Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Review " Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur "


http://www.bookoopedia.com/id/book/id-32-65536/novel-fiksi-cerpen/gajah-mada-sumpah-di-manguntur.html

Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur
            Seminggu yang lalu saat berada di Gramedia aku ingin membeli novel karya seorang teman di kompasiana, tapi setelah berputar-putar beberapa kali dan membongkar rak novel aku tak menemukannya. Karena butuh bacaan dan buku yang ada di tanganku hanya kumpulan puisi Chairil Anwar, akhirnya aku keliling lagi. Novel karya Sydney Sheldon, Sherlock Holmes, Agatha Cristie dan sejenisnya aku lewati. Hampir saja aku ambil The Vacancy karya JK Rowling. Begitu lihat label harga, aku urungkan niat untuk membelinya. Tak jauh dari The Vacancy aku melihat 5 novel Gajah Mada. Aku tertarik dan membelinya.
            “ Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur “ adalah novel sejarah tentang kebesaran Majapahit. Novel yang berlatar pemerintahan dua putri Diah Sanggramawijaya ini sungguh menarik. Begitu membuka lembar demi lembarnya keinginan untuk terus membaca buku setebal 690 halaman itu begitu kuat. Untuk pertama kalinya sejak novel Stieg Larson yang setebal 900 halaman, aku estafet membaca buku non stop.
            Cerita dibuka dengan kisah seorang anak yang begitu berbakti kepada ayahnya. Ki Branjang Ratus, dengan senang hati mengikuti permintaan sang ayahanda yang bernama ki Buyut Padmaguna. Ki Buyut yang sidik paningal meminta anaknya untuk menemui sahabatnya di waktu muda dulu. Sahabatnya itu adalah Nyi Yendra, seorang wanita tua yang sudah sakit-sakitan. Dari pertemuan itulah kisah bergulir. Nyi Yendra meminta Ki Branjang Ratus untuk mencuri dua pusaka kerajaan Majapahit. Kedua pusaka itu adalah Cihna nagara (lambang Negara) gringsing lobheng lewih laka ( pola geringsing merah ) dan Songsong ( Payung ) udan riwis.

Selasa, 25 Oktober 2011

Insiden Super Sic, Duka Semua

Hari minggu kemarin benar-benar menjadi hari duka bagi dunia olahraga Italia Khususnya dan pegiat olahraga motorsport umumnya. Meninggalnya pembalap muda Italia kelahiran Catolica menjadi kehilangan yang besar bagi pegiat olahraga di Italia. Semua kegiatan olahraga yang berlangsung di hari itu, didahului dengan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang kepergian Super Sic.

Kepergian Super Sic yang merupakan fans berat Ac Milan tak urung membuat dua klub ikon kota mode langsung melayangkan ucapan berbelasungkawa untuknya. Dalam waktu yang hampir bersamaan kedua klub memposting ungkapan belasungkawa untuknya.

"AC Milan mengucapkan duka teramat dalam kepada keluarga Marco, para pendukungnya atas insiden kematian pebalap itu," demikian pernyataan Milan dalam laman mereka.

Minggu, 23 Oktober 2011

Kecelakaan Hebat, Simoncelli Meninggal Dunia

Race ke-17 gelaran moto gp di sepang Malaysia menjadi mimpi buruk bagi rider San Carlo Honda Gressini. Setelah pada balapan sebelemnya mampu duduk manis di tempat kedua, pada race kali ini pembalap berjuluk kribo Super Sic tersebut mengalami kecelakaan hebat di lap ke dua tikungan 11 yang mengakibatkan dirinya harus menjalani perawatan intensif di medical centre sirkuit. 

Super Sic yang start dari posisi ke 5 sejatinya tampil cukup baik. Selepas start dia terlibat perebutan posisi ke empat dengan pembalap Spanyol di tim Suzuki Alvaro Bautista. Begitu keluar dari tikungan tersebut, Super Sic kehilangan grip roda depannya, sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju motornya. Saat itulah Colin Edwards menabrak tubuhnya yang terjepit pada motornya. Akibat benturan tersebut, helm Simoncelli sampai terlepas dari kepalanya. Sementara tubuhnya diam tak bergerak di atas lintasan.

Senin, 03 Oktober 2011

Menangkal Aksi Operator Nakal

http://nairachand.blogspot.com/
Sehari kemarin aku dengan beberapa orang teman membahas penipuan pulsa yang dilakukan oleh pihak operator terhadap konsumen. Diskusi via twitter itu berlangsung menarik selama hampir 2 jam dan melibatkan setidaknya 5 orang teman yang demi privasi mereka sengaja tidak saya sebutkan di sini. Diskusi di mulai oleh bunyi twitt seorang teman yang mengeluhkan kejanggalan pada kartu yang dia pakai. Teman tersebut mengaku baru mengiisi sejumlah pulsa ke nomer hp-nya, tetapi baru dipakai 10 kali sms, pulsanya sudah habis. Dia heran dan meminta tanggapan rekan-rekan.

Ali Imron "Dihilangkan" Dari Lapas Kerobokan?

inilah.com
Masih teringat kejadian Bom Bali 1 yang menewaskan ratusan orang di Legian Kuta pada 12 Oktober 2002 yang lalu. Peledakan Bom yang melibatkan keluarga Amrozi asal desa Tenggulun Lamongan dan beberapa orang veteran Perang Afghanistan tersebut membawa korban lebih dari 200 orang yang sebagian besar adalah warga asing terutama Australia. Kejadian yang menyebabkan pengamanan di Bali menjadi begitu ketat baik di dalam pulau Bali sendiri maupun di berbagai pintu masuk sampai kini.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Independensi Wartawan. Masihkah Ada?

Ajisolo.wordpress.com
Profesi wartawan sebenarnya adalah profesi yang sangat bagus dan kita butuhkan. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata banyak kepentingan yang meracuni indepensi mereka dalam menggali dan menyampaikan berita kepada para pembaca dan pemirsanya. Karena itulah saat ini sering kali kita melihat banyaknya media baik cetak, online maupun elektronik yang terpeleset ke dalam kubangan berita yang tidak obyektif dan berimbang menyampaikan beritanya, bahkan cenderung memojokkan suatu golongan.

Selasa, 27 September 2011

Radikalisme Dalam Agama, Benarkah Dibenarkan?

Bom di GBIS Solo pada hari minggu kemarin mengagetkan kita semua. Sel-sel teroris yang terakhir beraksi bulan April lalu di Cirebon ternyata masih mempunyai taring untuk melanjutkan aksinya. Kita seakan tersadar bahwa teroris masih ada, meski beberapa tokoh sentralnya telah tertangkap maupun sudah menjalani hukuman, bahkan juga meninggal dalam peristiwa penggerebekan.

Senin, 26 September 2011

Ahmad Yosefa Pelaku Bom Bunuh Diri?

Berita di sejumlah televisi nasional dan media online maupun cetak hari ini sebagian besar membahas masalah pelaku bom bunuh diri. Pelaku yang dinyatakan tewas dalam kejadian diduga adalah Ahmad Yosefa Hayat alias Hayat alias Abu Daud. Pelaku diduga adalah DPO kasus peledakan masjid jami Mapolresta Cirebon bulan April lalu. Tersangka yang telah disiapkan sebagai mempelai ( Sebutan untuk pelaku bom bunuh diri ) turut andil membantu bom Cirebon sebelum akhirnya dimasukan ke dalam daftar DPO oleh kepolisian republik Indonesia

Senin, 25 April 2011

BLACKBOOK, Novel Karya Kompasioner

Hari rabu sore kemarin, saat kaki baru menginjak ruangan yang biasa aku gunakan menghabiskan hampir separuh malam dengan aktifitas rutin, seorang teman menyerahkan sebuah bungkusan coklat. Setelah aku lihat ternyata paketan dari seorang sahabat kompasioner yang selama ini sangat bagus tulisannya, mbak Winda Krisnadefa. Yups master tulisan fiksi terutama fabelnya itu telah memaketkan karyanya yang telah diterbitkan ke aku lengkap dengan tanda tangannya sekalian. Terima kasih ya mbak.

