Jumat, 21 Oktober 2011

Terseret Pusaran Nafsu

memilihkehilangan.blogspot.com
Waktu terus mengalir, meninggalkan bekas-bekasnya jauh di belakang. Tak ada sesuatupun yang mampu memaksakan aliran waktu tuk berhenti. Tak ada pula suatu daya yang bisa mengembalikannya ke titik awal dia bergerak. Begitupun laju kehidupan yang dilalui oleh Xixi. Perlahan tapi pasti dia semakin jauh meninggalkan kesederhanaan yang dulu menaunginya. Xixi kini telah jauh tenggelam dalam gaya hidupnya yang baru, gaya hidup yang telah Ferdy dan Denny benamkan dalam setiap denyut nadi dan aliran darahnya.

Xixi begitu menikmati setiap saat yang dilaluinya. Berpindah-pindah dari pelukan satu lelaki ke lelaki lain. Di lain waktu dia kembali menikmati belaian nakal Ferdy. Sesekali memang ada sedikit keanehan yang menyembul di dalam hatinya saat dia tersadar dari tidurnya, di sisinya tengah terlelap lelaki lain yang telah membayarnya. Namun semua itu tak berlangsung lama, saat tumpukan uang yang diterimanya menanti di meja sebelah ranjangnya. Semua itu sudah cukup baginya untuk tersenyum dan kembali menikmati hidupnya yang semakin jauh dari ajaran yang benar.


Xixi tak pernah menyadari jika selama ini kecantikan dan kemolekan tubuhnya hanya dimanfaatkan oleh Ferdy. Ferdy hanya ingin menikmati tubuhnya secara gratis. Selain itu juga dia ingin menjadikan Xixi komoditi untuk memenuhi segala kebutuhannya. Gaya hidup yang Ferdy jalani dan kini menular pada Xixi, telah menguras begitu banyak uang tabungannya. Untuk terus bertahan dengan pola hidupnya, inilah satu-satunya cara yang ingin dilakukannya. Menjajakan tubuh wanita yang ada di dekatnya.
surya1101.wordpress.com

Hampir setiap malam Xixi bertukar tempat. Selama dia tidak kedatangan tamu bulanannya, bisa dipastikan dia akan kedatangan pelanggannya. Mereka akan selalu mengajak Xixi untuk kencan dari satu hotel ke hotel lainnya. Tak jarang pula dia harus mengikuti sang costumer keluar kota dan bermalam di sana. Rutinitas ini benar-benar telah menyibukkan dirinya, hingga terlupa bangku kuliah yang selalu merindukan kehadirannnya.

Entah berapa kali teman-teman kuliahnya dulu selalu meneleponnya untuk bertanya kenapa dia tidak pernah kuliah lagi. Mereka sangat menyayangkan hal itu. Sebelum terjerumus ke pergaulan yang salah termasuk salah, Xixi termasuk seorang mahasiswi yang berprestasi. Selama kuliah. IPK dia tidak pernah berada di bawah 3. Tetapi itu semua sekarang tidak berarti. Beberapa kali surat teguran dari pihak kampus hanya mampir di mejanya saja. Baginya kehidupan ini harus dinikmati selagi bisa. Tak ada lagi niatan baginya untuk kembali ke meja kuliah.

Waktu telah jauh menggerus batasan moralnya. Yang ada di benaknya sekarang hanyalah kesenangan... kesenangan dan kesenangan. Panggilan telepon dari orang tuanya pun kini telah berani dia acuhkan. Nasehat-nasehat yang selalu disampaikan oleh ibu dan bapaknya tak ubahnya seperti lagu-lagu yang biasa dia dengarkan. Hanya sebatas menyapa gendang telinganya, tak pernah lagi dia masukkan dalam hatinya.

Dari pergaulannya ini, Xixi perlahan-lahan mengenal narkoba. Beberapa lelaki yang pernah mengajaknya berkencan, selalu memaksa Xixi untuk memakai narkoba terlebih dahulu. Dengan berbagai bujuk rayuannya, akhirnya mereka berhasil meyakinkan Xixi untuk memakainya sebelum mereka menghabiskan dinginnya malam bersama-sama.
ustadscandra.wordpress.com

Xixi telah jauh berubah. Penampilan luarnya kini benar-benar telah jauh dari dirinya yang dulu. Di telinganya telah tergantung beberapa buah anting. Sementara hidungnya yang mancungpun tak luput dari hal serupa. Setiap hari kerjaannya hanya nongkrong dari satu hotel ke hotel lainnya. Dari satu diskotik ke diskotik lainnya. Dengan diantar Ferdy, Xixi selalu menemui dan menemani pelanggannya.

Sementara Ferdy, sambil menunggu Xixi menikmati malam dengan ditemani minuman dan tak jarang wanita-wanita jalang. Saat Xixi terbuai dekapan lelaki lain, Ferdy malah terbuai dalam dekapan wanita lainnya. Hubungan mereka tak ubahnya seperti saling melengkapi. Yang satu melengkapi yang lain.

Setelah lama malang melintang di dunia malam, Ferdy dan Xixi benar-benar paham segala seluk beluknya. Mereka kini tidak butuh lagi tangan Denny untuk mencari pembeli. Mereka telah punya pelanggan sendiri. Sementara Denny kini juga tengah disibukkan dengan wanita lain yang dijadikannya sebagai mesin penghasil uangnya. Sehingga dia tak lagi butuh kehadiran Xixi untuk menghasilkan uang baginya.

----

Denpasar, 21102011.0208

Masopu

Note :
  • Untuk membaca tulisan sebelumnya Silahkan baca di bagian 1, 2, 3,                    
  • Maaf jika ada kesamaan nama tokoh dan cerita. Ini hanya fiksi belaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...