Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2014

Tersudut

http://felinophobia.wordpress.com/category/phobia/
"Tidak. Kamu tidak boleh melakukannya."
Telapak tangannya memegang pundakku. Seperti berusaha menahan nyala lilin yang hampir padam, matanya menghujam pusaran korneaku.
Dia tahu saat ini aku terseret di nadir. Dia tahu aku butuh tongkat kecil untuk menopang langkah yang mulai goyah. Karena itu dia berusaha menjadi penopangku.
"Tidak....?"
Aku melotot, melawan tatapannya.
"Apa kamu tahu betapa sakitnya aku? Aku serupa remah-remah roti di antara serbuan ribuan semut. Mereka mencari sisi terlemahku, untuk mencabik dan menyeretnya sepanjang jalan. Aku seperti sosok tidak berguna di mata mereka, selain persembahan untuk sang ratu yang siap bertelur, usai mencerna tubuhku."
Aku berusaha melepaskan tangan Tsiefana dari pundak. Sambil membuang muka, aku memalingkan wajah. Bukan aku tidak mencintainya, tapi serombongan semut merah yang bebaris menarik mangsa, buatku muak.
"Hei kemana perginya Joey, si karang pelindung pantai? Bukankah selama ini dia tegar meski sapuan ombak tak henti menghajar? Adakah dia telah runtuh, tergerus angkuh lidah pembunuh?"

Jumat, 05 Juli 2013

Dehidrasi Otak, Sinting

www.komisikepolisianindonesia.com
Bersama pagi yang berdering
Butiran embun mengering
Mengiring setiap kata, berdenting
Menembakkan insting sinting logika miring
Dehidrasi otak mengering

Panas
Terbakar bara, logikamu meranggas
Fakta mati tertusuk praduga
Sumpah muksa dibakar mimpi yang tiada sempurna

Sabtu, 29 Juni 2013

Jalan Unik Untuk Lebih Baik

Jujur sampai hari ini aku tidak merasa dan belum merasa menjadi orang yang cukup baik. Sedari kecil aku hanya terbiasa mendengar dogma-dogma tentang baik dan buruk, tentang surga dan neraka tanpa aku pernah mempelajarinya dengan akal, menelaah dengan hati kemudian mengamalkannya sepenuh jiwa. Ya aku berbuat baik karena sesuatu, entah itu pujian ataupun embel-embel lain yang kadang lebih menonjol di hati.

Saat aku belum seperti saat ini (keadaanku sekitar 2 bulan ke belakang) aku hanya punya angan-angan untuk lebih baik, tapi tidak pernah aku implementasikan. Bahkan beberapa kali aku terperosok pada jalan yang sangat memalukan. Aib yang selama ini selalu aku simpan. Entahlah, setiap aku berusaha untuk keluar dari lingkaran aib tersebut, saat itu pula hisapan labirin "kemunafikanku" semakin kuat menjerat. Awalnya aku menganggap itu sebagai bagian dari godaan syetan, tapi semakin kesini semakin aku sadar bahwa itu bukan godaan syeatan. Itu semua semata karena aku telah jadi budak nafsu.

Jumat, 22 Maret 2013

Budak

Foto dari Shutterstock.com
Serunai kata tanpa titik kau tempakan
Serumpun sanggahan terabaikan
Bagimu insting adalah tuhan
Wajib untuk kau pertuankan
Walau hanya sebatas dugaan tanpa alasan