BLACBOOK

Buku karya mbak Winda yang diberinya judul ” BLACKBOOK”  ini sungguh menarik buatku. Ya buku ini seakan memberi inspirasi buatku. Dari awal aku lihat sampulnya saja aku sudah terinspirasi. Aku lihat dari coretan-coretan di sampul bukunya yang seperti lembar-lembar diary yang tersusun acak. Aku terinspirasi karena dari situ aku sudah berani menebak jika isinya adalah tentang perjuangan sepasang kekasih dan seorang sahabatnya.
Hari ini aku baru memnbaca separuh buku setebal 180 halaman tersebut. Tapi keinginan untuk berbagi cerita ini di kompasiana membuatku menunda keinginanan untuk menamatkannya saat ini juga. Di dalamnya berisi bagaimana persahabatan 2 orang cewek yang begitu erat.  Tokoh cewek yang mbak winda pilih bernama Ayang Andjani dan Amelia Fitri. Serta seorang cowok yang merupakan pacar dari Ayang, bernama Tomi.
Mereka bertiga bersahabat sejak di bangku SMP terus berlanjut ke bangku SMA. Saat kuliah akhirnya mereka terpisah. Ayang dan Tomi tetap kuliah di Jakarta sementara Amelia melanjutkan kuliahnya di Bandung.
Cerita yang bersetting di sekitaran massa reformasi 1998 tersebut sebenarnya dibumbui kisah cinta segitiga antara Ayang-Tomi, sementara Amel selaku sahabat baik ternyata juga jatuh cinta sama Tomi. Dan alasan itulah yang membuat dia memilih meneruskan kuliah di Bandung selain juga untuk mengurangi tekanan cara mendidik sang mama yang terlalu keras dirasanya.
Dalam buku ini mbak Winda dengan piawai mengisahkan bagaimana masalah yang timbul antara Tomi-Ayang. Tomi yang terjerumus ke dalam Narkoba. Bagaimana perjuangan Tomi untuk keluar dari jerat narkoba. Bagaimana dukungan yang selalu diberikan oleh Ayang demi kesembuhan Tomi dari ketergantungannnya. Bagaimana seorang Amel yang masih mau menjadi tempat curhat bagi Ayang tentang masalah Tomi, meski hati kecil Amel masih terus menyimpan rasa suka terhadap Tomi.
Buku ini begitu enak dibaca. Terus terang aku sebelum ini banyak gak tahu tentang bahasa gaul yang sering digunakan oleh para pemakai. Meski ada beberapa temanku yang setahuku menggunakan barang haram tersebut, tapi aku kurang paham dengan bahasa yang mereka gunakan. Entah karena aku yang terlalu cuek sama urusan mereka, ataukah mereka segan bercerita hal itu di depanku.
Dalam buku ini yang paling aku suka pelajari adalah bagaimana pengorbanan seorang Ayang yang setia mendampingin Tomi dalam berbagai keadaan. Bagaimana usaha Ayang untuk terus menyemangati Tomi agar sembuh dari ketergantungannya. Dan juga bagaimana pengorbanan seorang Amel yang memilih memndam rasanya demi utuhnya tali persahabatan mereka.
Jika teman-teman penasaran dengan cerita detailnya, silahkan kontak mbak Winda Krisnadefa untuk pemesanannya. Bagi yang punya FB bisa langsung INBOXIN Mbak Winda. Bisa juga email langsung ke alamat emai berikut ini : windafitriani@yahoo.com or japri ke blognya di kompasiana ( www.kompasiana.com/windafitriani )
Thanks untuk bukunya ya mbak Winda. Sukses selalu dan aku tunggu lagi karya selanjutnya mbak
Salam kompasiana
Denpasar,22042011.1457
Agung

Rabu, 16 Februari 2011

Resensi ” Kidung Shalawat Zaki & Zulfa “

Mungkin beberapa orang teman yang hoby membaca novel karya novelis anak bangsa sudah paham dan sudah membaca novel terbaru karya Taufiqurrohman Al Azizy yang berjudul Kidung Shalawat Zaki & Zulfa karena launching novel ini sudah lebih 2 bulan yang lalu. Namun pasti ada beberapa orang teman yang belum membacanya, terutama mungkin teman-teman yang lebih suka membaca best seller penulis manca seperti Dan Brown, Sidney Sheldon dan penulis top lainnya. Jadi tak ada salahnya meski agak telat saya coba mereferensikan buku karya penulis yang satu ini.

Kidung Shalawat Zaki & Zulfa bercerita tentang proses perjodohan dua orang kiai yang bersahabat baik sejak mereka berdua menuntut ilmu di pesantren terkenal di Jawa Timur. Sewaktu masih bujang, Kedua kiai tersebut berjanji untuk menjodohkan putra-putri mereka jika nanti mereka mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Dan pada akhirnya memang kedua kia tersebut mempunyai anak lelaki dan perempuan. Sesuai janji mereka terdahulu, maka ketika putra-putri mereka dewasa dan menginjak usia 22 tahun akhirnya tali perjodohan itu dilakukan.

Zaki nama lengkapnya Zaki Ahmad Rayhan yang merupakan putra tunggal kiai Masduqi, seorang pemuda tampan yang taat dalam ajaran agamanya. Dia sejak kecil terbiasa hidup dilingkungan pesantren yang dikelola ayahnya dalam suasana kesederhanaan dan jauh dari kesan manja. Sejak kecil dia tumbuh dan belajar semua ilmu bersama para santri ayahnya yang berasal dari keluarga kurang mampu yang berada disekitar lingkungan pesantrennya. Maka tak heran jika Zaki dalam hidupnya sangat bersahaja dan memiliki budi pekerti yang sangat halus dan jiwa welas asih.

Sementara Zulfa Khawra Zahra merupakan putri tunggal dari kiai Ahmad dan Nyai Nilam seorang pengasuh pondok pesantren besar yang sangat berpengaruh di kotanya. Dalam perjalanan hidupnya gadis cantik banyak belajar di pesantren ayahnya yang seringkali dikunjungi oleh pejabat dan pengusaha serta politikus dari Jakarta. Karena kedekatan orang tuanyalah, maka perkembangan pesantren kiai Ahmad sangat pesat terutama dengan adanya bantuan dari pejabat dan pengusaha yang sering meminta bantuan do’a Kiai Ahmad. Hal ini juga sangat mempengaruhi kehidupan Zulfa dalam bergaul. Karena dia terbiasa bergaul dengan para santri ayahnya yang berasal dari kalangan berada.

Karena kecantikan wajahnya Zulfa sangat disayangi oleh Kiai Ahmad dan para santri pesantrennya. Salah seorang dari santri kiai Ahmad yang bernama Dimas jatuh hati kepada Zulfa, meski dia tahu kalau sedari kecil orang tua Zulfa telah terikat janji mau menjodohkan anaknya dengan putra Kiai Masduqi. Berlatar belakang sebagai putra seorang pengusaha kaya asal Jakarta yang sangat berpengaruh, membuat Dimas tak patah arang untuk mendapatkan cinta Zulfa. Meski dia tahu hari pertunangan Zaki-Zulfa sudah dekat.

Saat acara pertunangan Zaki-Zulfa diadakan, Dimas dengan pandainya bersandiwara seolah-olah mendukung pertunangan tersebut. Meski dalam hati kecilnya Dimas tak rela jika Zulfa nantinya berjodoh dengan Zaki. Dimas merupakan orang yang memperkenalkan Zulfa pada dunia modelling dan sering menemani Zulfa saat ada sesi pemotretan di Jakarta.

Setelah acara pertunangan Zaki-Zulfa diadakan, Dimas merencanakan suatu perbuatan keji untuk menyingkirkan Zaki dari kehidupan Zulfa. Selain dengan caranya sendiri, Dimas juga mendapat bantuan dari ayahnya yang terus menteror keluarga Kiai Masduqi dan para santrinya agar mau menjual pesantren mereka untuk dijadikan proyek pertokoan mewah.

Karena begitu banyaknya intrik dan fitnah yang menjadi batu ujian cinta Zaki-Zulfa akhirnya membawa korban meninggalnya Kiai Masduqi dalam suatu kecelakaan. Sementara Zaki sendiri terjebak fitnah keji yang membuatnya menjadi pesakitan di Jakarta. Sementara warga sekitar pondoknya tak luput jadi korban pula, karena ternyata ayah Dimas yang bernama Handoko menggunakan koneksinya di kekuasaan untuk menggusur rumah warga sekitar pesantren termasuk juga pesantren Kiai Masduqi.

Novel ini mengisahkan pertentangan metode pengajaran kedua kiai yang sejak menuntut ilmu bersahabat baik Yang satu Kiai Masduqi tetap berpedoman pada prinsipnya untuk mengajar dan berdakwah dengan jalannya untuk lebih dekat dengan kalangan yang kurang mampu. Sementara di sisi lain, Kiai Ahmad memilih berdakwah menurut metode yang dianggapnya benar dengan memanfaatkan kedekatannya dengan kalangan pengusaha sukes dan penguasa di Jakarta. Dialog-dialog yang sangat enak untuk dinikmati dan juga alurnya yang mengalir begitu runut membuat pembaca sangat mudah mencerna pesan yang terkandung dalam detail alur ceritanya.

Novel ” Kidung Shalawat Zaki & Zulfa ” merupakan novel kedelapan dari penulis Taufiqurrohman Al Azizy. Karya-karyanya selalu menjadi best seller untuk para penulis dalam negeri. Karya-karyanya antara lain Trilogi Makrifat Cinta ( Syahadat Cinta-2006, Musafir Cinta-2007 dan Makrifat Cinta ) Kitab Cinta Yusuf - Zulaikha ( 2007 ), Munajat Cinta ( 2009 ), Jangan Biarkan Surau Ini Roboh ( 2009 ) dan Sahara Nainawa ( 2009 ) semuanya diproduksi oleh Diva Pers Jogjakarta.

Semoga resensi buku tersebut bisa menjadikan kita untuk menoleh ke karya-karya penulis dalam negeri yang ternyata juga tak kalah bagusnya dengan penulis luar.

Denpasar, 14022011.0008

Masopu

Sabtu, 05 Februari 2011

SBY Tirulah Kepemimpinan Mereka



Dalam beberapa hari ini saya sangat tertarik membaca profil 3 orang walikota yang sangat berdedikasi dengan tugas yang dia emban dan sangat menjunjung tinggi kepentingan rakyat yang dipimpinya. 3 orang walikota tersebut adalah Walikota Solo Bapak Joko Widodo, Walikota Jogjakarta Bapak Herry Zudianto dan Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini.
1. Walikota Solo Bapak Joko Widodo

Walikota Solo ini sudah menjabat sepanjang 2 periode masa kepemimpinan dan saat ini memimpin Kota Solo berdampingan dengan Wakil walikota Bapak FX Hadi Rudyatmo. Yang patut kita teladani dari kepemimpinan Beliau adalah sejak mulai menjabat sampai hari ini beliau belum pernah mengambil gajinya sebagai pejabat Walikota. Selain itu dalam berdinas beliau tidak meminta dibelikan mobil dinas yang baru. Beliau tetap menggunakan mobil dinas Walikota Solo sebelumnya Slamet Suryanto, yang dibeli tahun 2002 silam. Menurut beliau asal mobilnya bisa mengantar dia bertugas dengan selamat, itu sudah cukup.

