Sabtu, 16 Februari 2013

Aku Durjana?

13609119741166488652
http://wienmonik.wordpress.com/2010/12/02/durjana-bertopeng-batari-durga/
Agung Hariyadi (59)
Aku, aku hanya tersenyum melihat tingkah kalian.
Kalian, ya..ya..ya kalian yang ada di sana. Kalian yang duduk di seberang mejaku. Kalian menghinaku, kalian menghakimiku selayaknya kalian mahluk suci. Mahluk yang tak pernah berbuat salah, meski kesempatan ada di depan mata kalian. Eitss, tunggu dulu. Aku tak percaya kalian seperti itu. Pasti jika ada kesempatan kalian tertarik memanfaatkannya. Bahkan mungkin lebih gila dari yang aku lakukan. Aku berani bertaruh itu.
Aku, aku memang pantas untuk menerima semua hinaan ini. Benar aku adalah durjana. Bukan durjana yang diciptakan Tuhan. Aku durjana yang diciptakan oleh keadaan yang sudah ada. Keadaan yang sudah sedemikian rusak, hingga mungkin akan terlihat aneh jika aku tidak terlarut dalam kerusakan ini. Keadaan yang awalnya ingin kuperbaiki. Tapi saat aku memasuki, ternyata ada nikmat yang kurasa. Dan aku terlena dibuatnya.

Selasa, 05 Februari 2013

Halusinasi Diri


http://ayuzone-ayuzone.blogspot.com/2012/03/skizofrenia.html

            Kerumunan orang yang hadir terkesiap. Untaian kalimat yang mengalun dari bibirku terus berdendang di telinga mereka. Entah merdu ataukah memang untaian itu mengandung unsur magis, aku tak tahu. Yang aku tahu hanya aku menikmati suasana itu, menikmati saat di mana mereka menepuk gumpalan angin yang ada di antara telapak tangan mereka hingga muncul suara ledakan-ledakan kecil dari sela-sela tangan mereka yang beradu. Aku minkmati saat sebagian besar bibir bersuara memujaku dengan kalimat-kalimat yang membuat bunga-bunga hatiku bermekaran, hingga pendar-pendar bahagianya memancar dari wajahku.
            _ @ _ @ _
            Aku duduk tertegun di ruangan berdinding putih ini dengan raut muka kebingungan. Baru lima menit yang lalu aku meminta orang-orang yang menemaniku untuk pergi, kini telah hadir dan berdiri sosok-sosok lain datang mengelilingiku. Aku heran, wajah mereka sekilas pandang bentuknya  serupa, hanya tampilan baju dan sedikit hiasan di wajah mereka yang berbeda. Mereka datang tepat ketika orang terakhir meninggalkanku dan menutup pintu. Seakan-akan mereka orang sakti, ada yang muncul menembus tembok, ada yang menerobos pintu yang telah tertutup dan ada pula yang meloncat dari kaca besar di depanku. Tapi yang paling membuatku tertegun tentulah yang keluar dari dalam monitor laptopku.

Selasa, 22 Januari 2013

Nyanyian Dasamuka


Nyanyian Pesandiwara

Kelam ini bukanlah suram
Atau ukiran hasrat yang terpendam
Dalam bingkai senyum keterpaksaan

Kelam identik dengan hitam
Pekat dan selalu mencekam
Tapi tidak untuk menyimpan bara dalam sekam

Senin, 21 Januari 2013

Lagu Sedih di Musim Penghujan


http://cahayareformasi.com/berita/2013/banjir-jakarta-bukan-karena-hujan-deras/

Tiba kita di simpang Jalan
Kala kerontang berhenti berdentang
Terlipat oleh air cucuran
Temani sajak sedih yang kembali berdentang

Sampah menggenang sumbat alur cerita
Tangis menggenang memaki ketidak berdayaan
Terlupa salah walau hanya seucap kata
Semena-mena bunuh sesalan

Jumat, 04 Januari 2013

Derita Sang Wayang


Lintang pukang tumbang berkalang
Terjang rintang binatang jalang
Lintang pukang belang nada semakin sumbang
Terus terkokang semerdu suara dalang

Lantang wayang di tangan dalang
meliuk menari sehidup sang dalang
Indah siluet terus berbayang
Cerita usang terulang tak pernah lekang

