Minggu, 17 Juli 2011

( Bagian 7 ) Umpan

Hari telah beranjak siang.Mentari semakin meninggi melewati batasan setombak tingginya. Sementara semilir angin di pagi itu begitu menyejukkan. Arya termangu duduk di ruang depan rumahnya. Tangannya terus sibuk membolak-balikkan lembar demi lembar kertas koran yang baru dibelinya jam 7 pagi tadi.

Luruh Dalam Syair Kerinduanmu

Mengemas sisa kerinduan semalam
Kala kata bermain dalam indahnya temaram
Memacu jiwa pada rasa yang terdalam
Menari bersama romansa indah yang tersulam

Jumat, 15 Juli 2011

Penelisik Hati


Gemerisik air mendesir pasir
Mengalir menepuk pasir tiada akhir
Berteman hembusan angin nan semilir
Belai angan yang sempat terkilir

Kamis, 14 Juli 2011

Kipas-Kipas Kemunafikan


Bilah-bilah kipas
Hembus angin tak berbalas
Terbangkan spora tak berbatas
Tantang ilusi tanpa alas

Rabu, 13 Juli 2011

Kabar Angin


Ceracau cemara gemirisik angin
Menarikan nada sumbang beringsut dingin
Tebar syair seribu kepingan
Menggugah angan berbayang imaji tak bertuan

Selasa, 12 Juli 2011

( Lagu Kendang Kempul ) Bokong Semok


Aran bokong....nongko sesigar
Aran Alis... nanggal sepisan
Kulit kuning lare... kuning langsap
Nggawe hang nyawang ngelek idu gorok'an asat

Munajah Kerinduan

 
Kutitipkan syair rinduku pada burung malam

RIndu Untukmu Yang Terindah

Rindu yang tertatih tak bisa ku tepis
Kubaca namamu pada syair yang belum kutulis
Kulukis bayangmu pada aksara yang belum dieja
Karena di hatimulah Firman Tuhan selalu ada.

Senin, 11 Juli 2011

Asa Kala Gerimis

130314652735127126
Gerimis
Curahkan air setitik demi setitik
Basahi kering
Meredupkan debu di ujung dedaunan
Meluruh
Dalam tetesnya

Hantu Kembara


Hantu kembara
Menari diatas berita
Suka ataupun duka tak ada beda
Menari dan terus menari tanpa irama

( Bagian 6 ) Final Design


Detak jarum jam yang berputar terasa seperti hentakan lembut palu yang bertalu. Tek....tek....tek...., terus terulang dalam ritme yang sama, tak pernah berubah. Jarum jam semakin merapat pada titik 3 sore, tapi Joni masih terlihat sibuk dengan tumpukan kertas yang ada di meja kerjanya. Tangannya sesekali membongkar-bongkar tumpukan kertas yang tak bisa dibilang rapi lagi. Lusuh dan ada beberapa yang sudah kusut bekas teremas tangan.

Sambil memainkan ballpoint hitam di tangan kirinya, kembali matanya menatap lekat-lekat ke lembar-lembar kertas di tangannya.

" Aku rasa rencana ini sudah bagus untuk aku ekskusi. Tinggal menunggu Boss datang untuk melaporkanrencana ekskusinya " Gumam Joni sambil kembali melihat jarum arlojinya.

Minggu, 10 Juli 2011

Kidung Kerinduan


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa Ingin jumpa.......
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam
Jangan katakan cinta menahan beban rasa
Sudah ungkap saja sedihmu itu

Alunan lagu lama dari Dewa 19 itu kembali menari di gendang telingaku pagi ini. Syair romantisnya membuatku melayang dalam kerinduan. Bayang wajah itu terus menari dalam kelopak anganku. Berlarian dari satu sisi ke sisi lainnya. Menarikan berbagai rasa yang kian membuncah. Kesedihan bergantian dengan tenang yang kurasakan. Damai hari itu berlomba tuk menguasai sirip-sirip hatiku.

Kala Maut Menyapa


kuterbujur menatap langit-langit pekat
Berselimut hitam yang semakin melekat
Tanpa bisa bertindak selain mataku tercekat
Menatap sosok tiada kukenal mendekat
Berwajah kemarahan yang mengkilat
Sudutkan aku dalam nada tak berlafadz

Sabtu, 09 Juli 2011

Topeng Durjana


Terjengkang dalam kungkung kemarau
Memekik suara terganti parau
Laksana selaksa gagak tercekat suara sengau
Terpapar dari kerongkongan sang pengigau

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...