Kembali ke masalah gaji yang tidak pernah beliau ambil selama bertugas sebagai walikota hingga memasuki masa jabatan yang ke dua ini, beliau tidak mau bercerita tentang alasannya. Memang setiap bulan beliau selalu tanda tangan telah terima gaji, tapi beliau sendiri mengaku belum pernah melihat wujud amplop gajinya seperti apa. Maka tak heran jika akhirnya dia tidak tahu gajinya berapa besar.

Hal lain yang patut dicontoh adalah upayanya menertibkan para pedagang kaki lima di kota Solo. Jika selama ini di daerah lain, penertiban PKL selalu dilakukan dengan tindakan represif dengan mendatangkan satpol PP dan alat berat hal itu tidak berlaku di kota Solo. Jauh hari sebelum penertiban, tepatnya 7 bulan sebelum penertiban sang Walikota dan jajarannya mengadakan sosialisasi dengan jalan makan siang bersama dengan para pedagang kaki lima tersebut. Dari acara tersebut, Bapak Jokowi ( panggilan akrabnya ) bisa menyerap dan memahami aspirasi para pelaku usaha kecil tersebut. Setelah itu dia menetapkan cara-cara penanganan masalah PKL di kota Solo. Saat pemindahan PKL ke tempat penampungan baru yang lebih representatif, beliau mengerahkan para pengawal keraton kesultanan Solo sebagai wujud penghormatan terhadap pelaku usaha kecil tersebut.

Dari usaha penertiban tersebut, beberapa pasar yang sebelumnya semrawut berhasil ditertibkan. Pasar-pasar tersebut antara lain: Pasar Notoharjo, Pasar Nunukan, Pasar Kembalang, Pasar Sidodadi, Pasar Gading, Pusat jajan malam Langen Bogan dan Pasar malam Ngarsapura. Serta menjadikan Monumen Banjarsari lebih asri dan lebih rapi. Semua dengan pendekatan yang manusiawi dan terhindar dari perbuatan yang terkesan arogan dan semena-mena. Untuk lengkapnya bisa baca disini.

2. Walikota Jogjakarta H. Herry Zudianto

H. Herry Zudianto telah memimpin Kota Jogjakarta sejak tahun 2001 lalu. Dan masa jabatan beliau akan segera berakhir tahun ini. Sepanjang masa kepemimpinan beliau, Jogjakarta banyak mengalami perubahan. Di masa kepemimpinan Bapak Herry Zudianto sebagai Walikota, Jogjakarta berhasil meraih berbagai macam penghargaan di tingkat nasional. Di antara penghargaan yang diterima antara lain: Penghargaan Widya Krama ( Program penuntasan wajib belajar 9 tahun ), Penyelenggara bidang sanitasi terbaik tingkat nasional ( bidang pemukiman ), Adipura Bangun Praja tingkat nasional ( Bidang Lingkungan ), Otonomi Award tingkat nasional dan berbagai pernghargaan lainnya. Info lengkap disini

Di masa kepemimpinan beliau dan bantuan aparat di bawahnya, kota Jogjakarta semakin tertata rapi. Selain itu pada 29 November 2010, Walikota Jogjakarta kelahiran 31 Maret 1955 di Yogyakarta ini mendapatkan pernghargaan sebagai kota terbaik dalam menangani kasus korupsi. Penghargaan tersebut diperoleh setelah mengalahkan kota-kota lainnya di seantaro negeri ini. Kota-kota yang berhasil dikalahkan tersebut adalah Denpasar, Makasar, Sragen dan Jembrana. Info lengkap penghargaan tersebut silahkan check ditulisan ibu Ismawati Retno.

Sebelum aktif menjadi Walikota Jogajkarta yang oleh bapak Herry Zudianto malah lebih suka disebut sebagai kepala pelayan masyarakat Jogjakarta, Beliau telah aktif di berbagai kegiatan baik sosial maupun usaha. Tercatat beliau pernah aktif di organisasi Muhammadiyah sebagai bendahara II LPTP PP Muhammadiyah, sebagai bendahara Rumah Sakit Islam Jogjakarta, bendahara IPHI cabang Jogajakrta, BASIZ cabang Jogjakarta serta kegiatan lainnya. Di bidang usaha beliau mendirikan Wisma Batik “Margaria” Malioboro hingga mendirikan berbagai anak usaha salah satunya Pusat Khasanah Busana Muslim“Al-Fath”di bawah manajemen Margaria GroupYogyakarta (1981-sekarang). Bidodata lengkap beliau tertulis disini .

Dalam perjalanan karirnya yang panjang, beliau juga pernah mendapat teguran dari Mendagri saat ini Gamawan Fauzi karena tindakan beliau mengibarkan bendera setengah tiang di rumah kediamannya saat ramai polemik penetapan Guberbur-Wakil Gubernur Jogjakarta melalui RUUK Jogjakarta. Perbuatan tersebut sebagai rasa keprihatinan beliau atas polemik tersebut dan sebagai dukungan beliau untuk penetapan Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jogjakarta tanpa melalui pemilihan yang sedang diperdebatkan oleh pemerintah presiden SBY. Selain mengibarkan bendera setengah tiang, Beliau juga membacakan puisi untuk negeri ini. Bunyi puisinya ada disini.

3. Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya ini baru dilantik bulan september 2010 kemarin. Namun masa jabatannya yang masih seumur jagung tersebut sudah diwarnai dengan upaya pemakzulan beliau oleh Wisnu Wardhana Cs yang dibantu oleh Wisnu Sakti Buana seperti yang pernah saya tuliskan 3 hari yang lalu disini. Meski akhirnya usaha pemakzulan itu gagal setelah beberapa DPP partai yang mendukung pemakzulan mendesak pengurusnya di kota Surabaya serta wakilnya di DPRD Surabaya untuk menarik dukungan pemakzulan tersebut. Namun buntut dari polemik tersebut telah memakan korban. Diantara korban yang harus turun adalah ketua DPRD Surabaya asal Partai Demokrat Wisnu Wardhana. Tak hanya turun dari jabatannya, tetapi juga dipecatnya Wisnu dari kenggotaan partai. Selain itu Wisnu Sakti Buana wakil ketua DPRD dari PDIP, juga harus mendapat teguran keras dari DPP PDIP melalui ketua umumnya Megawati. Serta di-PAW-kannya beberapa anggota DPRD yang ikut getol menyuarakan pemakzulan Ibu Risma. Selain itu juga mundurnya Wakil Walikota Bambang DH dari kursi yang didudukinya.

Masalah Bu Risma berawal dari perda tentang pajak reklame yang dibuatnya, serta kegigihan Beliau menentang pembangunan Tol tengah Kota. Dari kedua masalah itulah maka DPRD Surabaya melontarkan Hak Angket atas kasus tersebut yang berujung dengan pemakzulan terhadap Bu Risma yang gagal dilaksanakan setelah campur tangan pengurus DPP beberapa partai.

Yang patut diteladani oleh para petinggi negeri ini dan juga pemimpin daerah lain adalah kegigihan beliau untuk mempertahankan pendapatnya, tanpa merasa takut akan kehilangan jabatan. Beliau lebih memilih membela kepentingan rakyat yang diwakilinya di masa datang, daripada kepentingan sesaat orang-orang partai yang mengusungnya saat pemilukada tahun lalu. Saat negosiasi dengan perwakilan DPP PDIP, Beliau memilih mempertahankan Don Rosano orang telah mendampingi beliau jauh hari sebelum diusung oleh PDIP sebagai Calon Walikota di Pemilukada, daripada memenuhi tuntutan pemecatan dari partai tersebut.

Keteladanan Bu Risma sudah terlihat jauh hari sebelum beliau menjadi Walikota. Saat masih menjadi Kepala Dinas Pertamanan mulai 25 November 2005, dimana dia mampu menata lahan-lahan kosong aset Pemda Surabaya menjadi taman-taman yang asri di Kota Surabaya. Selain itu taman tersebut menyediakan sarana bermain gratis untuk warganya. Tak cukup sampai di situ, dia juga menjadikan Surabaya menjadi kota yang lebih bersih. Beliau tak segan untuk ikut mencabut rumput yang tumbuh liar serta membersihkan area yang kotor saat melakukan inspeksi mendadak ke daerah kerjanya.

Di masa kepemimpinan yang sedang beliau jalankan, Bu Risma berencana membenahi beberapa daerah kantong banjir di kota Pahlawan tersebut. Beliau berencana akan memperdalam dan melebarkan saluran drainase di daerah Rungkut, Wonorejo dan kawasan industri SIER, Sumberejo, Sememi, Kalibokor dan Mayjen Sungkono. Sementara untuk wilayah Demak, Beliau berencana melakukan pengerukan sampah di sepanjang aliran sungai yang telah penuh timbunan sampah tersebut.

