Selasa, 02 Oktober 2012

Apa Maumu Tuan?



Masih ingatkah jalan ini tuan?
Jalan yang pernah kau sabdakan saat aku terjebak kelam
Masih ingatkah nyonya, saat terompah lusuh ini terseret di jalan tanpa tembusan?
Bukankah kau pinta aku mundur setapak dua tapak, agar terlihat celah yang mungkin terlewatkan

Tapi apa yang terjadi padamu tuan?
Apa yang terjadi padamu nyonya?
Saat jurang kian menganga bersama langkah yang kian merapat,
Tak adakah niat untuk menarik langkah barang sehasta dua hasta?
Seperti saran yang pernah kalian timpakan ke dahiku?

Tuan....
Nyonya......
Aku hanyalah belia di matamu, tak pandai mereguk asam-garam dunia
Tak pantas berkirim kata apalagi petuah
Untukmu yang telah reguk segala ilmu tiada tersisa

Tuan.....
Nyonya......
Jika itu anggapmu, biarkan aku berjalan dengan jiwaku
Aku tak butuh nasehat dengan taklimat-taklimatmu yang bersayap
Agar aku menjadi manusia beradab di matamu

Apalah arti sejuta kata menghunjam dada, jika berbeda prakteknya
Moral bukan teori dan deret kata, apalagi angka
Moral adalah senyawa tingkah dan kata-kata, menyatu pada setiap langkah
Moral bukanlah stigma yang dipaksakan, bukan pula kata-kata penuh cerca

Tuan.....
Yang kami butuhkan hanya tauladan, bukan jagoan
Nyonya......
Kami butuh dekapan sayang, bukan nada nyinyir penuh hinaan
Agar kami bisa memanusiakan setiap insan
Kawan ataupun lawan, itu hanya label yang tak layak dipertahankan
Karena kita sama-sama ciptaan Tuhan,
Sepantasnya berbagi kemulian, bukanlah kebencian

Denpasar,02102012.0645

Masopu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...