jalani semakin membuat warga di sekitar tempat tinggal Xixi panas. Bagaimanapun mereka tahu siapa Iqbal. Berasal dari keluarga seperti apa pemuda tampan tersebut. Sejujurnya di hati kecil ibu-ibu sekitar rumah Xixi, menganggap hubungan itu tidak sepantasnya. Iqbal, putera seorang pemuka agama yang mereka hormati menjalin hubungan dengan seorang mantan pelacur.
Banyak ibu-ibu yang merasa, Iqbal lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik. Bahkan ada beberapa orang ibu yang rela menyodorkan anak gadis ataupun saudara perempuannya yang masih gadis agar Iqbal mau mengawininya. Namun tak ada tanggapan dari pemuda tersebut.
Kamis, 15 Maret 2012
Belenggu Masa Lalu
![]() |
| kalimayaartgallery |
Mentari yang perlahan mulai meninggi mengiring langkah-langkah kaki Iqbal dan Xixi yang berjalan bersisian meninggalkan masjid Agung Al Akbar Surabaya. Langkah-langkah kaki yang menuntun mereka ke area taman di depan masjid. Sambil berbincang mereka terus berjalan menjauh dari halaman masjid.
“ Kita duduk di sini saja ya? “ tanya Iqbal sambil menjatuhkan pantatnya ke pangkuan kursi taman yang kosong. Kursi kayu bercat hitam yang berdiri kokoh di atas pijakan ke empat kaki-kakinya. Semilir hembusan angin membawa aroma bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya.
Xixi tak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya mengikuti langkahnya dengan duduk di kursi sebelah Iqbal. Tempatnya yang terbuka dan dipayungi sebuah pohon yang menawarkan kesejukan. Tangannya yang terlindung baju kurung panjang tersembunyi di balik kerudung birunya yang panjang.
Rabu, 07 Maret 2012
Pertemuan
![]() |
| tausiyah.wordpress.com |
Diiringi sinar matahari yang masih panas membakar kulit, Iqbal menuju ke masjid al Ikhlas. Secarik kertas yang diperoleh dari petugas adminitrasi rumah sakit kemarinlah yang menuntun langkahnya ke masjid tersebut. Xifana Adestya Maharani, nama yang tercantum di kertas tersebut begitu menarik perhatiannya. Terbayang wajah wanita yang kemarin pingsan saat terserempet angkot. Wajahnya yang putih dipadu dengan kerudung biru sungguh suatu pemandangan yang menyejukkan hati. Meski hanya sesaat melihatnya, kenangan itu membekas di hatinya.
Namun sesungguhnya bukan hal itu yang membuatnya ingin bertemu. Keinginannya bertemu murni hanya ingin tahu bagaimana keadaan gadis yang kemarin diantarnya ke rumah sakit. Seberapa parah luka yang dideritanya saat ini. Hembusan angin seakan ikut mendorong langkahnya untuk segera bertemu dengannya.
“ Assalamu alaikum.” Iqbal menyapa seorang bapak-bapak tua yang tengah duduk di teras masjid. Tangannya terus memutar tasbih. Bibirnya yang dipait kulit pipi yang mulai mengeriput terus berkomat-kamit membaca dzikir.
Minggu, 26 Februari 2012
Peningkatan Kualitas Wasit, Penting Untuk Pembinaan Pemain Muda
Pembinaan pemain muda usia yang sedang digalakkan oleh PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husein merupakan salah satu cara memperbaiki kualitas pemain di masa yang akan datang. terlepas apakah nantinya Beliau akan tetap bertahan mengurus PSSI atau digantikan dengan pengurus yang lain, seharusnya program ini terus dilakukan. Namun ada hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam pembinaan pemain usia muda, yakni sektor wasit beserta aparat pendukungnya yakni Komdis.
