Selasa, 02 Agustus 2011

Menikmati Ramadhan di Pulau seribu pura

Ya ALLAH tuntunlah aku untuk selalu di jalanMU.
Hari pertama ramadhanku kemarin terasa berbeda dari biasanya. Hari itu aku sangat senang menikmati udara pertama yang aku hirup saat ramadhan ke tiga ku di kota ini. Meski mungkin di sini aku dikelilingi oleh teman dan saudara yang berbeda keyakinan, tapi tiada menyurutkan langkahku untuk melakukan sesuatu yang selama setahun ini aku rindukan.

Ramadhan tahun ini meski ada beberapa riak kecil yang menghampiriku, tapi tidak lagi mengganggu pikiranku. Aku lebih fokus untuk menikmati ramadhan ini dengan baik. Meski aku merasa tiada sebaik saat aku menikmatinya di Banyuwangi, Bogor ataupun Surabaya tapi aku juga menikmatinya.

Di sini aku belajar melaksanakan puasa yang penuh tantangan. Jika sebelum-sebelumnya aku puasa di daerah yang bisa dibilang sekeyakinan, kini aku berpuasa di tengah-tengah lingkungan di mana aku jadi minoritas. Tapi sungguh itu suatu tantantang dan juga kenikmatan tertinggi yang saat ini aku rasakan. Teman-temanku dan lingkunganku sangat menghargai apa yang aku lakukan.


Sungguh di sini aku menemukan suasana yang lain. Jika sebelumnya aku suka risih melihat teman-teman ataupun saudara sekeyakinan makan dan minum tidak pada waktu dan tempat yang semestinya, kini aku terbiasa karena berada di lingkungan yang berbeda keyakinan, jadi bukan rasa risih yang aku rasakan hanya perasaan biasa saja.

Yang paling berkenan adalah rasa guyub yang warga muslim tunjukkan saat melaksanakan sholat tarawih. Di Denpasar ini karena jarak antara satu masjid ke masjid lainnya begitu jauh, maka untuk melaksanakan sholat taraweh masa suka terkumpul di beberapa titik
Gambaran jalan yang ditempuh untuk kebaikan.

Aku sendiri sholat di masjid polda Bali yang berjarak hampir 5 km dari tempat tinggalku. Saat sampai di sana masjid sudah penuh dengan jamaah yang ingin melaksanakan sholat taraweh. Beruntung ada petugas yang takmir masjid siapkan untuk mengatur jamaah yang hendak melaksanakan sholat taraweh. Mulai dari mengatur dan mengarahkan parkir mobil dan motor yang mereka bawa, sampai menganjurkan agar jamaah mendahulukan mengisi shoft paling depan terlebih dahulu.

Saat sholat taraweh berjalan dengan khusyu' dan tertib. Meski aku lihat banyak anak kecil yang ada di masjid, tapi mereka berjamaah dengan tertib. Sesekali memang terdengar tangisan anak kecil , tapi tak lama kemudian suara tangis itu terhenti sehingga tidak terlalu mengganggu jamaah yang sedang sholat.

Saat pulang aku semakin takjub, karena jamaah sholat taraweh ternyata meluber sampai di jalan raya. Sungguh aku takjub dengan hal itu. Jamaah yang hadir dengan berbagai wujud tampilannya tampak akrab dan saling bersalaman sesaat sesudah selesai sholat.

Saat pulang pun jamaah yang membawa kendaraan keluar dengan tertib dan teratur. Tidak ada yang saling serobot untuk bisa keluar duluan dari area parkiran. Begitu sampai di jalan raya petugas dari takmir masjid bahu-membahu dengan aparat kepolisian dalam mengatur jamaah agar tertib dalam berlalu lintas.

Sungguh suasana ramadhan yang berbeda yang aku rasakan. Di masjid tersebut juga diadakan taddarust al Qur'an. Jika di banyak masjid taddarustnya menjadi satu, di sini jamaah yang ikut taddarust di bagi 3 kelompok yakni kelompok Murottal ( taddarust dengan tartil al Qur'an ), Taddarust untuk yang baru taraf belajar mengaji dan yang ketiga taddarust sambil membedah isi kandungan al-Qur'an.

Selain taddarust masih ditambah beberapa kegiatan seperti Kultum yang diadakan setiap hari ba'da subuh dan qobla maghrib serta kultum saat taraweh. Jadi ramadhan ini kegiatan di masjid at Taqwa polda bali terasa lebih penuh dibanding bulan-bulan yang lain. Pada bulan-bulan yang lain saja acarapengajian di masjid tersebut sudah begitu banyak.

Salut untuk takmir masjid Polda Bali, Para jamaahnya dan juga warga sekitar serta aparat polda Bali yang membantu kelancaran jalannya ibadah sholat taraweh dan juga sholat-sholat lainnya. Semoga ramadhan ini kita semua bisa memperolah maghfiro, rahmat dan ampunan dari ALLAh. Menjadi manusia yang lebih baik saat ramadhan nantinya akan meninggalkan kita semua. Amien

Denpasar, 02082011.1351

Masopu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...