Seandainya para pemimpin Indonesia mulai dari tingkat terendah sampai ke presiden SBY mau meniru sikap keteladanan mereka, saya yakin dalam 10 tahun ke depan negara ini akan mencapai kemajuan yang sangat signifikan, Korupsi akan tertangani dengan baik, Jeritan rakyat miskin akan semakin jarang terdengar, angka kriminalitas akan menurun drastis, buta aksara semakin sedikit dan yang pasti angak kemakmuran akan semakin meningkat. Selain itu saya yakin tak akan adalagi pejabat yang curhat tentang gaji yang tak pernah naik selama sekian tahun, karena malu sama yang level di bawahnya selama menjabat tak pernah mengambil uang gajinya. Dan yang pasti akan semakin malu melihat kasus korupsi yang transparan tapi tidak tertangani dengan tuntas.

Selain mereka bertiga masih ada 3 orang lagi yang patut dijadikan teladan untuk kita semua di saat ini. Meraka adalah Bapak Mar’ie Muhammad mantan menteri keungan sekaligus ketua PMI yang pernah dijuluki mantan pejabat terbersih di jamannya. Bapak Rochmin Dahuri mantan menteri Kelautan dan Perikanan yang jadi tumbal pemerintahan sebelumnya karena kejujuran yang beliau pegang teguh. dan juga Bapak BJ Habibie seorang tekhnokrat yang selalu saya kagumi kemampuan berpikirnya serta rasa cinta tanah airnya. Hingga rela menolak tawaran dari Boeing untuk bekerja di perusahaan tersebut dengan iming-iming gaji berkali lipat dari yang dia dapat sebagai menristek dan dirut PT IPTN ( Sebelum ganti nama menjadi PT DI ).

Jika ada tokoh lain yang masih hidup dan aktif berkarya yang patut dijadikan contoh untuk membangun negeri ini silahkan teman-teman tambahkan lagi. Agar semakin banyak referensi tokoh berdedikasi yang patut kita teladani untuk kemajuan negara tercinta ini.

Di olah dari berbagai sumber AL: Kompas, Joglosemar, Blogwongjogja, detik Surabaya dan lain-lain

Denpasar,05022011.0227

Masopu

Rabu, 02 Februari 2011

Polemik Walikota Surabaya Melawan Arogansi Dprd


Tri Rismaharini walikota wanita pertama di kota Surabaya ini semenjak dilantik pada sepetember 2010 lalu, seakan menjadi musuh nomor satu bagi kalangan legislatif kota tersebut. Tak terkecuali bagi partai yang mencalonkan dia sebagai walikota pada pemilukada Surabaya yang lalu yakni PDIP. Hal ini tak lepas dari keberanian dia berdiri kokoh mempertahankan kebijakannya yang menurut DPRD Surabaya tidak populis dan cenderung menguntungkan suatu golongan.

Walikota yang mantan birokrat di kota Surabaya tersebut berani membuat kebijakan yang kontroversial. di antara kebijakannya adalah menaikkan pajak reklame sebesar 400% untuk papan reklame raksasa dan penurunan 40% untuk papan reklame di bawah 8 meter. Serta keberaniannya mendukung warga yang menentang pembanguna tol tengah kota sejauh 23 km dari Waru sampai Tanjung Perak. Padahal proyek tersebut sudah disetujui oleh DPRD Surabaya dan merupakan proyek nasional dengan biaya sebesar 8 triliun rupiah.

Kebijakan pertama Walikota kelahiran Kediri ini menurutnya wujud kepedulian Rismaharini untuk mencegah Surabaya menjadi hutan Reklame seperti kota-kota besar lainnya. Selain merusak pemandangan kota, hal tersebut berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan di kota Surabaya terhadap ancaman tertimpa papan reklame raksasa yang roboh tertiup angin kencang, seperti banyaknya kejadian yang menimpa pengguna jalan di beberapa kota besar lainnya. Sementara pemotongan pajak untuk papan reklame kecil semata-mata untuk memacu pengusaha menengah ke bawah agar lebih mudah beriklan.

Kebijaksanaan kedua, menurut Walikota yang semasa menjabat sebagai birokrat terkenal dengan proyek tamannya untuk menghijaukan Surabaya tersebut tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan yang mengancam jalanan kota pahlawan tersebut. Menurut Rismaharini dan juga diperkuat dengan pernyataan beberapa pengamat transportasi dalam suatu diskusi beberapa waktu yang lalu, Tol tengah kota hanya akan mengurangi kemacetan untuk jangka waktu yang pendek, setelahnya akan memperparah kemacetan karena memicu warga sekitar untuk membeli kendaraan pribadi. Sehingga jangka panjangnya kemacetan di sekitaran pintu masuk tol semakin tak terkendali dan membunuh roda perekonomian warga di sekitar jalan tol tersebut.

Beberapa pengamat transportasi yang hadir juga memberi contoh bahwa beberapa kota maju di luar negeri sudah menghancurkan tol tengah kota dan lebih memilih membangun jalan lingkar luar kota untuk mengurai kemacetan tersebut. Beberapa kota tersebut diantaranya Seoul di Korea selatan, Detroit di Amerika dan beberapa kota lainnya.

Karena 2 kebijakan yang menurut DPRD tidak populis tersebut, maka DPRD Surabaya yang dimotori oleh partai Demokrat mengadakan hak angket untuk melengserkan Walikota. Dengan dukungan 6 dari 7 fraksi di DPRD Surabaya, akhirnya Walikota diberhentikan. Dan anehnya PDIP kota Surabaya melalui kepengurusan Wisnu Sakti Buana malah mendukung proses pelengseran tersebut, padahal partai ini yang mendukung Risma-Bambang maju sebagai pasangan Walikota-wakil walikota Surabaya pada pemilukada beberapa waktu yang lalu.

Sontak keputusan Wisnu CS ini mendapat teguran keras dari DPP PDIP. Megawati segera memerintahkan DPC PDIP Surabaya untuk mengamankan Risma-Bambang dari ancaman impeachment atau kepengurusan DPC PDIP Surabaya akan dibekukan berdasarkan surat instruksi dari ketua DPP PDIP yang ditandatangani oleh Megawati sendiri melalui surat nomor 735/IN/DPP/II/2011 tertanggal 1 Februari 2011 yang tidak mengizinkan segala bentuk upaya penurunan Tri Rismaharini dari jabatannya sebagai Walikota Surabaya. ( disini )

Sementara menteri dalam negeri Gamawan Fauzi dalam suatu wawancara dengan detik menyatakan bahwa pemakzulan tersebut tidak pada tempatnya. Karena walikota dan jajarannya tidak melanggar hukum sehingga pemakzulan tersebut tidak sah. Jika ada perda yang dibuat walikota tidak sesuai/bertentangan, maka DPRD tidak bisa semena-mena melengserkan walikota terpilih. Menurut mendagri. setidaknya ada 3 alasan yang bisa dijadikan alasan untuk menurunkan kepala daerah terpilih yakni: Pertama, meninggal dunia, kedua, kalau dia minta berhenti atau yang ketiga karena diberhentikan. Penyebab berhenti itu diatur di dalam UU No 32 baca pasal 29, 30, 31. Ada dua alasan berhenti, pertama dia melanggar sumpah janji dan dua, dia tidak sanggup melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah.Karena itu, mendagri meminta walikota tetap menjalankan tugasnya. ( Disini )

Menanggapi aksi pemakzulan dirinya oleh DPRD Surabaya, walikota berusia 50 tahun tersebut enggan berkomentar dan juga berkompromi dengan legislatif untuk mengamankan posisinya dari arogansi legislatif Surabaya tersebut. Wanita lulusan ITS tersebut enggan melayani beberapa permintaan wartawan yang ingin mewawancarai beliau.

Buntut dari aksi pencopotan tersebut, selain menimbulkan gejolak di tubuh PDIP Surabaya, juga mengakibatkan DPP dan DPD Partai Demokrat tempat bernaung ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana membentuk tim verifikasi untuk Wisnu. Selain itu wisnu juga terancam di PAW-kan oleh pengurus Demokrat Surabaya. Wisnu Wardhana dijadwalkan hari ini dipanggil pengurus DPD PD Jawa Timur untuk diinterogasi mengenai keterlibatannya dalam pemakzulan Risma yang menurut Ketua DPD PD Jatim Ibnu Hadjar bertentangan dengan kebijakan partai yang melarang anggota partainya menjadi oposan.

Sementara beberapa element masyarakat Surabaya berencana terus memberikan dukungan untuk Risma agar tetap bisa menjalankan tugasnya sampai berakhirnya masa jabatannya nanti. Element masyarakat itu antara lain: laskar Ababil, Ikamra ( Ikatan Keluarga Madura), TAP MPRS ( Tim Anti Penggusuran Masyarakat Pinggir Rel Surabaya ) dan beberapa element masyarakat lainnya. Selain memberi dukungan untuk Risma, mereka juga meminta Wisnu Sakti Buana selaku wakil ketua DPRD dan Wisnu Wardhana selaku ketua DPRD untuk turun dari jabatan. Karena kebijakan mereka berdua malah merugikan warga Surabaya.

Sementara gubernur Jatim Soekarwo juga membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Menurut Soekarwo, langkah tersebut untuk membentuk second opinion atas pemakzulan walikota Surabaya tersebut. “Nantinya akan bahas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dan berbagai pasal yang menyangkut kasus Surabaya. Dan saya sudah undang ahli hukum administrasi negara dan ahli hukum tata negara,” kata Gubernur Jatim, Soekarwo saat pelantikan pengurus pramuka Jatim tersebut.

