Minggu, 10 Juni 2012

Keabadianmu, Kehilanganku

Lembar lembar bunga menetes dari sela jemariku, mengiringi air membasuh tanah sehabis tercabik cangkul. Membentuk gunung kecil bermahkota di kedua sisinya. Memanjang segaris denganmu.
Terukir syahdu namamu di mahkota keabadianmu. Berteman iringan mantram suci mengiringi peristirahatanmu.
Haru pilu menyatu. Seiring langkah silih berganti berlalu. Meninggalkanmu terdiam kaku. Dalam dekapan dinding bisu.

Denpasar.10062012.0304

Masopu

#fiksi-teman-nonton-bola#

4 komentar:

  1. Balasan
    1. iYA. gi seneng ma tema kematian. hahahaha

      Hapus
  2. Hah mati? Mas ini fiksi kan? :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Lulu, ini Fiksi saja kok. Lagi belajar nulis FF (flash Fiction )
      Kemarin mau tak posting di kompasiana, tapi gak jadi.

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...