Rabu, 02 Januari 2013

Basanan-Wangsalan, Pantun Banyuwangi dan Dinamikanya



Basanan – Wangsalan, Berpantun Ala Banyuwangi dan Dinamikanya

Basanan adalah seni berpantun yang ada dan berkembang dengan baik di Banyuwangi. Basanan bisa diidentikkan dengan parikan Jawa, tapi pada prakteknya menggunakan bahasa Using. Sama seperti pantun dalam bahasa Indonesia, Basanan menggunakan pola Sampiran dan Isi. Sampiran adalah perangkat kata dan kalimat pembuka dalam basanan yang biasa digunakan sebagai penyelaras dengan isi basanan. Sementara Isi merupakan kalimat yang menjadi pokok dalam Basanan. Isi dari Basanan bisa berupa nasehat, sindiran ataupun pedoman hidup yang berguna untuk masyarakat. Dalam salah satu kisah yang pernah saya dengar, Basanan dulu juga biasa digunakan oleh seorang lelaki untuk melamar calon istrinya. Dalam pelaksanaannya, si Lelaki duduk di samping rumah dan membacakan basanan yang dia buat untuk merayu calon mempelai wanitanya.
Contoh Basanan :
Cemeng, cemenge manuk sikatan   (Hitam, hitamnya burung sikatan)
Kadung Putih kethune pak Kaji      (Jika putih kopyahnya pak Haji)
Meneng-meneng njaluk Pegatan      (Diam-diam minta pegatan/cerai)
Goleko maning hang pinter ngaji     (Carilah lagi yang pinter mengaji)
(Asmuni, Mangir-Rogojampi)

Wangsalan pada prinsipnya sama dengan basanan. Jika Basanan adalah pantun yang berisi nasehat, sindiran atau pegangan hidup, wangsalan adalah sebaliknya. Wangsalan adalah seni berpantun yang biasa digunakan untuk bermain tebak-tebakan. Sama seperti Basanan, Wangsalan juga menggunakan kalimat sampiran dan isi. Perbedaan lain dari Wangsalan adalah adanya jawaban yang muncul dari pantun ini.
Contoh Wangsalan :
Nang Padang Ulan kelompenan    (Ke Padang Ulan pakai terompah)
Pirang ulan riko demenan              (Berala bulan/lama pacaran)
Sama seperti pantun dalam bahasa Indonesia, Basanan-Wangsalan juga menggunakan rima. Rima adalah padanan/persamaan bunyi di akhir kalimat dalam pantun atau puisi. Dalam Basanan-Wangsalan, rima yang sering digunakan adalah: a-a-b-b, a-b-b-a dan a-b-a-b. Sangat jarang, bahkan sangat sulit kita temukan basanan yang menggunakan rima lainnya.

Selasa, 01 Januari 2013

Pintalan Tahun Kusut

http://bejobanget.wordpress.com/2011/06/29/benang-kusut-part2/
Hikmah apa yang kita dapat?
Saat helai kain terlolosi benang pengikatnya
Sedikit demi sedikit, tanpa kita tahu cara memintalnya lagi.
Tanpa kita tahu cara hentikannya.

Sang Pengrajin ciptakannya bukan tuk pajangan
Bukan pula tanpa maksud dan tujuan
Yang tak mampu kita bayangkan
Ataupun tak mampu kita jabarkan

Dia adalah Mahaguru dari Leonardo Da Vinci
Sang pelukis biang misteri
Simpan rahasia di balik mata Monalisa
Syahdu menipu pemuja seni yang tak mawas mata

Selasa, 25 Desember 2012

Resensi " Xixi, Diary Sang Rising Star"

Tanggal 18 Desember kemarin, untuk pertama kalinya kabar yang aku tunggu selama 1 bulan setengah datang menyapa. Naskah " Xixi Diary Sang Rising Star " yang aku kirimkan ke Leutika prio untuk diterbitkan secara Indie tanggal 30 Oktober kemarin akhirnya telah siap terbit. Buku ini merupakan versi lengkap dari cerita bersambung dengan judul sama yang aku tayangkan di blog ini mulai bulan Oktober 2011-Sekitar Mei 2012. Setelah melalui beberapa proses editing, akhirnya aku coba mengirimkannya ke penerbit major, tapi belum ada jawaban hingga akhirnya aku putuskan untuk publish secara indie.
 
"Xixi, Diary sang Rising Star" terinspirasi dari kisah seorang pramuria kelas kakap asal Surabaya. Beberapa waktu yang lalu saya mendengar kisah tentang dirinya yang berjuang ke sana ke mari untuk meraih kesembuhan. ( bukan untuk mencari alamat palsunya Ayu Thing-thing ya.)Virus HIV yang diakibatkan kesalahannya dalam bergaul sempat membuatnya terpukul, tapi saat kesadaraan berhasil diraihnya, dia berubah 180 derajat. Dia bernadzar, andai Allah masih memberinya kesembuhan, dia akan mengabdikan sisa hidupnya untuk agama. Allah mengabulkan nadzarnya. Melalui perantara seseorang, dia diperkenalkan dengan seorang tabib yang tinggal di lereng sebelah barat gunung Raung. Melalui perantaraan Tabib itu pulalah Allah mengirimkan kesembuhan padanya.
 