Rabu, 02 Januari 2013

Basanan-Wangsalan, Pantun Banyuwangi dan Dinamikanya



Basanan – Wangsalan, Berpantun Ala Banyuwangi dan Dinamikanya

Basanan adalah seni berpantun yang ada dan berkembang dengan baik di Banyuwangi. Basanan bisa diidentikkan dengan parikan Jawa, tapi pada prakteknya menggunakan bahasa Using. Sama seperti pantun dalam bahasa Indonesia, Basanan menggunakan pola Sampiran dan Isi. Sampiran adalah perangkat kata dan kalimat pembuka dalam basanan yang biasa digunakan sebagai penyelaras dengan isi basanan. Sementara Isi merupakan kalimat yang menjadi pokok dalam Basanan. Isi dari Basanan bisa berupa nasehat, sindiran ataupun pedoman hidup yang berguna untuk masyarakat. Dalam salah satu kisah yang pernah saya dengar, Basanan dulu juga biasa digunakan oleh seorang lelaki untuk melamar calon istrinya. Dalam pelaksanaannya, si Lelaki duduk di samping rumah dan membacakan basanan yang dia buat untuk merayu calon mempelai wanitanya.
Contoh Basanan :
Cemeng, cemenge manuk sikatan   (Hitam, hitamnya burung sikatan)
Kadung Putih kethune pak Kaji      (Jika putih kopyahnya pak Haji)
Meneng-meneng njaluk Pegatan      (Diam-diam minta pegatan/cerai)
Goleko maning hang pinter ngaji     (Carilah lagi yang pinter mengaji)
(Asmuni, Mangir-Rogojampi)

Wangsalan pada prinsipnya sama dengan basanan. Jika Basanan adalah pantun yang berisi nasehat, sindiran atau pegangan hidup, wangsalan adalah sebaliknya. Wangsalan adalah seni berpantun yang biasa digunakan untuk bermain tebak-tebakan. Sama seperti Basanan, Wangsalan juga menggunakan kalimat sampiran dan isi. Perbedaan lain dari Wangsalan adalah adanya jawaban yang muncul dari pantun ini.
Contoh Wangsalan :
Nang Padang Ulan kelompenan    (Ke Padang Ulan pakai terompah)
Pirang ulan riko demenan              (Berala bulan/lama pacaran)
Sama seperti pantun dalam bahasa Indonesia, Basanan-Wangsalan juga menggunakan rima. Rima adalah padanan/persamaan bunyi di akhir kalimat dalam pantun atau puisi. Dalam Basanan-Wangsalan, rima yang sering digunakan adalah: a-a-b-b, a-b-b-a dan a-b-a-b. Sangat jarang, bahkan sangat sulit kita temukan basanan yang menggunakan rima lainnya.

Selasa, 01 Januari 2013

Pintalan Tahun Kusut

http://bejobanget.wordpress.com/2011/06/29/benang-kusut-part2/
Hikmah apa yang kita dapat?
Saat helai kain terlolosi benang pengikatnya
Sedikit demi sedikit, tanpa kita tahu cara memintalnya lagi.
Tanpa kita tahu cara hentikannya.

Sang Pengrajin ciptakannya bukan tuk pajangan
Bukan pula tanpa maksud dan tujuan
Yang tak mampu kita bayangkan
Ataupun tak mampu kita jabarkan

Dia adalah Mahaguru dari Leonardo Da Vinci
Sang pelukis biang misteri
Simpan rahasia di balik mata Monalisa
Syahdu menipu pemuja seni yang tak mawas mata

Minggu, 30 Desember 2012

Langkah Terpasung

Engkau berlari, pada ketukan ketujuh
Bersama samar bayang menjauh
Bawa setangkup tangis yang masih meluap
Iringi luka yang enggan menguap

Bayang luka masih merajam
Tepis nalar terbayang suram
Takut menapak langkah tertahan
Seribu prasyarat untuk takdir yang tak ingin dinyatakan

Selasa, 25 Desember 2012

Resensi " Xixi, Diary Sang Rising Star"

Tanggal 18 Desember kemarin, untuk pertama kalinya kabar yang aku tunggu selama 1 bulan setengah datang menyapa. Naskah " Xixi Diary Sang Rising Star " yang aku kirimkan ke Leutika prio untuk diterbitkan secara Indie tanggal 30 Oktober kemarin akhirnya telah siap terbit. Buku ini merupakan versi lengkap dari cerita bersambung dengan judul sama yang aku tayangkan di blog ini mulai bulan Oktober 2011-Sekitar Mei 2012. Setelah melalui beberapa proses editing, akhirnya aku coba mengirimkannya ke penerbit major, tapi belum ada jawaban hingga akhirnya aku putuskan untuk publish secara indie.
 
