Minggu, 07 Agustus 2011

Langkah Menggapai Mimpi

Malam ini obrolan itu datang lagi. Obrolan yang sebenarnya sudah beberapa kali kita lakukan. Obrolan sama yang pernah terlontar sekitar bulan april dan mei lalu. Obrolan yang sama dengan bahasan yang sama, tapi kali ini terasa lebih mendalam dan menyentuh esensi kemana langkah kaki kita akan mengarah.

Jika sebelumnya seserius apapun bahasan kita, Aku selalu bisa tetap tersenyum menghadapinya. Kini..... saat butiran mutiara itu menuruni pipimu, akupun tak kuasa menahannya. Butiran tersebut juga menggenang di pelupuk mataku.Meski aku bisa menyembunyikan beratnya tarikan nafasku darimu, tapi aku tak bisa menyembunyikannya dari hatiku.


Ini bukanlah tentang bagaimana kita bersikap menghadapi suatu masalah. Bukan pula bagaimana kita mewujudkan rasa yang sama-sama telah lama mengendap di jiwa. Tapi apa dan bagaimana nantinya kita menghadapi masa depan kita. Apa dan bagaimana aku harus meletakkanmu di tempatmu semestinya berada?

Langkah kita memang telah jauh tertatih meniti licinnya bebatuan yang terserak di terjalnya jalan yang terlalui. Nafas kita telah tercampur oleh olahan berbagai rasa yang terus mengembang di sanubari, hingga tiada sekat yang membatasi kebersamaan kita.

Tapi tak urung butiran bening itu sadarkanku. Kita tak hanya hidup untuk hari ini. Kita tak pula hidup untuk sekedar berteriak " AKU CINTA KAMU ". Kita satukan segala rasa yang kita punya, untuk melangkah bersama. Bergandengan tangan bersama menantang derasnya gelombang hidup yang kan mendera kita.
Kita seperti sepasang nelayan yang pergi melaut. Meski dengan bekal ilmu yang tiada memadai, akankah kita urungkan kayuhan kita? Aku ingin kita terus mencoba mengayuhkan kayuh di tangan kita. Aku ingin kita terus menantang samudera hidup kita dengan segala daya yang kita punya. Aku yakin ALLAH akan selalu bersama kita dalam setiap tarikan nafas kita.

Sayang..... Mataku kini masih tersaput sembab butiran itu. Tapi aku yakin kita bisa bahagia bersama. Bersatu bersama dan menikmati indahnya cinta ini selalu bersama.

Sayang..... Tantanganmu bukanlah beban untukku. Tantanganmu semoga menjadikanku semakin semangat untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik untukmu, untukku dan untuk masa depan kita nantinya. Sayang aku akan terus berusaha.

-----

Denpasar, 07082011.0502

Masopu

Note :  For D A T Insya ALLAH kita akan menemukan jalan terbaik untuk kita. Asal kita tak henti berusaha   dan berkomunikasi.I BELIEVE IT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...