Jika suatu kepala daerah yang membuat perda untuk penyelarasan pembangunan daerah yang dipimpinnya, harus tunduk dengan tuntutan legislatif, apa gunanya mereka dipilih oleh rakyat? Bukankah seharusnya DPRD dalam membuat keputusan dan memberi masukan kepada pemkot setempat tidak hanya mementingkan kepentingan jangka pendek, tapi kepentingan jangka panjang. Sehingga apapun perda yang telah ditetapkan pemimpin daerah jika memang perlu dikritisi silahkan, tapi bukanlah berarti harus menurunkan pemimpin daerah yang telah dipilih oleh rakyat. Apalagi pemerintah yang baru berjalan dalam hitungan bulan. DPRD adalah partner PEMKOT/PEMDA setempat, bukan tukang veto kebijakan yang dibuat oleh birokrat.

Semoga arogansi legislatif di Surabaya tidak merembet ke daerah lain. Sehingga pemda/pemkot yang bervisi pembangunan jauh ke depan tidak takut untuk membuat perda yang baik, tanpa takut diintervensi oleh pemakzulan dari legislatif. Cukup arogansi tersebut terjadi di Surabaya, agar demokrasi kebebasan ala legislator setempat tidak memakan korban lagi.

Denpasar,02022011.0738

Masopu

sumber : Detik surabaya dan bbc london sesi siaran bahasa indonesia.

Sabtu, 22 Januari 2011

“Obama” Merampok Bank


Ada saja ulah para perampok dalam memuluskan aksinya. Di sebuah kota kecil Austria, aparat kepolisian sedang disibukkan oleh ulah seorang perampok spesialis bank yang beraksi dengan menggunakan topeng presiden Amerika Serikat saat ini, Barrack Hussein Obama. Kepolisian lokal menyebutnya sebagai “perampok Obama”.

Sejak pertama kali beraksi pertengahan tahun 2008 lalu sampai hari ini, perampok tersebut telah merampok sedikitnya 6 bank di kota Handenberg. Handenberg adalah kota kecil yang terletak di pinggiran sungai Inn biasa juga disebut sungai Bavaria dekat perbatasan dengan Jerman.

Sebenarnya dalam melakukan aksinya sang perampok selalu berpindah-pindah tempat. Namun satu hal yang selalu diingat oleh polisi, biasanya dia beraksi seorang diri dan selalu menjelang bank akan tutup. Dari perampokan pertama sampai perampokan ke tiga, menurut sumber BBc di Austria, sang perampok biasanya memakai topeng orang tua. Namun setelah memasuki aksi ke empatnya, dia selalu memakai topeng presiden Amerika serikat, Barrack Obama.

Menurut keterangan salah seorang polisi lokal, perampok itu dicurigai berasal dari daerah sekitaran kota Handenberg. Hal itu berdasarkab Dialek perampok saat beraksi merampok bank-bank tersebut. Dalam setiap aksinya selain menggunakan topeng, sang perampok juga selalu berganti mobil. Perlengkapan lain yang selalu dia bawa adalah Pistol berwarna perak dan juga tas abu-abu.

Juru bicara kepolisian setempat juga memberikan data-data bank-bank yang telah dirampok pelaku kepada BBC London. Perampokan pertama terjadi November 2008 di kota Weilbach. Aksi keduanya berlokasi di kota Reicsherberg pada bulan mei 2009. Juli 2009 dia kembali beraksi di kota Maria Schmolln. pada desember 2009 dan februari 2010 kembali dia beraksi di kota yang sama yakni kota Kircheim. Sebulan kemudian dia beraksi di kota St Johann Im Walde. Aksi terkahirnya tanggal 20 januari 2011 kemarin di kota Handenberg.

Selama beraksi dia selalu mendapatkan uang yang lumayan banyak. Jumlah yang dia peroleh saat beraksi berkisar di angka 13.000 dolar amerika sampai 52.000 dolar. Nilai tertinggi tersebut dia peroleh saat aksinya terakhir di kota Handenberg. Sejauh ini polisi masih setempat masih terus menyelidiki pelaku tunggal perampokan dan daerah asalnya.

Dikutip dari BBC london dengan beberapa penyesuain bahasa.

Jumat, 21 Januari 2011

Kendang Kempul, Musik Asli Banyuwangi dan Dinamikanya

Banyuwangi, nama kabupaten di ujung timur pulau Jawa. Nama yang mungkin bagi beberapa orang masih asing. Atau mungkin orang mengenalnya karena tragedi berdarah di tahun 1999 lalu yang menewaskan ratusan orang yang kebanyakan tak bersalah yaitu tragedi dukun santet. Bahkan tragedi ini pernah difilmkan segala. Tidak salah jika orang mengingat Banyuwangi karena tragedi tersebut.

Banyuwangi sebenarnya adalah kabupaten dengan wilayah paling luas di provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Situbondo di utara, Jember dan Bondowoso di sebelah barat, Samudra hindia di sebelah selatan dan Selat Bali di sebelah timur. Di kabupaten ini ada pelabuhan ikan Muncar yang konon merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia.

Banyuwangi meski terletak di pulau Jawa, tapi mereka di diami oleh suku lain. Mereka menamakan diri sebagai suku Osing dan bukan bagian dari suku Jawa. Bahasa yang mereka gunakan pun bukanlah bahasa Jawa seperti umumnya orang yang tinggal di daerah Jawa Timur, Jawa tengah, Jogja. Bahasa Oseng merupakan bahasa turunan langsung dari Bahasa jawa kuno seperti halnya bahasa Bali. Memang ada beberapa kosakata dari bahasa Oseng yang mirip dengan bahasa Jawa ataupun bahasa Bali, tapi dengan arti yang berbeda.

Sementara untuk budaya, Banyuwangi memiliki budaya yang berbeda dengan kebudayaan daerah lain baik Jawa ataupun Bali sebagai daerah yang bisa dibilang bersentuhan langsung dengan Banyuwangi. Banyuwangi memeliki seni budaya yang unik. Seni budaya itu antara lain Gandrung, Patrol, Seblang, Tari barong, Kuntulan, Janger, Jaranan ( Kuda Lumping ) Jedor dan Angklung Caruk ( adu angklung ) serta Kendang Kempul.

Saat ini saya hanya akan membahas mengenai kesenian Kendang Kempul. Kendang kempul merupakan musik etnik yang berkembang di Banyuwangi. Lagu-lagu dari musik gandrung menjadi cikal bakal lahirnya musik kendang kempul. Beberapa seniman gandrung pertama kali menyanyikan lagu-lagu gandrung tanpa menggunakan reffrain. Lagu-lagu yang pertama kali diciptakan oleh para seniman waktu itu adalah lagu dengan judul “keriping sawi” dan “keok-keok”. Musik ini semakin berkembang dengan lahirnya alat musik angklung sekitar tahun 1920-an.

Musik Banyuwangi berkembang semakin dinamis di tahun 1955 dengan berdirinya sanggar-sanggar kesenian yang didukung oleh LEKRA ( LEmbaga Kesenian Rakyat ) yang merupakan oraganisasi seni dibawah/underbow Partai Komunis Indonesia. Bahkan lagu “genjer-genjer” yang identik dengan gerakan PKI 1965 adalah ciptaan seniman Banyuwangi bernama Mohammad Arief yang syairnya bercerita tentang penderitaan warga sekitar saat dijajah oleh pasukan Jepang.

Pada periode 1966-1973 musik Banyuwangi sempat mati suri, karena adanya anggapan bahwa kesenian ini berbau PKI. Pada tahun 1973 musik Banyuwangi kembali muncul dan sejak itu lebih dikenal dengan nama musik Kendang Kempul. Penyebutan musik kendang kempul karena waktu itu alat musik yang menonjol saat digunakan untuk mengiring penyanyinya bernyanyi adalah alat musik kendang, Kempul dan suling. Tokoh yang kembali memperkenalkan/mempopulerkan kendang kempul adalah Sutrisno.

Seiring dengan bergulirnya waktu, maka perkembangan musik kendang kempul makin pesat. Jika disekitar tahun 1990-an para penikmat lagu Banyuwangi hanya mengenal nama Sumiati, Cahyono ( pelawak jayakarta grup), Suliana dan Alif S sebagai penyanyi kendang kempul, maka di penghujung akhir 1990-an mulai muncul nama-nama penyanyi baru dengan inovasi musik yang semakin memperkaya khasanah musik kendang kempul itu sendiri.

Generasi 1990-an akhir itu antara lain ada nama Niken Arisandy, Reny Farida, Adestya Mayasari, Ratna Antika, Dian Ratih dan masih banyak lagi. Sedang di jajaran pencipta lagu ada nama Hawadin, Yon’s DD, serta penyanyi sekaligus pencipta lagu serta pendiri grup seni kendang kempul POB ( Patrol Orchestra Banyuwangi ) Catur Arum. Bahkan penyanyi Nini Karlina sebelum jadi penyanyi dangdut dan hijrah ke Jakarta dulunya adalah penyanyi Kendang Kempul. Lagu Gelang Alit versi dangdut yang dinyanyikan oleh Ikke Nurjanah aslinya adalah lagu kendang kempul dengan judul yang sama.

Seiring semakin banyaknya referensi musik yang masuk dan mempengaruhi lagu kendang kempul, dengan sendirinya lagu ini semakin dinamis. Jika dulu di awal kemunculannya alat musik kebanyakan alat tradisional, maka sekarang mulai ditambahkanlah alat musik modern seperti gitar, keyboard dan drum untuk membuat musik ini semakin dinamis. Bahkan sejak sekitar 4 tahunan terakhir unsur musik dangdut koplo serat rock juga ikut menambah khasanah musik asli banyuwangi ini.

