Senin, 15 Agustus 2011

Kebeningan Yang Ternoda

Biarkan tetes gerimis ini abadi di ujung daunku
Biarkan dia kan selalu ada di situ
Tuk ingatkanku bahwa mendung pernah mengirimmu
Untuk membasuhi ketololanku yang membatu


Biarkan butiran bening itu tercampur debu
Untuk prasasti laku yang penuh liku
Terpeleset dalam kilauan batu
Yang kokoh dalam bisu

Aku terlalu naif
Tanpa pernah belajar untuk bisa lebih arif
Aku terlalu angkuh
Untuk mengakui jika aku rapuh

Maka biarkan tetes itu kan selalu ada
Pertanda saat aku terpelanting lupa
Agar tiada kuterus langkah
Yang akhirnya bersemi salah

Denpasar, 15092011.0938


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...