Jumat, 24 Juni 2011

( Bagian 2 ) P H K

Jam baru menunjukkan jam 13 siang saat Arya membuka pintu rumahnya. Dengan langkah gontai dia masuk dan segera duduk di ruang tamu rumahnya. Mendung suram menggantung di bening wajahnya yang terlihat lusuh.

" Ada apa mas, kok sudah pulang? " Tanya Aneeva Desy Antari istrinya.
" Aku dipecat dari kantor Ane " Jawab Arya singkat.
" Ya sudah mas. Sekarang mas istirahat dulu. Tenangin dirimu."

Segera Ane  mengambilkan segelas air putih untuk suaminya. Setelah itu ditaruhnya di meja depan suaminya. Arya sendiri tampak memejamkan matanya. Masih nampak gurat-gurat ketakpercayaan dalam kerut muka lelaki berusia 28 tahun tersebut.

Waktu terus berlalu. Tak terasa sudah hampir sejam merekan berdua duduk membisu di ruangan itu dengan berjuta tanya yang menggelayuti sisi pikiran masing-masing.

" Ane aku gak tahu kenapa aku dipecat hari ini. Selama ini aku tak membuat kesalahan yang besar sama sekali, tapi gak tahu kenapa tadi pas masuk ke ruang direktur keuangan dia menunjukkan beberapa kesalahan yang sebenarnya tak aku lakukan." Arya membuka percakapan.
" Mas sudah menjelaskan semuanya ke atasan mas? "
" Sudah Ane , tapi anehnya semua fileku yang ada di ruanganku ternyata telah berubah. Dan itu membuatku heran"
" Berubah gimana mas? Bukannya semuanya sudah mas protect kan? "
" Iya semua sudah aku protect, tapi aku heran semua data itu kok tadi bisa sinkron dengan laporan yang aku curiga telah dipalsukan tersebut. Baik yang tertulis maupun yang di file komputerku "
" Lo kok bisa mas? Bukankah hanya mas yang punya password untuk membuka data pribadi mas di sana? "
" Nah itu yang aku herankan. Sejauh ini tak ada yang tahu, tapi aku heran kok bisa semua dataku berubah. Dan perubahan itu terjadi hari-hari menjelang peristiwa pemecatanku itu. "
" Jadi ada yang membobol passwordmu dan merubah data-data di komputer serta laporan yang kamu cetak itu mas? "
" Iya. Dan sayangnya aku gak bisa membuktikannya saat ini. Karena melibatkan dana yang besar itulah mengapa akhirnya aku dipecat. "

" Kenapa hanya dipecat saja? Jika memang ada bukti kan harusnya mas bisa dipenjara nih? "
" Nah itu yang masih aku bingungkan Ane. Sekarang aku mau tiduran dulu ya. Semoga nanti setelah bangun bisa membuat pikiranku lebih fresh dan bisa memikirkan langkah ke depannya gimana Ane "
" Ok mas " Jawab Ane mengiringi kepergian suaminya menuju kamar."

  Ane terpekur dalam kesendiriannya. Arya lelaki yang telah dinikahinya 2 tahun yang lalu itu bukanlah sosok yang asing dalam hidupnya. Lelaki jujur dan terkesan polos untuknya. Bagaimanapun kebersamaan dalam bingkai rumah tangga telah memberinya banyak pengetahuan sisi baik dan buruknya Arya. Ditambah lagi dengan kebersamaan mereka di bangku kuliah dulu, semakin meneguhkan keyakinannnya bahwa suaminya tak bersalah.

Arya mulai masa perkenalannya di kampus dulu terkesan sebagai sosok alim dan jujur. Meski bukan termasuk anak yang super alim , tapi Ane tahu jika dia bukanlah orang yang suka berbohong dan menjilat untuk memperoleh sesuatu. Sampai menikahpun Ane masih yakin dengan penilaiannya tersebut. Karena sejauh ini Arya tak pernah membohonginya.

" Pasti ada yang sengaja menjebak suamiku? Tapi apa motifnya? Setahuku tak ada yang istimewa dari jabatan yang dia pegang saat ini yang hanya karyawan biasa. Ah entahlah? " Berbagai tanya yang menghantui benak Ane muncul dan tak mampu terurai menjadi sebuah jawaban yang pasti untuknya. Semua masih samar dan masih membingungkan untuknya.
--------------
Denpasar, 22062011.1511
Masopu
Note : Bismillah semoga bisa membuat cerita ini terus bersambung sampai nantinya endingnya aku buat sesuai rencanaku.
Thanks untuk D A T yang beberapa kali mengingatkanku untuk selalu melakukan apa yang telah aku rencanakan. Ditunggu ya kritik dan sarannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...