Dari kisah itu, ditambah dengan kisah salah seorang yang aku kenal sewaktu tinggal di Bogor, kisah ini mulai aku tuliskan. Seorang teman yang kenali di Bogor itu adalah seorang aktifis dan penyuluh di LSM penanggulangan HIV/AIDS yang Omku urus bersama salah seorang temannya yang juga merupakan HRD di PT Intrasari Raya Bogor. Temanku itu bernama Irfan dan berasal dari tegal. Dia terjangkit HIV karena keisengannya mengikuti kemauan temannya. Dia tak pernah terlibat seks bebas ataupun sejenisnya. Dia terserang HIV karena penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik.

 

Kamis, 06 September 2012

Debat Kusir Pendukung Foke


http://kopidangdut.org/tag/politik/
              Tanggal 28 Agustus kemarin, untuk pertama kalinya, setelah beberapa lama enggan ikut debat online akhirnya saya ikut debat di wall grup Kompasiana. Saya tertarik untuk ikut berdebat bukan untuk menunjukkan apa yang saya punya. Bukan pula untuk membela satu pendapat. Dua hal itu ditambah untuk menjatuhkan pendapat orang lain tidak pernah terlintas dalam benak saya. Saya ikutan debat hanya ingin menjadi penengah untuk orang-orang yang sedang berdebat masalah PILKADA DKI.
            Dua kubu yang berdebat, menurut saya sudah terpancing ke arah debat kusir. Mereka tidak sedang mengupas / mendalami isi postingan yang salah satu pihak posting ke wall grup. Tapi mereka saling menjatuhkan, terutama dari kubu calon incumbent. Sanggahan atas postingan yang mereka berikan selalu dijawab dengan link-link berita dari situs-situs yang patut kita pertanyakan kebenaran beritanya. Dan link-link berita itu sebenarnya hanya alibi lemah atas postingan mereka. Saat mereka terdesak karena tidak bisa menjawab sanggahan sang lawan, mereka malah menyerang sisi-sisi pribadi lawan dengan melempar kata-kata yang tak sepantasnya seperti anggota partai terlarang ataupun suatu golongan dalam agama islam yang tidak bisa dengan mudah disematkan kepada oran-orang yang seiman ataupun orang non muslim.

Kamis, 16 Agustus 2012

Resensi Buku : Ouhibouki Areta


Ouhibouki Areta
Risma El Jundi

            Novel Ouhibouki areta mengisahkan cerita cinta bersetting kerajaan Maroko. Kedua tokoh utama adalah Asyam Bachir, seorang pelajar Indonesia yang sedang memperdalam ilmu agama di negeri maghribi tersebut. Areta, muslimah Maroko yang mempunyai garis keturunan Indonesia dari sang Umi.
            Cerita bermula dengan keberhasilan Asyam Bachir, pemuda keturunan Minang meraih beasiswa S2 dari Universitas Muhammed V. Di Maroko, Asyam berkenalan dengan seorang gadis bernama Areta. Areta yang baru menyelesaikan pendidikannya di Universitas Madinah Internasional. Kepulangannya ke Maroko juga untuk melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Muhammed V.

Kamis, 24 November 2011

Pengalaman Pertama Ikut Lomba Nulis

" Apa ikutan lomba? " kata-kata itu sontak terlempar dari bibirku saat itu. Saat di mana seseorang yang terus memancing ide kreatifitasku untuk terpacu. saat aku bilang "aku tak punya naskah" dia hanya tersenyum saja di saluran telepon yang menghubungkan kita. Begitu selesai tersenyumnya, dia memintaku untuk membuka inbox kompasianaku. Dan dia ternyata sudah nginboxin aku link tentang lomba yang aku ikutin kemarin. Saat aku bilang gak pede, dia tidak menyerah terus memintaku untuk ikutan. Dan akhirnya bujukan tersebut aku terima. Itulah penggalan kisah yang mengawali keikutsertaanku di lomba menulis berdasar iboxan tanggal 26 juni 2011.