"Xixi, Diary sang Rising Star" terinspirasi dari kisah seorang pramuria kelas kakap asal Surabaya. Beberapa waktu yang lalu saya mendengar kisah tentang dirinya yang berjuang ke sana ke mari untuk meraih kesembuhan. ( bukan untuk mencari alamat palsunya Ayu Thing-thing ya.)Virus HIV yang diakibatkan kesalahannya dalam bergaul sempat membuatnya terpukul, tapi saat kesadaraan berhasil diraihnya, dia berubah 180 derajat. Dia bernadzar, andai Allah masih memberinya kesembuhan, dia akan mengabdikan sisa hidupnya untuk agama. Allah mengabulkan nadzarnya. Melalui perantara seseorang, dia diperkenalkan dengan seorang tabib yang tinggal di lereng sebelah barat gunung Raung. Melalui perantaraan Tabib itu pulalah Allah mengirimkan kesembuhan padanya.
 
Dari kisah itu, ditambah dengan kisah salah seorang yang aku kenal sewaktu tinggal di Bogor, kisah ini mulai aku tuliskan. Seorang teman yang kenali di Bogor itu adalah seorang aktifis dan penyuluh di LSM penanggulangan HIV/AIDS yang Omku urus bersama salah seorang temannya yang juga merupakan HRD di PT Intrasari Raya Bogor. Temanku itu bernama Irfan dan berasal dari tegal. Dia terjangkit HIV karena keisengannya mengikuti kemauan temannya. Dia tak pernah terlibat seks bebas ataupun sejenisnya. Dia terserang HIV karena penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik.

 

Jumat, 21 Desember 2012

Review " Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur "


http://www.bookoopedia.com/id/book/id-32-65536/novel-fiksi-cerpen/gajah-mada-sumpah-di-manguntur.html

Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur
            Seminggu yang lalu saat berada di Gramedia aku ingin membeli novel karya seorang teman di kompasiana, tapi setelah berputar-putar beberapa kali dan membongkar rak novel aku tak menemukannya. Karena butuh bacaan dan buku yang ada di tanganku hanya kumpulan puisi Chairil Anwar, akhirnya aku keliling lagi. Novel karya Sydney Sheldon, Sherlock Holmes, Agatha Cristie dan sejenisnya aku lewati. Hampir saja aku ambil The Vacancy karya JK Rowling. Begitu lihat label harga, aku urungkan niat untuk membelinya. Tak jauh dari The Vacancy aku melihat 5 novel Gajah Mada. Aku tertarik dan membelinya.
            “ Gajah Mada, Sumpah Di Manguntur “ adalah novel sejarah tentang kebesaran Majapahit. Novel yang berlatar pemerintahan dua putri Diah Sanggramawijaya ini sungguh menarik. Begitu membuka lembar demi lembarnya keinginan untuk terus membaca buku setebal 690 halaman itu begitu kuat. Untuk pertama kalinya sejak novel Stieg Larson yang setebal 900 halaman, aku estafet membaca buku non stop.
            Cerita dibuka dengan kisah seorang anak yang begitu berbakti kepada ayahnya. Ki Branjang Ratus, dengan senang hati mengikuti permintaan sang ayahanda yang bernama ki Buyut Padmaguna. Ki Buyut yang sidik paningal meminta anaknya untuk menemui sahabatnya di waktu muda dulu. Sahabatnya itu adalah Nyi Yendra, seorang wanita tua yang sudah sakit-sakitan. Dari pertemuan itulah kisah bergulir. Nyi Yendra meminta Ki Branjang Ratus untuk mencuri dua pusaka kerajaan Majapahit. Kedua pusaka itu adalah Cihna nagara (lambang Negara) gringsing lobheng lewih laka ( pola geringsing merah ) dan Songsong ( Payung ) udan riwis.

Rabu, 19 Desember 2012

Prasasti Kumal, Sejarah Terpintal


http://warisanindonesia.com/2011/05/sejuta-kisah-hunian-terakhir/

Hai Pak Tua yang setia di taman kota
menunggu sasadara menyapa mayapada
Terangi wadag-wadag serakah
Yang lupa sejarah

Hai pak tua, terduduk di bangku tua
Tanpa seorang teman jua
Yang dulu setia kala jaya
Kini melupa saat dirimu dilibas masa

Hai pak tua kesepian
Setia menanti sasadara manjer kawuryan
Sempurna terangi wujud dan bayangan
Berbagi terang hingga lipatan

Selasa, 18 Desember 2012

Terlahir Takdir

Kau hadir
Pada sebuah takdir
Seperti arus air
Buat tersihir

Kau hadir
Rasa ini terlahir
Tanpa terucap bibir
Bukan impian nyinyir
Kau ada
Pada rasa
Gelegak jiwa
Muksakan getir pernah tercipta