Beberapa waktu yang lalu juga ada nama wisatawan asal belanda yang datang kusus ke Banyuwangi untuk belajar bahasa oseng sekalian belajar menyanyikan lagu kendang kempul. Bahkan bule bernama Richardo Benito tersebut sempat ikut bernyanyi dalam beberpa pertunjukan musik kendang kempul di Banyuwangi. Benito juga dengan percaya dirinya mengupload lagu yang dia nyanyikan di situs youtube meski musik yang dia nyanyikan sudah bukan kendang kempul asli seperti pertama kali muncul sampai di akhir 1990-an. Untuk melihat videonya silahkan ( CHECK ) atau ( THIS ).

Sekarang begitu banyak lagu kendang kempul yang dinyanyikan dan dibawakan oleh artis penyanyi dangdut yang ada di daerah Jawa Timur. Sebut saja orkes dangdut Monata dan Palapa yang merupakan orkes dangdut terbesar di Jawa Timur dalam tiap penampilannya pasti membawakan lagu kendang kempul yang telah diarnsemen ulang dalam versi dangdut koplo. Lagu-lagu yang sering dibawakan antara lain lagu ” Bokong Semok, Dicokot-nyokot, Semebyar, Semende nang Dadane, Bojoku Nakal dan masih banyak lagi. Hal ini menandakan jika musik kendang kempul juga sudah mulai merambah daerah di luar Banyuwangi dan diterima dengan baik oleh warga daerah lain. Bahkan radio muara FM, radio dangdutnya Jakarta setidaknya seminggu sekali menyediakan segmen khusus untuk memutar lagu kendang kempul Banyuwangi seperti halnya mereka memberi segmen khusus untuk lagu campursari.

Saya sebagai anak yang lahir dan besar di Banyuwangi, meski dari suku jawa sangat mengapresiasi perkembangan kesenian tradisional asli Banyuwangi dan berharap pemerintah memberi wadah untuk para senimannya mengapresiasi seni mereka. Secara pribadi saya tidak ingin suatu saat kesenian ini juga diklaim oleh negara lain dengan mengaku sebagai kesenian asli mereka. Hidup kesenian asli Indonesia.

Denpasar, 21012011.0214

Masopu.
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2011/01/21/kendang-kempul-musik-asli-banyuwangi-dan-dinamikanya/
http://www.blogger.com/img/blank.gif

Senin, 17 Januari 2011

Kasus Gayus, “Prison Break” Versi Indonesia



Melihat kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang setiap hari menghiasi berbagai media baik cetak maupun elektronik jadi mengingatkan saya tentang sebuah cerita film seri Amerika yang sering saya nikmati kala malam hari berjudul Prison Break. Prison Break film yang dibintangi oleh Wenworth Miller dan Dominic Purcell.

Film yang meceritakan tentang perjuangan seorang adik yang berusaha membebaskan kakaknya yang di penjara karena jadi korban konspirasi. Lincoln Burrows ( Dominic Purcell ) sebagai kakak dipenjara atas tuduhan pembunuhan adik wakil presiden Amerika yang tiada pernah dia lakukan. Sedangkan Michael Scoffield ( Wenworth Miller ) sang adik adalah seorang Insinyur sipil yang jenius dengan berbagai cara berusaha untuk membebaskan sang kakak dari penjara. Setelah mencoba melalui jalur hukum dan tak berhasil, akhirnya Michael mencoba dengan jalan dia masuk ke dalam penjara Fox River. Untuk memuluskan rencananya, dia beraksi sebagai perampok bank dan setelah ditangkap dia dijebloskan ke penjara tempat kakaknya ditahan.

Setelah ada dalam penjara, dengan keahliannya sebagai insinyur yang ikut merancang penjara tersebut, Micahel mencoba membebaskan kakaknya yang terancam hukuman mati. Dengan bantuan beberapa narapidana lainnya Michael akhirnya berhasil melarikan diri bersama kakak dan teman-teman narapidanya yang membantu melancarkan aksinya.

Setelah berhasil lari dari penjara, ternyata kasus yang mereka hadapi semakin pelik. Kasus penjebakan Lincoln dalam kasus pembunuhan itu ternyata di dalangi oleh suatu perusahaan yang bernama COMPANY yang dipimpin oleh Jenderal Krantz. Company ternyata menyembunyikan suatu penemuan yang bisa digunakan sebagai energi alternatif sekaligus senjata pemusnah massal yang lebih hebat dari nuklir. Untuk membersihkan diri dari tuntutan hukum, Michael dan Lincoln yang dibantu oleh teman-temannya sesama pelarian penjara Fox River berusaha membongkar kebusukan Company.

Kembali ke kasus Gayus Tambunan yang begitu sensasional karena adanya begitu banyaknya kepentingan yang terlibat disana. Konon kasus Gayus ini jika ditelusuri dan sebenarnya memang sudah ditelusuri oleh para penegak hukum akan berpotensi menyeret beberapa tokoh publik di negeri ini. Itulah kenapa Gayus begitu santai menghadapi semua tuntutan dan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia pasti berpikir apapun yang terjadi anak-istrinya sudah diurus sama big bos selama dia gak bernyanyi kepada aparat penegak hukum.

12951739812103045487Jika di Prison Break, para tokohnya berusaha melarikan diri dari penjara untuk membongkar kasus konspirasi yang menyeret mereka sebagai tersangka atas perbuatan yang tak pernah mereka lakukan. Di kasus Gayus, ” pelarian” dia dari penjara bukan untuk membongkar kasus konspirasi, tapi menutupi konspirasi yang dia lakukan dengan sang petinggi partai dalam memanipulasi kewajiban pajak yang harus dibayarkan oleh sang tokoh. Karena kedekatannya dengan simpul-simpul petinggi partai dan juga kekuasaan maka tak heran jika Gayus terlihat seperti orang tak tersentuh hukum. Meski statusnya sebagai tersangka, dia bisa keluyuran kemana saja dia mau. Satu waktu bisa berada di Bali, di waktu lain bisa berada di Macau, China, Malaysia dan juga Singapura hanya dengan berbekal paspor asli tapi palsu dan juga segepok uang yang siap dia hamburkan untuk menutup mulut dan mata petugas lapas dan imigrasi.

Liburannya Gayus ke luar negeri yang ditemani sang istri, diduga ada kaitannya dengan usaha dia untuk mengamankan harta yang dia peroleh melalui aksinya dengan jalan mengalihkan aset tersebut ke luar negeri. Beberapa orang seperti tak habis pikir, bagaimana dia melakukan itu semua. Belakangan memang terungkap jika dia juga menyuap oknum petugas imigrasi agar membuatkan paspor asli tapi palsu dan juga meloloskan dia saat pemeriksaan di bandara. Saat sudah sampai di negara tujuan pun gayus bisa keluyuran dengan lelauasa. Menginap di hotel berbintang serta membeli berbagai souvenir dan oleh-oleh yang bernilai mahak untuk keluarga di rumah dan juga untuk pakangan di rumah mewahnya.

Kasus gayus tak urung juga akhirnya menimbulkan berbagai friksi di luar orang-orang yang terlibat. Sebut saja perkataan anggota komis III DPR Benny K Harman yang menyatakan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyampaikan kekhawatiran tentang pengungkapan kasus ini. Meski akhirnya pernyataan itu diralat oleh politis partai Demokrat tersebut. Sementara mantan Wapres Jusuf Kalla malah mendukung pengungkapan kasus ini karena yakin jika kasus ini tidak akan menyebabkan terganggunya stabilitas negara seperti pernyataan Benny K Harman tersebut. Di lain pihak, Anton Medan menyangsikan aparat penegak hukum akan mau dan mampu menyelesaikan kasus ini karena diduga adanya keterlibatan oknum-oknum tertentu dalam kasus ini.

Yang membedakan kasus gayus dengan seriala Prison Break adalah:

Gayus masuk penjara karena memang dia diduga terlibat konspirasi penggelapan pajak. sementara Prison Break tokohnya korban konspirasi.

Gayus keluar penjara memanfaatkan uang untuk keluar penjara, tokoh di Prison Break keluar penjara dengan membobol tembok penjara.

Gayus keluar untuk menutupi konspirasi yang dia lakukan, Tokoh di Prison Break keluar penjara untuk membongkar konspirasi yang menyeret meraka dengan mencari bukti bahwa mereka tidak bersalah.

Gayus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menyelamatkan aset yang dia punya, Tokoh di Prison Break berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya hanya untuk menyelamatkan diri sekalian mencari bukti konspirasi saja.

Mari kita lihat dan tunggu saja apakah kasus konspirasi yang melibatkan Gayus Cs akhirnya mampu dibongkar oleh aparat penegak hukum seperti dalam serial Prison Break. Ataukah aparat hukum sengaja menunda-nunda penyelesaian kasus ini hingga saat yang memungkinkan untuk menjatuhkan tokoh utama yang berkonspirasi dengan Gayus? Saya pribadi hanya bisa berdo’a semoga secepatnya kasus ini segera terbongkar.

Denpasar, 16012011.1659

Masopu

Kamis, 13 Januari 2011

Menanti Aksi KPK dalam Kasus Gayus-Century


Gayus Halomoan Tambunan, nama itu dalam kurun waktu delapan bulan ini keluar masuk mengisi media nasional baik cetak maupun media elektronik. Bukan karena prestasinya yang membawa nama baik bangsa ini. Tapi prestasinya membuat sejarah sebagai manusia yang mampu memporak-porandakan tatanan hukum negara yang sudah amburadul menjadi semakin nampak nyata keamburadulannya.