Kita semua sudah mengetahui, bahwa bibit-bibit usia muda yang bangsa ini miliki sejujurnya punya skill individu yang baik dan mampu bersaing dengan Negara-negara lain. Kita tentu masih ingat saat SSB yang berlokasi di Makasar pernah menembus 4 besar piala Danone. Atau keberhasilan kakak-kakak mereka selama dua tahun berturut-turut menjuarai AC Milan Throphy di Italia. Itu semua bukti bagaimana kualitas anak-anak muda Indonesia dalam bermain bola.
Pentingnya Pembinaan Usia Dini
Setelah masa-masa menjelang kejatuhan NH dan kawan-kawannya di PSSI dulu, saya memilih vakum menulis tentang PSSI. Bukan kecewa karena NH dijatuhkan, tetapi sejujurnya saya sudah melihat banyak teman-teman yang mengangkat masalah PSSI dan perjuangan melawan lupa. Perjuangan yang menurut saya tak akan pernah usai, karena pengusung rezim lama masih ada dan berkeliaran untuk membuat PSSI baru terlihat buruk di depan penikmat bola tanah air. Saya menyadari itu, karena mereka memang mengusai setidaknya 2 media televisi dan beberapa portal pemberitaan yang mampu menjadi corong mereka untuk menjegal PSSI dan semua programnya. Mereka berpegang pada prinsip “ Berita salah, jika diberitakan terus menerus lambat laun akan tertanam menjadi kebenaran bagi yang tidak bisa memilah dan memilih berita".
Rabu, 15 Februari 2012
Sang Malaikat Penolong
![]() |
| https://www.facebook.com/people/Malaikat-Penolong/100002627415138 |
Laju mobilnya melambat saat melewati sebuah pasar. Aktifitas yang lumayan padat sedikit banyak berpengaruh pada kelancaran lalu lintas di jalan itu. Riuh rendah berbagai suara sedikit banyak mengganggunya. Perlahan laju mobil yang dikemudikannya semakin lambat hingga hampir ke titik 10 km/jam.
Minggu, 12 Februari 2012
Terror Rawagede
![]() |
| http://rioardi.wordpress.com/2011/12/01/foto-foto-langka-agresi-militer-belanda-di-indonesia/rioardi.wordpress |
Lelah belum lagi lunas terbayar, saat sayup gemuruh tank berderak mendekat. Derap sepatu boot mengiringi pergerakannya. Getaran-getaran yang ditimbulkannya serasa mengguncang bale bambu tempatnya merebahkan diri. Baru kemarin perjanjian renville ditanda tangani, kini mimis-mimis rakus KNIL dan pasukan Belanda mengancam ketenangan penduduk Rawagede tempatnya tinggal.
" Kenapa selarut ini tank-tank Belanda sudah memasuki perkampungan ini. " gumam lelaki muda berusia sekitar 30 tahun tersebut sambil mengucek-ucek matanya. Suara adzan isya' dari surau telah berlalu tanpa sempat dirinya mendengar iqomat yang terlindas pusaran rantai-rantai tank dan derap sepatu boot. " Adakah mereka hanya ingin menempatkan pasukannya di sini? " kembali sebuah tanya berkumandang di benaknya.
Kamis, 09 Februari 2012
Malaikat Pembimbing
![]() |
| http://animaker131.deviantart.com/art/Guardian-Angel-147904735 |
" Assalamualaikum " sapa Xixi saat dirinya melewati beberapa orang ibu yang sedang duduk-duduk di teras rumah warga.
Senin, 06 Februari 2012
Taman Ujung, Istana Air Dari Timur
Tanggal 2 februari kemarin saat menikmati libur hari raya Galungan, saya menyempatkan diri melali ( Jalan-jalan = bahasa bali-red ) ke ujung timur pulau Bali. Tujuan awal saya dan teman-teman adalah Taman Soekasada Ujung yang terletak di desa Tumbu kecamatan Karangasem. Taman ini berjarak sekitar 2-2,5 jam perjalanan darat dari Denpasar.