Minggu, 30 Oktober 2011

Renungan "Tahun Baruku"

damsel10.blogspot.com
Hari terus berlalu. Menggenapi lingkar bulan. Bulan menggenapi lingkar tahun. Tahun kan terus berlalu dalam bingkai-bingkai memori. Memori indah datang berganti dengan kesedihan, merangkai lingkar-lingkar kecil kehidupan semu dalam ingatan. Semu karena begitu dekat, tapi tak pernah terjangkau tangan apalagi terputar kembali.

Nafas-nafas tersengal terpacu dalam sisa-sisa langkah yang tersesat. Mencari jalan-jalan khidmat menuju keharibaan sang hakikat. Yang kekal tak terakhirkan.Berliku-lurus. Menanjak-curam. Mulus-terjal, semua kan pernah kita rasa selama nafas-nafas kita masihlah tersemat.

Berkali dentang lonceng pananda hari selalu terekam dalam bingkai memori. Beragam kisah datang menghiasi. Namun kuselalu bertanya hakikat aku di sini? Sumbangsih karya apa yang telah ku beri? Kebanggaan apa yang pantas aku miliki? Karsa apa pula yang telah ku usahakan untuk semua? Dalam termenung, seribu tanya datang menyapa. Namun selalu sama jawab yang tertera. Aku bukan siapa-siapa. Aku tak pernah berkarya apa-apa. Tak ada kebanggaan yang aku punya. Tak ada karsa yang telah kuperbuat selain mimpi-mimpi seribu rutukan jiwa.

Senin, 26 September 2011

Praduga Lusuh

Foto Minjam dari Suara merdeka.com

Kulihat debu lusuh menderu menggebu
Memutar prahara semai haru
Berlandas praduga menafikan logika 
Tak sadar bara siap menyapa

Bom Solo Dan Opini yang Berkembang

korban bom Solo ( Viva News.com )

Siang tadi saat membuka Twitterku, aku dikejutkan dengan ramainya twitt tentang ledakan bom di GBIS kepunton kota Solo. Bom bunuh diri yang meledak jam 10.58 itu langsung menewaskan pelaku dan melukai belasan orang lainnya. Bahkan salah seorang korban yang merupakan jemaat Gereja tersebut akhirnya meninggal dunia juga di sore harinya

Minggu, 11 September 2011

Bunga Tapal Batas

Bunga Tapal Batas
Bukanlah cerita tentang putik sari yang terlepas
Bukan pula tentang madu yang terlupa
Terhisap bibir-bibir kumbang durjana

Sabtu, 03 September 2011

Berkah di Fajar Syawal

            Syawal tahun ini terasa begitu istimewa dalam keluarga besarku. Syawal tahun ini untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir keluarga kami bisa berkumpul semua secara utuh. Ya sudah 5 tahun ini adikku tidak pernah pulang ke rumah, terutama sejak menikah awal 2008 lalu. Tahun ini, meski sang suami tidak bisa hadir karena harus menunaikan tugasnya di mapolres Bogor, namun adikku bisa berlebaran bareng keluarga besar di kampung halamanku Banyuwangi.

Ucapan Hari Raya yang Kreatif dan Lucu

Ketika Syetan Di Belenggu...Nyamuk Tetap Berkeliaran...
> Ketika Jendela Hati Di Ketuk...Nyamuk Mulai Ngantri...
> Ketika Di Bukakan Pintu Taubat...Nyamuk Bergegas Masuk...
> Ketika Manusia Berpuasa...Nyamuk Malah Kekenyangan...
>
> Jangan Biarkan Semua Ini Terjadi.
> Masak Kalah Sama Nyamuk?
> Mari Sambut Hari Kemenangan dengan HIT MAGIC...
> Ibadah Khusyuk, Bebas Nyamuk...
>
> SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H

Senin, 29 Agustus 2011

Happy Iedul Fitri

Tiada terasa sudah lebih dari 9 bulan saya mengelola ini. Selama ini telah mempunyai begitu banyak teman yang telah berbagi dalam suka dan duka. Teman yang telah berinteraksi dengan saya lebih dari sekitar14000 orang lebih yang berkunjung ke sini.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...