Masih belum lekang dalam ingatan, saat di bulan November kemarin Gayus dengan santai lenggang kangkung menikmati aksi-aksi petenis dunia yang tampil di turnamen tenis Comentwealth Bank Classic di Bali, beberapa hari ini media nasional dihebohkan aksi lenggang kangkung Gayus dan Istrinya ke manca negara beberapa bulan sebelumnya, saat dia sudah ditetapkan sebagai terdakwa kasus pajak. Dengan menggunakan nama Soni Laksono, Gayus bisa pelesiran sampai ke beberapa negara sekaligus tanpa ada yang mengetahuinya. Yang jelas untuk membuat paspor ASPAL tersebut konon gayus menghabiskan uang sebanyak 900 juta rupiah. Angka yang cukup besar bagi mantan pegawai golonga III di depkeu yang hanya bergaji sekitar 12-18 juta rupiah perbulannya. Angka yang belakangan disangkal oleh pengacara Hotma Sitompul yang berkata hanya sekitar 200 juta rupiah.

Berbagai kalangan merasa bahwa kasus gayus harus segera ditindaklanjuti. Memang ada beberapa yang kawatir jika kasus ini terbuka, makan akan mengakibatkan beberapa tokoh nasional yang akan terseret ke dalamnya. Sejumlah pengamat menilai bahwa kasus Gayus berkaitan dengan orang-orang dekat salah satu partai besar dan juga bisa merembet ke orang-orang yang berada di dekat lingkaran kekuasan. Kekawatiran ini disampaikan mantan kapolri Bambang Hendarso Danuri beberapa waktu lalu saat bertemu dengan anggota komisi III Benny K Harman. Meski belakangan Benny menyalahkan wartawan yang mengartikan lain ucapannya kepada media. pernyataan Benny bisa dilihat disini

Sementara menurut mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, seharusnya pemerintah segera menanganinya dan jangan kawatir jika pengungkapan hal itu akan mengganggu stabilitas negara, Malah menurut JK seharusnya hal itu bisa digunakan sebagai momentum untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kesungguhan pemerintah dalam menangani kasus korupsi dan pemberantasannya. Hal itu setidaknya mampu memperbaiki citra negara yang telah rusak di dunia internasional karena kasus korupsi yang makin menggurita. DISINI

Sementara sekretaris Satgas Mafia Hukum, Denny Indrayana berharap kasus ini segera diselesaikan. Denny kawatir jika kasus ini berlarut-larut maka dampaknya akan semakin meluas dan semakin mecoreng wibawa pemerintah baik di mata warga Indonesia maupun di mata Internasional. Denny kembali menegaskan bahwa tugas satgas hanyalah membantu aparat penegak hukum untuk mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk mempermudah proses penegakan hukum suatu kasus.

Sementara adanya desakan dari beberapa kalangan agar kasus Gayus dilimpahkan ke KPK, karena adanya indikasi kasus ini melibatkan salah seorang petinggi partai disambut dengan tangan terbuka oleh ketua KPK yang baru Busyro Muqoddas. Menurut Busyro, KPK akan tutup mata atas keterlibatan orang-orang partai dan orang-orang yang ada dilingkaran kekuasaan. Penegakan hukum harus ditegakkan tanpa melihat latar belakang dia dan dari partai apa dia terlibat. Jika terindikasi, maka KPK berkewajiban untuk melakukan penyidikan dan berjanji KPK akan netral dan non-partisan.

Kekawatiran akan sikap netral KPK ini terkait adanya beberapa partai besar yang terlibat masalah hukum. Setidaknya sampai saat ini 4 partai yang memperoleh kursi terbanyak di DPR sama-sama sedang terlibat kasus besar yang bisa mengancam netralitas KPK dan saling adu kekuatan lobi politik untuk menutupi dan menyamarkan kasus yang tengah berjalan. Sebagaimana yang kita tahu, Partai Demokrat diduga terkait kasus Bank Century. Golkar terlibat kasus mafia pajak Gayus Tambunan. PDIP terlibat kasus suap pemilihan deputi senior BI Miranda Swarray Gultom dan PKS terlibat kasus LC fiktif Misbakhun Munir. Maka tak heran jika Netralitas KPK jadi pertaruhan dalam menganani kasus-kasus besar tersebut.

” Yang penting bagi kami ( KPK ) menjalankan tugas ( menjaga Indepensi )ini sampai setahun ke depan dan menutup mata atas upaya-upaya menyeret kami kepada kepentingan politik” kata mantan ketua komis yudisial 2005-2010 tersebut.

Terkait masalah Bank Century, Busyro berjanji akan terus menangani kasus ini setidaknya sampai tugasanya di KPK berkahir setahun ke depan. Menurut Busyro, kasus Century masih terus ditelaah oleh penyidik KPK dan KPK masih terus melakukan pendalaman terhhadap kasus ini.

Busyro juga menyatakan ada baiknya jika para terdakwa kasus suap dan korupsi sebaiknya dihukum mati. Menurut pendapatnya, untuk memberantas korupsi yang telah membudaya di masyarakat kita, maka diperlukan hukuman yang seberat-beratnya untuk menimbulkan efek jera yakni hukuman mati yang juga diterapkan oleh China untuk meminimalisir korupsi. Pendapat ketua KPK ini seakan memperkuat pernyataan sebelumnya yang disampaikan oleh ketu MK Mahfud MD.

Rabu, 12 Januari 2011

Mark Zuckerberg Kembali Digugat


Dua orang teman kuliah pendiri dan pengelola situs jejaring sosial Facebook Mark Zuckerberg kembali mengajukan gugatan hukum terhadap Zuckerberg. Gugatan mereka terkait keputusan kompensasi yang mereka terima dari pengelola Facebook pada 2008 lalu. Saat itu Zuckerberg dan Facebook memberi mereka ganti rugi senilai 65 juta dolar Amerika atau senilai 587 miliar rupiah.

Mereka kembali menuntut Zukerberg karena saat pengambilan keputusan oleh pengadilan San Fransisco waktu itu, Zuckerberg selaku pengelola Facebook tidak mencantumkan nilai perusahaan yang ikut mereka rintis waktu itu. Setelah mereka tahu bahwa nilai perusahaan ternyata lebih besar dari perkiraan mereka berdua, akhirnya kedua saudara kembar ini kembali mengajukan tuntutan ke pengadilan agar mendapat kompensasi yang lebih besar lagi.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis akhir Tahun 2010 kemarin pengelola Facebook memperoleh pemasukan sebesar 2 miliar us$ atau senilai 18 triliun rupiah. Pendapatan pengelola Facebook tersebut meningkat hampir 150% lebih jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang lalu, dimana penghasilan mereka waktu hanya dikisaran 775 juta us$.

Belum ada laporan jika pengadilan San Fransisco telah membentuk panel khusus untuk membuka kembali kasus tuntutan kedua bersudara tersebut. Yang jelas dengan adanya kasus ini, setidaknya pengelola dan pendiri Facebook tersebut telah mengalami setidaknya 2 kali tuntutan dari mantan teman kuliahnya di Universitas Harvard yang dulu berandil membantu dia memberi ide dan mewujudkan usahanya membuat jejaring sosial yang telah diikuti oleh 550 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Sebelumnya juga ada tuntutat dari Divya Narendra dan kedua saudara kembar tersebut di tahun 2008 lalu.

Gambar diambil dari majalah Time

Ganti Rugi Lapindo kembali tertahan


Akhir desember kemarin pembayaran ganti rugi untuk korban lumpur lapindo kembali tersendat. Menurut beberapa warga asal desa Jatirejo, Renokenongo, Siring dan Kedung bendo hal ini telah terjadi hampir 3 bulan berturut-turut. Belum ada penjelasan dari pihak PT Lapindo Brantas mengapa peristiwa tersebut sampai terjadi. Sampai saat ini masih ada belasan ribu warga yang belum menerima cicilan ganti rugi untuk 3 bulan tersebut.

Pada tahun 2008 lalu, sesuai dengan kesepakatan dengan Lapindo Brantas warga harus menyerahkan bukti kepemilikan tanah berupa leter C, Petok D dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan sebagai syarat untuk memperoleh ganti rugi tersebut. Pembayaran itu berupa uang muka 20% dan sisanya dicicil setiap bulan oleh PT Lapindo Brantas. Rincian harga ganti rugi adalah rp 1 juta per meter untuk tanah dan rp 15 juta permeter untuk bangunan.

Menurut Samanudin ( koordinator korban lumpur Lapindo asal Jatirejo ) yang diwawancara oleh BBC london, Biasanya pembayaran cicilan itu dilakukan tiap tanggal 3 di setiap bulannya. Tapi hingga saat ini tepat 3 bulan sudah Pt Lapindo Brantas belum menunaikan kewajibannya terhadap warga korban semburan Lumpur tersebut. Bahkan sebelum puasa cicilan sempat terhenti selama 5 bulan tanpa ada penjelasan dari pihak Lapindo.

Selain itu warga juga mengeluhkan adanya pemotongan luas tanah dan bangunan yang mendapat ganti rugi. Menurut Samanudin Teras dan pekarangan rumahnya tidak mendapat ganti rugi karena menurut pihak Lapindo tanah tersebut adalah lahan basah. Sementara definisi lahan basah sendiri warga tidak mengetahuinya.

Sementara wakil presiden PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tubussala yang ditunjuk oleh PT Lapindo Brantas untuk menangani proses pembayaran ganti rugi terhadap warga korban Lapindo menyatakan keterlambatan itu terjadi karena pihak perusahaannya tidak mempunyai cukup uang. Sehingga pembayaran dilakukan tidak serempak, ada yang bulan ini dapat ada yang bulan berikutnya. begitu kata Andi waktu diwawancara BBC london.