Denpasar.18122012.0615

Masopu

Akhir Pelarian sang Mafia



http://www.rimanews.com/read/20120905/74526/densus-sembunyikan-terduga-teroris-firman

              Aku duduk menghadap jendela kamar. Hembusan angin pantai Kuta membawa sedikit uap air, efek panas yang masih terasa sedikit terobati semilir angin. Meski AC sudah diset ke titik terendah, panasnya udara masih membekas di kulit. Di sampingku, dalam posisi duduk bersila di atas ranjang, Netti sibuk bermain dengan laptopnya. Sudah hampir dua jam dia sibuk melacak IP seseorang yang sedang kami buru. Kabar keberadaannya yang telah 2 minggu menyaru sebagai wisatawan membuatku penasaran. Seorang agen Interpol Italy mengabariku tiga hari yang lalu, sesaat menjelang keberangkatannya ke sini, megendus jejak-jejak bayangnya.
            Netti, gadis manis berusia 29 tahun, maniak computer terhandal yang aku punya. Tubuh tinggi dengan alis mata tebal dan bentuk wajah ovalnya lebih pantas menjadi model ataupun seorang penyanyi, daripada menjadi polisi sepertiku. Sudah 4 tahun dia berpartner denganku, mengendus jejak penjahat lintas batas dan aku selalu menugaskannya untuk segala sesuatu yang berkaiatan dengan komputer, sesuatu yang tak pernah aku bisa tangani. Sejak informasi keberadaan sang Mafia Italy hinggap di telingaku, dia tak pernah lelah melacak jejak-jejak maya. Sementara aku lebih suka menjadi seekor herder yang bertugas mengendus sisa-sisa bau di alam nyata daripada menjadi mata-mata dunia maya.
            “ Capt, aku berhasil melacak keberadaan Alessio Monaco. Dari IP yang berhasil aku detect, dia ada di kawasan Jimbaran. Apakah Marco serta kawan-kawannya sudah siap? “ suaranya yang lembut jelas menutupi kegarangannya saat beraksi menangkap penjahat. Jemari lentiknya cukup terlatih untuk memainkan pelatuk pistol yang selalu menggantung di pinggangnya. Kadang jemari itu terasa lebih kokoh saat mengunci pusat-pusat kekuatan seorang yang sedang lengah.
            “ Marco, saat ini sudah siaga, tinggal menunggu kita saja. Polisi lainnya, aku tinggal kontak AKP Made, tadi siang aku sudah koordinasikan hal ini dengannya. “ aku menjawab sambil melihat ke laptop Netti. Aku tak bisa membayangkan apa yang dilakukannya dengan benda itu, sekali dia membukanya waktu yang ada terasa begitu cepat berlalu. Bibirnya lebih banyak ngoceh sendiri tanpa pernah aku mengerti. Kadang tingkahnya seperti anak kecil yang baru dapat permen, di waktu lain laiknya seorang remaja yang baru putus cinta, menceracau tak tentu arahnya.

Kamis, 13 Desember 2012

Desah Kerinduan



Sepi... Malam ini aku hanya duduk termangu mematut bulan.
Meringkuk aku sendiri...
Seperti perahu kertas mengambang tanpa tuan
Seperti layang-layang bocah nakal lepas tanpa kendali...
Aku hanya berusaha sembunyikan birahi di musim basah
Rindu desah...
Rindu  nikmat...
Menggeliat
Bawa aku keluar dari labirinku!!
Desahan bayu lembut mengalun
Lirih mengalir darah mendesir
Iringi hasrat yang terus mengalir
Menyembul pori  membuncah birahi
Saat helai demi helai daunmu terlepas
Memacu jantungku ke puncak rasa

Lepaskan rasamu, satukan tubuhku dalam pelukmu..
Mengais setiap relungku yang kering...
Mainkan jarimu dalam helai rambutku...
Mainkan kecupmu dalam tiap pori-poriku..
Aku meringkuk disini sepi!! dingin!!

ke bumi
Menggelepar dalam erangan tak tertahan 

Usah kau meringkuki dinginmu
Biarkan pacu jantungku hangatimu
Berdua kita kepakkan sayap sayap rasa
Melayang dalam buai awan biru
Hingga kepak tertinggi hempaskan kita
Hingga bayupun malu resapi porimu yang halus