![]() |
| Koleksi Pribadi |
Taman Ujung merupakan salah satu situs peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di lereng Gunung Agung. Taman yang didirikan oleh raja Karangasem terakhir I Gusti Bagus Jelantik ( 1909-1945 ) yang saat memimpin bergelar Anak Agung Agung AngLurah Ketut Karangasem . Taman yang mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikam tahun 1921 ini awalnya memiliki luas sekitar 400 hr. Namun kini tinggal 10 hr saja karena dibagikan ke warga sekitar saat adanya "Land Reform".
Jumat, 03 Februari 2012
Penentangan
![]() |
| http://penabuluan.multiply.com/journal/item/597/Lena_Lena |
Matahari sore baru saja menyapa mayapada, setelah sejak pagi bersembunyi di balik awan. Pelataran masjid yang baru saja sepi ditinggalkan jamaah sholat ashar kembali ramai oleh sekumpulan ibu-ibu yang datang dengan suaranya yang berisik. Pak Kiai dan Xixi yang sedang mengawasi anak-anak TPQ belajar membaca Al Qur'an hanya mengira jika itu suara orang-orang sedang lewat di dekat masjid.
Sabtu, 28 Januari 2012
Kesempatan Ke Dua
![]() |
| http://budiuzie.wordpress.com/2008/12/01/sunset-atau-sunrise/ |
" Saudara-saudara sekalian, semua masalah sekarang sudah berhasil kita putuskan. Tinggal satu masalah lagi yang perlu kita bicarakan yakni masalah tenaga pengajar untuk anak-anak TPQ yang ada di masjid ini. Adakah usulan yang ingin saudara-saudara sampaikan? " tanya pak Kiai kepada para peserta rapat.
Kamis, 26 Januari 2012
Rencana Menantang Karma
![]() |
| http://www.fractal-wallpapers.com/ |
" Assalamualaikum pak Kiai " sapa Xixi begitu jamaah yang menghadiri kuliah subuh di pagi itu sudah pergi meninggalkan masjid.
" Waalaikum salam. Kapan nak Xixi datangnya? " jawab pak Kiai. Kedua telapak tangannya dirapatkan di depan dada sambil menganggukkan badan. Xixi-pun melakukan hal yang sama. Mereka hanya bertukar salam tanpa saling memegang telapak tangan.
" Kemarin sore saya nyampek di sini pak Kiai. " jawab Xixi sambil melemparkan seulas senyum kepada seorang jamaah yang kebetulan menyapanya dengan sebuah senyuman.
Selasa, 24 Januari 2012
Mengejar Waktu Yang Tersisa
![]() |
| http://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/waktu-yang-tersisa/ |
Selain dengan meminum ramuan yang diberikan oleh Haji Rahmat, Xixi terus berusaha mengobati penyakitnya dengan berbagai cara yang tak bertentangan dengan tuntunan agama. Dari satu metode ke metode yang lain dari, usahanya tak pernah berhenti. Komunikasi dengan dokter yang merawatnya di Surabaya dulu terus dijalaninya. Semua hanyalah bagian dari ikhtiarnya. Setiap malam do'a-do'a tak henti menghiasi bibirnya. Sementara di siang harinya saat tak ada kegiatan, disibukkannya dirinya dengan beberapa kegiatan belajar mendalami agama. Semakin lama dirinya semakin tenggelam dalam keingin tahuan dan keinginan untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama.
Rabu, 18 Januari 2012
Ikhtiar Seorang Ayah
![]() |
| http://kurniawanjefry.wordpress.com/2011/04/14/berusaha-dan-berusaha/ |
" Xi kita sudah sampai di rumah Haji Rahmat. Ayo kita turun. " Pak Ismail berkata sambil membuka pintu mobil yang berhenti di halaman sebuah masjid kecil. Sesampainya di luar, segera dia bergerak seperti orang sedang bersenam. Lamanya perjalan yang hampir 2 jam, ditambah dengan kondisi jalanan yang berbatu di seperempat jalan terakhir membuat badannya terasa pegal.
Langganan:
Postingan (Atom)



