Sungguh suatu ironi bagi warga korban lumpur Lapindo, saat pertengahan desember kemarin bog boss Bakrie Grup dengan bangga mengundang wartawan dan Timnas Indonesia untuk menyerahkan lahan hibah seluas 25 ha, sementara di awal Januari salah satu anak usahanya mengaku tidak mempunyai uang untuk membayar ganti rugi bencana yang terjadi akibat pengeboran sumur minyak yang menurut para pengamat perminyakan tidak sesuai prosedur.

Senin, 10 Januari 2011

Desa Terkaya



Sungguh mengejutkan. Desa Huaxi yang berada di Provinsi Jiansu dinobatkan sebagai desa terkaya di China. Dengan penduduk 36 ribu jiwa, dan setiap warga memiliki kenyamanan yang tak terbayangkan.





Dilansir AP, Senin (6/10/2010), setiap keluarga memiliki sedikitnya satu rumah, dua mobil, dan tabungan 250 ribu dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar.
Sejumlah pejabat dari penjuru wilayah di China menyempatkan datang ke kota wisata ini untuk mengetahui bagaimana desa yang dulunya sunyi dan berpenduduk hanya 576 jiwa bisa mendadak menjadi kaya.

Tak hanya itu, investor dari luar juga rela mendonasikan perusahaan mereka yang nilainya jutaan dollar hanya agar bisa tinggal di daerah ini. Setelah membeli beberapa helikopter dan menanamkan triliunan rupiah hanya untuk membeli 20 pesawat lainnya.

Setiap orang memiliki rumah mewah, kendaraan mewah seperti Mercedes, BMWs dan Cadillac, serta mendapatkan pakaian gratis, masakan sehat bebas minyak, serta tunjangan kesehatan.



Rumah Penduduk yang serupa dan MEWAH

Padahal yang mereka lakukan hanyalah bekerja di perusahaan industri di desa itu. Dan agar membuat warga betah, pemerintah setempat membangun replika menara Eiffel, Gedung Opera Sydney, dan Arc de Triumf.

Lalu apa rahasia kesuksesan mereka itu? Seperti dikemukakan lewat video, Huaxi: Secrets of China’s richest village, pemimpin di desa itu menggabungkan prinsip dasar sosialis komunis dan pasar bebas.

Sumber: Tribunnews.com

Minggu, 26 Desember 2010

Mengenang Tsunami Aceh

Hari ini genap 6 tahun sudah peristiwa Tsunami terbesar sepanjang dekade ini terjadi. Hari itu, 26 desember 2004 saat mentari pagi belum begitu terik sinarnya, sebuah gempa bumi dahsyat mengguncang bumi Serambi Mekah Aceh. Gempa yang menurut United States Geological Survey berkekuatan 9,1 pada skala richter tersebut disusul tsunami dahsyat yang menenggelamkan daratan aceh selama beberapa saat. Tsunami tersebut tidak hanya menerjang Aceh saja, tetapi juga banyak negara mulai Thailand, Malaysia di Asia menyeberang samudra sampai di benua Afrika setelah terlebih dahulu melewati Srilanka, India dan Maladewa.

Gempa dan Tsunami tersebut telah menewaskan ratusan ribu korban jiwa meninggal dan puluhan ribu yang hilang tak tentu rimbanya. Peristiwa itu begitu mencengangkan mata dunia Internasional. Dalam hitungan jam ucapan belasungkawa mengalir laksana tiada terhenti. Bukan hanya berhenti sampai disitu saja, sejumlah negara asing pun tergerak untuk mengirim bantuan dan tim relawan kemanusian di Aceh dan daerah terdampak bencana.

Armada angkatan laut Amerika ( Navy Seals ) sampai harus mengerahkan kapal angkatan perangnya yang juga bisa berfungsi sebagai rumah sakit terapung untuk membantu mengobati para korban yang mengalami cedera parah. Berbagai lembaga bantuan kemanusian baik dalam dan luar negeri berlomba memberikan bantuan kepada korban tsunami. Dari dalam negeri bantuan banyak yang disalurkan melalui PMI, MERC, Pundi Amal SCTV, Dompet Dhuafa Republika dan lain sebagainya. Sementara bantuan asing selain dikordinir oleh palang merah internasional juga melalui bulan sabit merah, perwakilan negara-negara sahabat dan juga pengiriman tenaga medis dan tentara untuk membantu membersihkan puing dan evakuasi korban.

Setiap hari media cetak dan elektronik disuguhi oleh berita tragedi tersebut sebagai berita utama. Bahkan Metro TV satu-satunya jaringan telivisi berita saat itu sampai harus meluangkan waktu khusus ubtuk menyiarkan program tentang perjuangan para relawan menembus medan bencana yang rusak parah. Selain juga menayangkan Video-video yang bercerita tentang detik-detik datangnya air bah yang mematikan tersebut. Pokoknya saat itu tiada waktu yang tersisa tanpa adanya berita tentang bagaimana perjuangan menyelamatkan para korban, cuplikan video tsunami yang diiringi dengan pemutaran lagu “cerita untuk kawan” karya Ebiet G Ade.

Saat itu hampir semua elemen masyarakat tercurah perhatiannya untuk para korban. Baik yang punya kerabat tinggal di Aceh dan sekitarnya, ataupun bukan. Mulai dari kalangan rakyat biasa sampai pejabat dan selebritis baik dalam dan luar negeri tercurah semua perhatiannya ke kejadian mengerikan itu. Presiden dan Wapres yang baru dilantikpun dipaksa berkantor di Aceh untuk mempermudah koordinasi penanganan bencana. ( DISINI )

Dari kalangan selebritis dalam negeri terlihat beberapa perwakilan yang terjun langsung ke daerah bencana untuk menyalurkan bantuan dan juga mengkoordinasikannya dengan PMI. Selain itu beberapa artis juga tergerak mengadakan konser kemanusian yang mana dana yang dihasilkan dari acara itu seluruhnya disumbangkan untuk menolong para korban bencana. Bukan hanya musisi dalam negeri, Michael Learn To Rock dari Denmark pun ikut tergerak untuk mengadakan konser amal untuk korban tsunami Aceh yang diadakannya di beberapa kota di Indonesia.

Kedahsyatan gempa dan Tsunami aceh tak urung juga merambah ke kancah sepakbola. Adalah Cristiano Ronaldo yang datang ke Indonesia untuk menyambangi para korban bencana tersebut. Dia terketuk hatinya saat media dalam dan luar negeri memberitakan tentang ditemukannya seorang anak asal Aceh yang telah 2 minggu terombang-ambing dilautan dengan menggunakan kaos sepakbola timnas Portugal bernomor punggung 10 yang bertulis nama Rui Costa. Ronaldo merasa terenyuh dan terpanggil untuk memberikan bantuan kepada para korban. Tak hanya itu, dia juga mengajak Martunis ( bocah yang ditemukan selamat tersebut) untuk terbang ke Portugal bertemu sama para pemain timnas Potugal dan juga ke kota Manchester untuk melihat aksinya di klub yang dibelanya saat itu.

Namun dibalik semua berita tentang kepiluan dan perjuangan para relawan yang berjuang untuk mencari dan menyelamatkan korba yang masih selamat serta menguburkan para korban tewas yang telah berhasil diketemukan, menyeruak kabar busuk tentang beberapa orang yang memanfaatkan momen itu untuk keuntungan pribadi. Mereka yang datang atas nama suatu LSM dengan sengaja memanipulasi jumlah bantuan yang harus disampaikan. Terlepas dari benar ataukah tidaknya rumor itu, yang jelas kejadian itu telah mencederai rasa kemanusian dan juga hati para korban yang masih diliputi trauma. Hal itu menginspirasi saya tuk membuat coretan singkat ( Disini )

Karena peritiwa itulah, Aceh yang tadinya memanas karena aksi Gerakan separatis Aceh Merdeka ( GAM ) untuk sementara melupakan konflik yang ada. Aparat dari TNI dan GAM serta element masyarakat lainnya bersatu bahu membahu untuk membantu korban bencana tersebut. Seakan mereka melupakan konflik yang telah lama terjadi dan menewaskan begitu banyak nyawa di antara kedua belah pihak.

Tiap tahun warga Aceh khusunya dan warga Indonesia umumnya memperingati peritiwa tersebut. Walau dari tahun ke tahun orang di luar Aceh yang mengenang peritiwa tersebut semakin jarang, tapi bagi sebagian orang peristiwa tersebut masih membekas. Apalagi beberapa waktu peritiwa tsunami kembali menyapa daerah pesisir barat Sumatra.

Kini moment peringatan 6 tahun peristiwa tsunami Aceh tersebut, bertepatan dengan perhelatan final AFF Cup 2010 leg pertama. Untuk itu beberapa element masyarakat Aceh melalui Gubernur Irwandi Yusuf memeinta Timnas pada partai tersebut menggunakan pita hitam di lengan dan juga mengheningkan cipta sebelum pertandingan di mulai. Dan permintaan tersebut menurut kabar akan diterima dan dilakukan oleh Timnas.

Semoga peristiwa tsunami Aceh tidak terulang lagi di masa depan. Dan pemerintahan bisa lebih tanggap dan bijak dalam menangani peristiwa bencana kemanusian yang masih mungkin akan terjadi di negeri ini.

Jika ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para korban saya minta maaf.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...