Selasa, 04 Desember 2012

Elegi Cinta Untuk Yana



           60 menit terasa cepat berlalu. Kalimat demi kalimat bergantian keluar dari bibirku dan bibirmu seperti hembusan angin yang tiada terhenti. Percakapan yang diawali basa-basi yang basi semakin lama semakin membuatku pening. Entah kenapa aku semakin tak bisa menikmati kalimat demi kalimat yang terus membanjiri telingaku. Sanggahan dan nasehatku seakan membentur dinding gelombang, menahannya untuk tetap mengembara di angan-angan tanpa harus kau sesapi dengan hati. Jaring-jaring perasaanku menangkap adanya kesan kamu tak ingin setiap kata yang meluncur dari bibirmu untuk didebat. Kamu ingin aku untuk mengikuti segala maumu, tanpa kamu ingin tahu kenapa aku menentang inginmu. Capuccino, banana splitz dan kentang goreng yang menemani kita nyaris tak tersentuh, hanya sekali aku menghirup nikmatnya Capuccinoku, sementara banana Splitz-mu kau biarkan teronggok di meja, mencairkan ice cream yang menjadi toppingnya.
            Kisah pertalian yang orang tuamu niatkan sudah tak mungkin lagi kita tentang. Mulai kini kamu sudah terikat pada sosok lelaki lain, sosok yang pastinya bukan aku. Aku hanyalah sosok asing bagi keluargamu. Asing, bukan karena mereka tidak mengenalku atau keluargaku. Mereka mengenalku dan keluargaku sangat baik. Tapi masalah yang tak pernah terpecahkan di masa lalu membuat keluarga kita terberai. Masalah ego dan keangkuhan yang bersinggungan itu memaksa kita menapaki jalan terjal. Jalan terjal yang awalnya kita yakini akan membawa kita menuju puncak asmara, meski kita menjalaninya secara terselubung.
            “ Kita bertemu lagi nanti untuk membahas masalah ini. Niatanmu untuk mengajakku lari agar mendapat restu dari mereka akan aku pertimbangkan. Sekarang mari kita pikirkan masalah ini baik-baik. Aku tak ingin ada sesal di antara kita kelak. “
            Aku berdiri. Tanpa menunggu pendapat darimu aku berlalu. Pintu keluar sudah melambaikan tangan ke arahku, dia ingin aku segera meninggalkanmu, meninggakan segala keruwetan yang kamu bawa dan sampaikan.
           

Minggu, 02 Desember 2012

Rasa Yang Tersapih

Tak perlu mencari letak kelingkingmu di mana
Atau kapan kerling matamu akan menggoda
Semua telah kau punya dan kau rasa
Dan tak mungkin orang kan coba menjamahnya

Tak perlu isap jempol tuk kau coba rasa
Karena kosong tak mungkin kan buat kau luka

Jumat, 30 November 2012

Prasasti Abadi


Kadang diri terlupa,
Jejak-jejak di alam ini lebih nyata,
menggores luka lebih dari kata berpadu mata
Lebih dalam dari sayatan panah

Senin, 19 November 2012

Banyuwangi Etno Carnival 2, Re-Barong Using Nuansa Kontemporer

Minggu 18 November 2012, Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Banyuwang Etno Carnival 2. Banyuwangi Etno Carnival adalah karnaval budaya yang bertujuan untuk menggali dan melestarikan budaya lokal yang berkembang dan ada di Banyuwangi agar tidak punah ditelan jaman. Untuk itulah maka Pemda Banyuwangi menggelar event ini dengan tujuan melakukan pendekatan seni budaya Banyuwangi pada kalangan pemuda dengan sentuhan kontemporer, tidak terpaku pada pakem yang telah lama berkembang, tapi tetap mempertahankan unsur-unsur yang merupakan nilai luhur suatu budaya. Untuk tema pelaksanaan tahun ke-2 ini adalah Re-Barong Using. Barong adalah kesenian yang berkembang di Banyuwangi dan Bali. Khusus untuk yang berkembang di Banyuwangi, ada semacam asimilasi dengan budaya lokal lainnya.

Pagelaran Banyuwangi Etno Carnival tahun ini masih di bawah Supervisi Dynand Fariz yang terkenal dengan Jember Fashion Carnivalnya. Hal ini sesuai dengan kesepakatan saat pagelaran BEC Pertama dulu, dimana pihak JFC akan menjadi supervisi BEC selama 3 tahun awal. Baru di tahun ke 4, insya Allah BEC akan berada di bawah kendali event organizer lokal.

Senin, 05 November 2012

Kopi Pagi

Kopi Semangat

Pekat memikat kata
Jerat berikat kalimat sapa
Iring senyum surya menyapa
kicau burung hangatkan mayapada
Setelah gelap berlalu kuasa

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...